Diskusi Perdana Kader forshei 2018 "Dasar-Dasar Ekonomi Islam"

Thursday, September 27, 2018 Add Comment


Semarang – Kamis, (27/09/2018) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan pembukaan diskusi primer bagi kader baru 2018 setelah mengikuti beberapa tahap seleksi. Diskusi bertempat di lobi Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang dan dihadiri oleh kader 2016-2018, MPF, dan juga KA forshei. Diskusi primer merupakan salah satu program kerja unit kajian, kegiatan ini dilakukan dua kali dalam satu minggu yaitu pada hari Senin dan Kamis. Sehubungan ini meruapakan diskusi pertama, maka forshei akan mengenalkan program kerja dari setiap unit secara singkat di akhir diskusi.

Pada kesempatan pembukaan diskusi kali ini, forshei mendatangkan pemateri yang merupakan alumni forshei yaitu saudari Dzurriyatun Nafi’ah S.E dan saudara An’im Jalal S. H. Diskusi dibuka oleh saudar Faizul Mamduh  selaku moderator. Pembukaan diskusi membahas “Dasar-Dasar Ekonomi Islam”.

Ekonomi berasal dar kata yunani dari bahasa Yunani yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum ". Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa.

Ekonomi Islam adalah mazhab ekonomi Islam yang di dalamnya terjelma cara Islam mengatur kehidupan perekonomian dengan apa yang dimiliki dan ditujukan oleh mazhab ini, yaitu ketelitian tentang tata cara berpikir yang terdiri dari nilai-nilai moral Islam dan nilai-nilai ekonomi atau nilai-nilai sejarah yang berhubungan dengan masalah-masalah siasat perekonomian maupun yang berhubungan dengan uraian sejarah masyarakat manusia.

Secara umum dasar-dasar ekonomi Islam adalah sebagai berikut:
Pertama,  Tauhid; yaitu Tauhid Uluhiyyah dan Rububiyyah, dimaksud Tauhid Uluhiyyah adalah keyakinan akan keesaan Allah dan kesadaran bahwa seluruh yang ada di alam ini adalah milik-Nya. Dalam kontek ekonomi manusia harus menyadari bahwa authority yang dimilikinya tidak lebih dari trustee (amanah), untuk mengolah dan mempergunakan apa yang telah dianugerahkan Allah.

Sedangkan Tauhid Rububiyyah adalah suatu keyakinan bahwa Allah saja yang menentukan rezeki untuk segenap makhluk-Nya dan Dia pulalah yang akan membimbing setiap insan yang percaya kepada-Nya kearah keberhasilan.

      Kedua, Nubuwwah (berdasarkan contoh dari Rasulullah Saw.), misalnya : Siddiq (benar, jujur) harus menjadi visi hidup setiap muslim. Dari konsep siddiq ini muncullah konsep turunan, yakni efektifitas (mencapai tujuan yang tepat dan benar) dan efisiensi (melakukan kegiatan dengan benar, yakni menggunakan teknik dan metode yang tidak menyebabkan kemubadziran).
     
    Amanah (tanggung jawab, dapat dipercaya, kredibilitas). Fathanah (kecerdikan, kebijaksanaan, intelektualitas) merupakan strategi hidup setiap muslim.Tabligh (komunikasi, keterbukaan, pemasaran) merupakan taktik hidup muslim, karena setiap mengemban tanggung jawab da’wah. Sifat tabligh ini menurunkan prinsip-prinsip ilmu komunikasi (personal/interpersonal), pemasaran, penjualan, periklanan, pembentukan opini masa dan lain-lain).
     
    Ketiga, Keadilan (Justice). Keadilan berarti kebebasan bersyarat akhlak Islam. Keadilan harus diterapkan disemua kegiatan ekonomi (keadilan dalam produksi, konsumsi dan distribusi).
     
      Keempat, Khilafah. Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi, karena itu pada dasarnya manusia adalah pemimpin. Dalam hadits : ”Setiap dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya.” Nilai ini mendasari prinsip kehidupan kolektif manusia dalam Islam. Fungsi utamanya adalah agar menjaga keteraturan interaksi (muamalah) antar kelompok, agar kekacauan dan keributan dapat dihilangkan atau dikurangi.
     
     Kelima, mengakui hak milik. Pemilikan terletak pada memiliki kemanfaatannya dan bukan menguasai secara mutlak terhadap sumber-sumber ekonomi.

Di akhir penjelasan muncul beberapa pertanyaan dari kader 2018 yang membuat diskusi semakin asik. Adapun pertanyaan yang di ajukan kader forshei 2018 salah satunya adalah kenapa Negara Inggris yang notabene non muslim mampu memajukan perekonomiannya dengan menjalankan ekonomi Islam dengan baik, sedangkan Negara Indonesia yang mayoritas muslim belum mampu memajukan perekonoman dengan ekonomi Islam dengan baik?  

Menurut jawaban pemateri bank-bank syariah perlu mensosialisasikan sistem bank syariah semenarik mungkin dan juga mempromosikan produk-produk syariah. Oleh karena itu, tugas mahasiswa ekonomi Islam, harus dapat memberikan contoh bagi masyarakat luas dengan menggunakan produk-produk bank syariah, dan memberikan pengertian bahwa ekonomi Islam sangat penting bagi perekonomian Negara.

Waktu menunjukkan pukul 17.15 WIB menunjukkan diskusi akan di akhiri. Diskusi ditutup oleh saudara Faizul Mamduh selaku moderator. Acara selanjutnya pengenalan program kerja setiap unit forshei kepada kader baru forshei 2018. Di mulai dari unit kajian memaparkan setiap program kerja, dilanjutkan unit pelatihan, dan yang terakhir penyampaian program kerja dari unit PSDK. 

Sehubungan dengan akan diadakanya PRA-SET (Pra-Sharia Economi Training), maka setelah penyampaian program kerja setiap unit di lanjutkan dengan Technical Meeting bagi kader 2018. Setelah beberapa rangkaian telah usai, seluruh kader forshei melakukan tos bersama untuk menambah semangat berproses.

Pengertian dan Konsep Dasar Ekonomi Makro

Monday, September 24, 2018 Add Comment



Perbedaan antara ekonomi makro dan mikro adalah, jika ekonomi mikro membahas tentang perilaku produsen-konsumen, pasar, permintaan penawaran, dan bersifat individual. Berbeda dengan makro yang membahas tentang penggangguran, inflasi, kestabilan konomi, dan bersifat agregat. 

Dalam suatu Negara memerlukan inflasi karena jika harga barang yang diproduksi mengalami kenaikan (harga inflasi) maka akan menaikkan jumlah barang yang diproduksi oleh perusahaan.

Ekonomi 2 sektor terdiri dari dua pelaku, yaitu: Rumah Tangga (RT) dan perusahaan. Untuk ekonomi3 sektor terdiri dari tiga pelaku, yaitu: Rumah Tangga (RT), perusahaan, dan pemerintah. Ekonomi 4 sektor terdiri dari, yaitu: Rumah Tangga (RT), perusahaan, pemerintah, dan luar negeri. 

Pada ekonomi sektor 4 akan mengenal NPI (Neraca Pembayaran Internasional), NPI adalah pencatatan semua transaksi dengan luar negeri yang terbagi dalam transaksi kredit dan transaksi debit yang harus senantiasa berimbang dalam satu tahun dengan tenik akuntansi.

Transaksi debit terjadi apabila sebuahtransaksi menciptakan bertambahnya kewajiban bagi penduduk Negara NPI untuk memebayar kepada Negara lain, atau mengakibatkan berkurangnya hak penduduk Negara NPI untuk menerima pembayaran dari penduduk Negara lain. Biasanya tindai dengan minus (-). Contohnya: impor barang, impor jasa, bantuan ke Negara lain, angsuran hutang, pemabayaran hutang, dan lain sebagainya.

Transaksi kredit apabila transaksi menciptakan bertambahnya hak bagi penduduk Negara NPI untuk menerima pembayaran daripenduduk Negara lain, atau berkurangnya kewajiban penduduk NPI untuk membayar kepada penduduk Negara lain. Biasanya di tandai dengan plus (+). Contohnya: ekspor barang, ekspor jasa, hibah dari Negara lain, transfer dari Negara lain, penanaman modal asing, dan lain sebagainya.

Pengaruh perubahan ekspor dan impor terhadap neraca perdagangan, yaitu Peningkatan ekspor bertendensi untuk meningkatkan surplus atau menurunkan defisit neraca perdagangan. Sedangkan menurunnya nilai ekspor selalu mengakibatkan meningkatnya defisit atau menurunnya surplus neraca perdagangan. Sebaliknya, Peningkatan impor bertendensi untuk meningkatkan defisit atau menurunkan surplus neraca perdagangan. Sedangkan menurunnya nilai impor selalu mengakibatkan meningkatnya surplus atau menurunnya defisit neraca perdagangan.
 
Kebijakan fiskal dan moneter dalam perekonomian 4 sektor, yaitu dengan kebijakan menekankan pengeluaran (expenditure dampening policy), menaikan pajak pendapatan, menaikan tingkat bunga, mengurangi pengeluaran pemerintah.


Daftar Peserta yang Lolos Seleksi Wawancara

Saturday, September 22, 2018 Add Comment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan hidayahNya kepada kita semua. Berdasarkan hasil pertimbangan tim penyeleksi dan Pengurus Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo. Dengan mengucap bismillahillahirramanirrahim kami mengumumkan nama-nama yang lolos seleksi wawancara sebagai berikut :

No
Nama
Jurusan
1
Tutut Ida Purwaningsih
AKS
2
Naila Maftuchah
AKS
3
Feti Prihatini
AKS
4
Apri Sela A.I
AKS
5
Hana Nur Fadhilah
AKS
6
Maulida Zakiyyatul Ulya
AKS
7
Dicky Rachman
AKS
8
Annis Satu Zahro.
D3 PBS
9
Nur Kholifaturraofi'ah
D3 PBS
10
Salsabila Fira Nurmadina
EI
11
Ridha Aulia Rahma
EI
12
Pratama Widyaningsih
EI
13
Novi Faikhah
EI
14
Naili Faridhotun
EI
15
Fidya Khoirun Nisa
EI
16
Samsul Ma'arif
EI
17
Iqbal Rozaqi
EI
18
Nur Khakiki R
EI
19
M. Syaiful A.
EI
20
Umi Qanita Mahmudah
EI
21
Gita Dwi Jayanti
EI
22
Hamam Amirudin
EI
23
Mudrik Syahrullah
EI
24
M. Idchonul K.
EI
25
Rona Roikhana
EI
26
M Hilman
HES
27
Muhammad Burhanuddin Syafi'i
HES
28
Adelia Putri Hariyani
HES
29
Sulton Ulumudin
HES
30
Muhammad Zaki Masyfu'in
HES
31
Ilham Nur Habibi
HES
32
M. Choirun Niam
HES
33
Nabilah Husna. S
HES
34
Aushi Auliya R
HES
35
Wawan Hidayat
HES
36
Widya Aprilianingrum
HES
37
Aida Ulin Ni'mah
HES
38
Ariyani Wiji Astuti
HES
39
Sindi Maulita
HES
40
M. Adhi Cahyo Bagaskoro
HES
41
Muh. Nur Abidin
IAT
42
Lukmanul Hakim
MANAJEMEN
43
Umi Mudawanah
S1 PBS
44
Alifia Dyah Nur Rahma
S1 PBS
45
Moh. Zamroni
S1 PBS
46
Jannatun. N
S1 PBS
47
Anita Rahayu
S1 PBS
48
Ferina Hotifa S
S1 PBS
49
Intaningsih
S1 PBS
50
Moh. Toriq Rasyal Aditya Saputra
S1 PBS


NB :
  1. Nama-nama yang lolos wawancara wajib mengikuti pra-SET pada tanggal 29 - 30 September 2018 dan yang tidak mengikuti pra-SET maka dianggap gugur.
  2. Bagi peserta yang belum lolos dipersilahkan untuk tetap mengikuti rutinitas diskusi primer konfirmasi lebih lanjut hubungi PJ japri.