PraSET ForSHEI UIN Walisongo Semarang 2017

Thursday, October 19, 2017
        
Sabtu/Minggu - 14/15 Oktober, forshei melaksanakan kegiatan praset. Praset ini bertujuan untuk mengetahui langkah awal kader baru dalam berproses di forshei dan praset diikuti oleh kader anyar 2017 juga di hadiri oleh alumni forshei, Majlis Pertimbangan forshei, kader 2015 dan 2016. Kegiatan ini bertempat di gedung muslimat NU Kendal. Praset dimulai dari pukul 08.00 WIB untuk berkumpul di samping auditorium II kampus III UIN Walisongo Semarang guna persiapan pemberangkatan menuju gedung muslimat NU di Kendal. Pada pukul 09.00 WIB rombongan forshei baru memulai perjalanan, sampai di tempat pukul 10.00 WIB. 
 
        Tepat pukul11.00 WIB forshei membuka acara praset di aula gedung muslimat NU Kendal. Acara dibuka dengan membaca surat Al-Fatihah dipimpin oleh saudari Munfariza selaku pembawa acara pembukaan praset. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh ketua panitia (Pandu R), ketua umum forshei (M Firdaus), dan MPF (Syukron M) sekaligus membuka resmi acara praset. Ayat Al-Qur’an dilantunkan oleh saudara Faiz guna untuk memperlanacar serangkaian acara praset hingga esok hari. Acara pembukaan ditutup dengan membaca al-hamdalah dipimpin oleh saudari Munfariza selaku pembawa acara.

        Siangnya, pukul 13.30 WIB forshei melanjutkan salah satu kegiatan, kegiatan yang pertama memberikan materi tentang keforsheian kepada kader anyar yang disampaikan oleh saudara Sofa Hasan selaku pemateri I. Beliau menyampaikan bahwa “Organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Sekuat-kuatnya besi tidak dapat di jadikan alat pembersih seperti sapu, namun lidi yang terorganisir (banyak) pilihan baik untuk dijadikan alat pembersih. Forshei berdiri 31 Mei 2008. Dulu tidak ada forshei yang ada hanya HMJ Muamalah dan Ekonomi Islam yang mengkaji ilmu ekonomi Islam. Sehingga barulah muncul forshei agar kegiatan ini terorganisir. Forshei menekankan pada kekeluargaan, fungsinya untuk memunculkan rasa solidaritas dan ringan menjalankan organisasi. Organisasi lebih kekoordinasi. Ketika muncul kerjasama, saling membantu dan tidak putus komunikasi maka munculah organisasi yang baik. Foshei itu seperti botol yang kosong, kalianlah yang mengisi. Apa yang kalian lakukan di organisasi, maka itulah yang dapat teman-teman ambil. Apabila niat berorganisasi untuk belajar, insyaAllah akan mendapatkan manfaatnya. Ketika ingin berorganisasi di forshei jangan membayangkan akan menjadi apa. Tetapi mulailah dari sekarang berproses dengan baik dan itu akan menghasilkan yang baik pula. Berproses dahulu maka akan mengetahui tujuannya”. Puncaknya, dari apa yang disampaikan pemateri muncul beberapa pertanyaan dari kader, yang menunjukkan antusias yang sangat baik dalam berproses. Namun waktu telah menunjukkan waktu ashar akhirnya pembekalan materi I di akhirkan.

        Diskusi bertujuan untuk melatih keberanian dalam mengajukan pendapat. Oleh karena itu dari serangkaian acara praset terdapat Focus Group Discussion tentang foshei. Pukul 15.30 WIB pembekalan materi II yang disampaikan saudara Mamduh selaku pemateri II. Pemateri menyampaikan beberapa pesan semangat untuk para kader, beliau mengatakan “Teori dibangku kuliah saja tidak cukup, pilihan memilih forshei adalah pilihan tepat. Selama diorganisasi jangan pernah menyepelekan satu sama lainnya. Saya ingin prestasi teman-teman lebih baik dari pada saya. Saya ingin teman-teman dapat menbagi waktu sebaik mungkin dan melangkah lebih maju. Teman-teman ketika berjalan jangan sampai salah pilih. Sekarang adalah era digital sehingga materi saja tidak cukup. Berwiraswasta peluangnya sangat besar sekali. Pekerja kantor dan wiraswasta ketika sudah berjalan enghasilannya lebih besar wiraswasta. Organisasi, disini akan di bangun rasa solidaritas sesama kader. Hubungan antar lembaga sangat penting karena ini sangat membantu dalam pengembangan forshei. Mungkin jika saya hanya duduk manis di bangku kelas, saya tidak akan menginjakkan kaki di kantor Bank Indonesia”. Dari pengalaman pemateri terlihat antusias para kader dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti apa yang dilakukan pemateri ketika berproses, langkah awal dalam berproses. Keseruan diskusi berakhir pukul 17.15 WIB.

        Materi III pukul 19.30 WIB disampaikan oleh saudara Nafis Ghifary yang akan membahas tentang kefosseian. Pemateri menyampaikan “Fossei adalah forum silaturahmi tingkat nasional yang mengakomodir mahasiswa pecinta ekonomi Islam yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di masing-masing kampus di seluruh Indonesia. Kaderisasi fossei berbasis KSEI dan bukan vertikal atau berjenjang seperti struktur keorganisasian fossei. Fossei bukanlah organisasi tersendiri diatas KSEI, namun fossei adalah wadahnya. Kongres fossei dilaksanakan pada 11-13 Mei 2000 di UNDIP Semarang. Kongres dihadiri 70 universitas juga dihadiri oleh organisasi ekstra. Fossei didirikan pada tanggal 13 Mei 2000. Organisasi yang baik adalah memiliki SDM, manajemen dan sistem yang bagus. Tujuan mempelajari fossei di kegiatan praset ini guna mengetahui kita tidak sendiri, bahwa banyak KSEI-KSEI di universitas lainnya. Ada 5 perguruan tinggi yang ikut serta dalam pendirian fossei, yaitu: Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Brawijaya. Mahasiswa yang berada di universitas-universitas itu dahulu menginginkan ekonomi Islam menjadi jurusan, akhirnya terealisasi pada tahun 2013. Karakteristik fossei, yaitu: ukhuwah (persaudaraan), dakawah (mensyiarkan ekonomi Islam), ilmiah. Jadi dapat diambil karakteristik fossei adalah merajut ukhuwah dalam dakwah bernuansa ilmiah. Ruh forshei adalah kajian, apabila kajian tidak berjalan maka forshei tidak akan berkembang, namun tidak hanya diskusi tentang ekonomi Islam, oleh karena itu forshei mengadakan forji (forshei mengaji), forread (forshei membaca). Visi fossei adalah pembumian ajaran Islam dalam bidang eonomi. Misi fossei, yaitu: mengembangkan dan memberdayakan sistem ekonomi Islam dalam tatanan keilmuan dan aplikasi, menjalin ukhuwah Islamiyah antara KSEI dan lembaga sejenis dengan berusaha membangun budaya Islamiyah, ilmiah dan profesional”. Penjelasan dari pemateri bahwa fossei adalah wadah atau forum sillaturahmi dari ksei-ksei yang ada. Mempelajari fossei bertujuan agar kader mengetahui tujuan visi, misi, seperti apa SDM, manajemen di forshei.

        Tak kenal maka tak sayang. Forshei mengedepankan rasa kekeluargaan yang tinggi. Sebabnya pukul 21.00 WIB mengadakan acara perkenalan dengan beberapa alumni forsehi dan MPF (Majlis Pertimbangan forshei). Sarasehan dipandu oleh saudara M Firdaus. Sebelum memulai perkenalan, forshei menyuguhkan video testimoni dari para alumni yang tidak berkesempatan hadir di acara praset tahun ini. Dari setiap alumni dan MPF menyampaikan beberapa pesan kepada kadernya untuk semangat dalam berproses. Fathurrahman “Berasal dari Kendal. Saya menjadi ketua umum forshei sebelum  kepengurusan saudara Asep setelah saudara Bagas. Kekeluargaan di forshei sangat dijaga. Silahkan berproses, berkembang dan berniat dengan baik. Serap ilmunya sebaik mungkin”. Sofa Hasan “Menjadi ketua umum forshei pada tahun 2009. Saya mendapat kekeluargaan di forshei. Apa permasalahan teman-teman akan menjadi masalah kita bersama. Ketika sesama kader meminta bantuan bahkan berani berhutang, maka berarti sudah akrab. Forshei di bangun dengan berdarah-darah, maka hargai perjuangan alumni-alumni dalam pendirian forshei. Jika teman-teman berproses dengan baik ketika di luar dapat dengan mudah beradaptasi”. Ulin Nuha “Sadar itu belum tentu peka dan peka sudah pasti sadar. Artinya teman-teman harus peka apa yang harus teman-teman ambil ketika berproses. Kuliah tanpa berorganisasi rasanya hambar. Dalam forshei sesama kader tidak boleh berpacaran, tujuannya untuk menunjang profesional di dalam forshei”. Syukron Ma’mun “Jangan samakan forshei dengan yang lain. Perbedaan UKM satu dengan yang lain adalah budayanya. Budaya forshei sangat mengedepankan kekeluargaan”. Putri Hasni “Jangan pernah meremehkan forshei. Banyak pengalaman yang di dapat dari forshei. Banyak ilmu yang di dapat di luar kelas dari forshei”. Ahmad Fauzi “Tadi disampaikan kuliah tidak mengikuti organisasi rasanya hambar, oleh karena itu teman-teman berproseslah dengan sepenuhnya di forshei. Thomy Hilmy A “Forshei bukan hanya organisasi yang harus menaati peraturan yang ada, tetapi juga teman-teman sebagai orang-orang terpilih yang dijadikan pengurus dan pengembang ekonomi Islam. Majulah pemuda zaman sekarang dan jadilah orang besar di masa yang akan datang”. Nadhiful Labib “Dalam berorganisasi tentu ada suka dan emosi, namun jalani saja dengan ikhlas. Sesuatu yang dilakukan ikhlas maka akan berbuah kebaikan. Arif Widodo “Dalam berorganisasi memilih mengikuti arus atau anarkis, semua pilihan masing-masing mempunyai resiko. Pilihan yang tepat adalah memilih organisasi forshei. Selama niat berproses walaupun hanya kegiatan kecil seperti diskusi akan berdampak besar kemudian hari. Karena berpengaruh pada jangka panjang. Nikmati saja prosesya”. Nafis Ghifary “Jika kalian aktif berorganisasi, maka kalian akan berbeda dengan teman-teman yang lain. To be somethinh different”. Viki Iffah “Selamat berproses. Jangan memberi alasan ketika mengikuti proses di forshei. Forshei adalah keluarga yang menjembatani kesuksesan”. Vivi Liana “Nikamtilah kegiatan di forsehi dan akan merasakan manfaatnya di masa yang akan datang”. Eny Kusumawati “Berproseslah selagi masih ada waktu berproses”. Moderator menyimpulkan bahwa apa yang di sampaikan dapat diambil manfaatnya maka berproseslah dengan ikhlas.

        Minggu, kegiatan praset di hari terakhir di buka dengan senam bersama pukul 05.00 WIB di lapangan gedung muslimat NU Kendal. Kemudian jalan santai menuju alun-alun Kendal untuk melaksankan outbound. Persaingan antar kelompok membuat outbound terasa seru dan menyenangkan. Adapun lombanya: lempar air menggunakan sarung, bermain bola dengan tangan yang di ikat dan lain sebagainya. Hari mulai panas dan waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB dan outbound di tutup dengan foto bersama di alun-alun Kendal.

        Serangkaian acara selanjutnya adalah sosialisasi perbidang yang ada di forshei di laksanakan pukul 09.30 bertempat di aula gedung muslimat NU Kendal. Masing-masing bidang menjelaskan program kerjanya ke kelompok-kelompok secara bergiliran. Setelahnya langsung pembagian mentor bagi kader anyar. Mentor berasal dari kader forshei 2015.

        Waktu yang di tunggu-tunggu, yaitu pemilihan ketua angkatan kader forshei 2017 pada pukul 11.15 WIB. Terdapat lima kandidat yang di calonkan, yaitu: Wiwin Dwi Wahyudi, Hilda Yusri, Restika Susanti, Milhatun Nisa, Wiwin Sri Wahyuni. Pemilihan ketua angkatan dilakukan dengan cara vouting. Akhirnya yang terpilih adalah Wiwin Dwi Wahyudi sebagai ketua angkatan forshei 2017 mendapat vout 13 dengan visi “Akan mengedepankan asas kekeluargaan karena forshei milik bersama dan bukan hanya milik saya. Kita akan mengkoordinir tujuan kita bersama” juga bermotokan “Man jadda wajada”.

        Acara selanjutnya penutupan praset yang di pandu oleh saudari Eva Nurul Annisa selaku pembawa acara. Penutupan di buka dengan membaca surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh Eva Nurul Annisa selaku pembawa acara penutupan praset. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh ketua panitia (Pandu R), ketua umum forshei (M Firdaus), dan Alumni forshei (Ubaid) sekaligus menutup resmi acara praset. Ayat Al-Qur’an dilantunkan oleh saudara Eko Cholil. Acara penutupan praset ditutup dengan membaca al-hamdalah dipimpin oleh saudari Eva Nurul Annisa selaku pembawa acara. Kemudian dilanjutkan foto bersama sebagai kenangan dalam acara praset dan tos bersama sebagai salam semangat. Acara terakhir adalah sayonara.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »