Perbendaharaan Menyapa

Tuesday, January 16, 2018
Selasa, 16 Januari 2018, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) II Semarang bekerjasama dengan Kepala Suku Bagian Akademik (Kasubag) UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi bersama terkait dengan pengelolaan keuangan negara dan pembangunan.

Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Kopertais lantai 3 UIN Walisongo.  Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mensosialisasikan bagaimana keuangan negara dikelola, mulai dari uang pajak hingga APBN.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang, Prof Suparman M.Ag. Yang diikuti oleh para wakil dekan III UIN Walisongo bersama Kasubag dan perwakilan mahasiswa  Bidik Misi.

Dendi Andrian salah satu perwakilan dari KPPN menjelaskan tentang siklus anggaran diantaranya yaitu, perencanaan dan penganggaran, pembahasan APBN yang dilakukan oleh Kementerian Negara atau lembaga beserta Kementerian Kauangan. Pembuatan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang ditetapkan oleh pemerintah dan DPR, Penetapan APBN dalam Undang-Undang, Pelaksanaan APBN oleh BPK, Gubernur, Direktorat jendral anggaran, Rektor dan lembaga lain, pelaporan penggunaan anggaran belanja kepada menteri keuangan, dan pemeriksaan dan pertanggungjawaban.

Dendi juga menjelaskan bahwa anggaran negara digunakan untuk pembayaran gaji PNS, TNI, POLRI, belanja barang pemerintah, belanja kontraktual pemerintah, bantuan sosial, bantuan bencana alam, pencairan dana dan sebagainya yang bersumber dari APBN.

Diakhir penyampaian materi, ditutup dengan menjawab beberapa pertanyaan dari mahasiswa, diantaranya mengenai alasan mengapa dana dari universitas baru bisa dicairkan setelah adanya kegiatan. Dendi menjelaskan bahwa seluruh kegiatan yang direncanakan baik untuk pembangunan infrastruktur maupun BLU belum memiliki anggaran.  Sebagai contoh, pemerintah ketika membuat jalan tol dia belum memiliki anggaran, jalan tol itu dibuat dengan cara berhutang baru kemudian setelah jadi akan dibayar melalui anggaran pajak”, ujar Dendi. Dendi juga menambahkan bahwa anggaran pembangunan negara itu didapatkan dari hasil pajak dan penerimaan bukan pajak. Setelah tanya jawab kemudian mahasiswa dan para dosen  diajak untuk berfoto bersama.

Lailatus Sholihah (Forshei 15)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »