Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan, Forshei Gelar Talkshow Bedah Majalah Falah Edisi 13

Semarang, 15/06/2021 - Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (Forshei) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan talkshow bedah Majalah Falah edisi 13 bertajuk “Refleksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Masa Kini”. Acara ini merupakan salah satu dari serangkaian agenda menyambut hari lahir forshei yang memasuki usia 13 tahun. Talkshow dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh 56 peserta.

Pembukaan dimulai pukul 09.00 WIB dipandu Saudari Fitra Istianah Turrahman selaku MC. Selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FoSSEI yang dipimpin oleh Saudari Shinta Maharani, kemudian disambung dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Saudari Ferina Hotifa Sari selaku pimpinan redaksi Majalah Falah edisi 13, ia menuturkan bahwa Majalah Falah edisi 13 yang tersusun atas 17 rubrik ini merupakan wadah bagi para kader forshei dalam berkarya dan menuangkan inovasi secara tertulis. Sambutan kedua disampaikan oleh Saudara Sulton Ulumudin selaku Ketua Umum Forshei. Dalam sambutannya ia berharap Majalah Falah dapat memberikan edukasi dan pengalaman dari para redaktur khususnya kader forshei serta dapat tersebarluaskan sehingga memberikan manfaat dalam pemberdayaan ekonomi di Indonesia khususnya terhadap isu perempuan dan kesetaraan gender. Sambutan terakhir datang dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang diwakili oleh Bapak Ali Musta’in, S.Ag., M.M.. Beliau menyampaikan bahwa bedah majalah merupakan kegiatan yang semestinya ada untuk menambah wawasan dan menjadi bahan belajar khususnya bagi mahasiswa. Beliau berharap agar Majalah Falah kedepannya terus berkembang. Acara dilanjutkan dengan do’a yang dipimpin oleh Saudara Muhammad Abdul Mu’iz dan persembahan dari Inez kosmetik yang telah bekerja sama dengan forshei untuk menyukseskan acara.

Acara disambung dengan pembacaan Curriculum Vitae (CV) moderator oleh MC dan dilanjutkan dengan acara inti yaitu bedah majalah bersama Ibu Masnuah selaku Ketua KADIN Kabupaten Demak, pimpinan redaksi, dan para redaktur Majalah Falah edisi 13 yang dimoderatori oleh Saudari Widya Aprilianingrum. Acara inti dibuka dengan pemutaran video launching Majalah Falah edisi 13. Pada sesi pertama dilakukan bincang dengan pimpinan redaksi yang membahas latar belakang dibalik pengangkatan tema besar Majalah Falah edisi 13 yaitu karena maraknya isu-isu perempuan yang tidak nyaman didengar, terutama di masa pandemi banyak dikabarkan mengenai pelecehan seksual yang korbannya adalah perempuan. Selain itu, stigma yang melekat pada diri perempuan tidak boleh dijadikan patokan apalagi menutup kemungkinan agar perempuan berdaya, berkompeten, dan berperan. Dibutuhkan keinginan perempuan untuk memberdayakan perempuan lainnya, sebab perempuan tidak berdaya salah satunya juga karena tidak ada keinginan memberdayakan sesama perempuan. 

Pada sesi kedua dilanjutkan sharing dengan Ibu Masnuah mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan khususnya dalam ranah UMKM halal. Menurut pengalaman beliau, dalam realita memberdayakan nelayan perempuan di daerahnya tidaklah mudah karena kungkungan stigma yang menempatkan peran perempuan hanya di kasur, dapur, dan sumur. Dalam memberdayakan perempuan perlu memberi manfaat dan memegang kunci persoalan perempuan di lingkungan sekitar dengan melibatkan aktor-aktor perempuan sebagai kader terdepan di berbagai sektor dalam menyebarkan akses dan informasi kepada perempuan lainnya. 

Sesi ketiga dilanjutkan bincang bersama lima redaktur majalah mengenai tulisan yang telah dibuat oleh Saudari Fitria Yulianti, Salsabila Dhiya Alriye, Nela Aini Najah, Anggun Puspitasari, dan Alvina Malinda. Sesi dilanjutkan dengan tanya jawab oleh para peserta dengan Ibu Masnuah dan pimpinan redaksi yang diantaranya membahas bagaimana cara memberdayakan perempuan di masa kini serta seperti apa pandangan islam mengenai pemberdayaan perempuan. Setelah sesi tanya jawab dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Acara berakhir pada pukul 11.00 WIB dan ditutup oleh MC.

Melihat ada banyak stigma yang tidak adil bagi perempuan sudah seharusnya menjadi refleksi terhadap diri sendiri untuk terus berjuang dalam mengangkat perspektif baru yang lebih ramah, bahwa perempuan juga berdaya dalam memberikan kontribusi khususnya terhadap perekonomian Indonesia. Dengan adanya acara bedah majalah diharapkan dapat menjadi edukasi kritis bagi masyarakat serta membuka kesempatan bagi perempuan untuk terus berkarya.


Salsabila Dhiya Alriye
(Kader forshei 2019)

Post a Comment

0 Comments