Kunjungan Media dan Penerbitan ke Tirto.id



Yogyakarta, 13/02/2020 – Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) melaksanakan kunjungan media ke Tirto.id yang terletak di Desa Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh unit pelatihan divisi media dan penerbitan dengan mengusung tema “Urgensi Data dalam Menciptakan Konten yang Berkualitas” yang diikuti oleh 14 kader forshei terdiri dari MPF (Majelis Pertimbangan Forshei) dan kader 2017-2019. Acara ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada kader forshei mengenai pengelolaan data dan  sosial media yang baik serta bijak agar dapat menciptakan konten yang berkualitas dan menarik.

Acara dimulai pada pukul 12.00 WIB diawali dengan sambutan oleh wakil ketua umum forshei M. Lizamuddin kemudian dilanjut sambutan dari perwakilan Tirto.id yaitu Saudara Agung Dwi Hartanto selaku koordinator yang menyampaikan bahwa Tirto.id berdiri pada Agustus 2016 dan banyak dinamika yang terjadi hingga sekarang.

Selanjutnya sesi tanya jawab oleh kader forshei kepada pihak Tirto.id yang mengorek informasi lebih mendalam tentang media dari Tirto.id sendiri dan saran untuk pengembangan media forshei kedepannya. Dari sesi tersebut disampaikan tips mengenai data yang ringan tetapi kuat untuk dibaca yaitu dengan bahasa yang dibuat lebih kekinian, sifatnya momentum serta masalah harian yang sering muncul. Perlu diketahui juga bahwa sumber artikel yang digunakan adalah sumber primer. Dalam menjaga konsistensinya Tirto.id bekerja sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). Konten harian seperti infografik agar menarik judul harus jelas, pemilihan warna juga mempengaruhi arti dari desain itu sendiri. Dalam infografik kita dapat mempelajari jurnalisme data dengan menggabungkan statistik data dan jurnalistik sehingga dapat menghasilkan data yang baru. Untuk media sosial harus memiliki karakteristik yang berbeda-beda misalnya sesuaikan dengan kelompok umur dan caption tiap media sosial dibedakan. Media harus punya fokus atau titik utama yang disampaikan supaya berbeda dari yang lain. 

Sesi terakhir penjelasan mengenai nama Tirto yaitu berarti air menunjukkan bahwa hal-hal itu tidaklah bertentangan. Air mengalir, mengisi ceruk, sekaligus jernih - menunjukkan kedalaman. Air selalu dibutuhkan. Mencita-citakan jurnalisme dengan nama Tirto, yaitu alternatif pengucapan dari tirta yang berarti air. Selain air, nama Tirto juga dipilih sebagai ungkapan rasa hormat kepada Tirto Adhi Soerjo (1880-1918), Bapak Pers sekaligus Pahlawan Nasional.

Usai semua rangkaian acara, ditutup dengan foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan kepada Tirto.id. Kegiatan ini diharapkan menambah kekompakan sesama kader forshei untuk membangun forshei lebih maju kedepannya terutama dalam bidang media.


Umi Qonita
(Kader 2018)





Posting Komentar

0 Komentar