Mendulang Keterampilan Melalui Pelatihan Handicraft

Wednesday, November 22, 2017

Semarang, Rabu 22/11 Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan pelatihan handicraft (kreasi bunga) tepat pada pukul 09.00 – 12.00 WIB yang diselenggarakan di Lobi Audit 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Pelatihan tersebut dipandu oleh Saudari Mamik Noor Hidayati. Peserta yang hadir sebanyak 15 orang, yang terdiri dari kader forshei dan beberapa peserta lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk memeriahkan acara FEBI EXPO yang merupakan ajang kreasi bagi mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang berkesempatan untuk mengembangkan kreatifitas, keterampilan, dan menciptakan sebuah inovasi.
Pelatihan handicraft yang berbentuk kreasi bunga ini merupakan kerajinan tangan yang menggunakan bahan dasar dari benang dan kain flanel. Adapun alat-alat dan bahan yang digunakan dalam kerajinan tangan ini ialah, gunting, lem, solasi, benang, jarum, kain flanel, pita, dan plastik khusus pembungkus bunga. Bahan tersebut kemudian dijahit menggunakan jarum dan benang untuk dirangkai menjadi berbagai macam bentuk bunga seperti bunga mawar, matahari, dan sebagainya dengan berbagai macam warna, yaitu warna merah, kuning, putih, dan hijau. Selain membuat bunga, Saudari Mamik juga mengajarkan bagaimana cara membuat dan menyusun bucket bunga. Masing-masing peserta membuat 1 macam bunga dari kreasi bunga ini. Beruntungnya, peserta dapat membawa pulang 1 macam kreasi bunga dari hasil yang telah dibuatnya tadi.
“Mengingat prosesnya yang membutuhkan ketelatenan, ketekunan, dan fokus yang cukup tinggi. Kerajinan tangan ini ternyata juga terdapat banyak manfaat yang diperoleh. Beberapa diantaranya adalah dapat melatih kesabaran, mengasah kreatifitas, mengisi waktu yang bermanfaat, mengembangkan keterampilan serta dapat menciptakan peluang bisnis dengan bekal apa yang dipelajari saat mengikuti pelatihan”, ujar saudari Mamik (si pemandu).
Dengan pelatihan handicraft ini, diharapkan mahasiswa-mahasiswi khususnya kader forshei, dapat menjadi mandiri dan terampil, serta dapat menciptakan sebuah usaha kecil dalam pembuatan kreasi bunga untuk dijadikan barang yang mempunyai nilai jual tinggi.

Desydia Mamba’ul Ulum (Kader 2016)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »