Musyawarah Tahunan (MUSTA) Periode 2019/2020

 

Semarang, (7/8/2020) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang melaksanakan agenda tahunan yaitu Musyawarah Tahunan (MUSTA) 2020 yang berlangsung dua hari dari tanggal 7 sampai 8 Agustus 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan guna mempertanggungjawabkan hasil kerja pengurus selama satu periode dan menguraikan kegiatan yang telah terlaksana maupun belum serta menjelaskan kendala yang dihadapi. Acara tersebut dihadiri oleh kader forshei angkatan 2017-2019, Majelis Pertimbangan  Forshei (MPF), dan Keluarga Alumni (KA).

Musta 2020 diawali dengan pembacaan al-fatihah yang dipimpin oleh Tria Pibriani kader 2019 sebagai MC pada pukul 18.00 WIB. Musta 2020 dimulai dengan acara Tasyakuran Wisuda yang bertempat di Panti Asuhan Al-Hikmah di Jalan Raya Beringin No.4 Tambakaji, Ngaliyan. Selanjutnya yaitu pembacaan yasin, tahlil, dan doa yang dibacakan oleh saudara Na’im dan Fais. Selanjutnya yaitu sambutan-sambutan. Sambutan pertama yaitu sambutan dari ketua panitia Musta 2020 Saudara Fahrurrozi kader 2019, kedua sambutan dari ketua umum forshei yaitu Saudara Nur Ma’arif kader 2017, ketiga sambutan dari MPF yang diwakili oleh Saudara Moh. Ikhsanudin, sambutan terakhir yaitu dari Perwakilan Wisudawan 2020 yang oleh Saudara Muhammad Faizul Mahmud.

Acara selanjutnya adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh perwakilan wisuda 2020 yaitu Saudara Muhammad Faizul Mahmud. Selanjutnya acara tasyakuran wisuda ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Tria Pibriani selaku MC. Kegiatan dilanjutkan dengan sholat isya’ lalu dilanjutkan dengan acara puncak yaitu laporan pertanggungjawaban dari para pengurus yang dimulai pukul 19.30 WIB. Acara pertama yaitu pemaparan laporan pertanggungjawaban hasil kerja selama satu periode dari Unit PSDK (Pengembangan Sumber Daya Kader) yang menyampaikan event yang terlaksana maupun belum serta kendala yang dihadapi. Adapun saran dari kader 2018 untuk Unit PSDK yaitu forum khusus antar angkatan tidak perlu formal agar hubungan sesama anggota dapat lebih erat.

Kedua yaitu pemaparan laporan pertanggungjawaban dari Unit Pelatihan yang terdiri atas tiga divisi, yaitu divisi media dan penerbitan, divisi multimedia, dan divisi usaha dan kreativitas. Hal yang disampaikan yaitu mengenai perkembangan publikasi dan inovasi konten serta kendala yang dihadapi mengenai belum maksimalnya dalam mengelola konten youtube dan twitter. Adapun saran dari KA yaitu  perlu belajar dasar-dasar caption dan memaksimalkan twitter dengan forsambat. Ketiga yaitu pelaporan pertanggungjawaban dari Unit Kajian yang terdiri atas tiga divisi, yaitu divisi muamalah dan qutubuturats, divisi ekonomi dan akuntansi, dan divisi riset dan jurnalistik. Yang disampaikan dalam laporan tersebut adalah pencapaian beberapa kegiatan serta kendala yang dihadapi. Adapun saran dari MPF maupun kader 2019 adalah pengurus dan kader 2019 harus sama-sama berkontribusi demi kelancaran kegiatan tersebut. Kader 2019 juga menyarankan agar setiap 3 bab atau beberapa bab diadakan ujian agar kader lebih memahami materi yang telah diberikan. KA juga menyarankan untuk membuat survei pelanggan dan nama dirahasiakan agar kader dapat berekpresi dengan bebas tanpa ada rasa canggung.

Laporan terakhir yakni dari Unit BPH (Badan Pengurus Harian) yang menyampaikan berusaha untuk memonitoring semua kegiatan melalui kepala unit dan menyingkronkan setiap unit. Adapun kendala yang dialami yaitu pengurus dirasa kurang dalam mementoring para kader dikarenakan beberapa faktor. Adapun saran dari KA yaitu perlu dibangun rasa kepemilikan dan persaudaraan agar dapat forshei dapat menjadi lebih baik. Etos kerja itu penting, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil demi tercapainya suatu hal yang besar. Kegiatan laporan pertanggungjawaban ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan oleh kader 2019 yang diwakili oleh Saudara Bagas Siwi dan Saudari Annisah serta sambutan dari perwakilan MPF yaitu Moh. Ikhsanudin, sambutan dari KA yang diwakili oleh Saudara Ahmad Ghifary Rijalun Nafis dan ditutup sambutan dari Saudara Ahmad Fauzi.

Kegiatan selanjutnya yaitu pemilihan ketua umum forshei tahun 2020-2021 yang dimulai pukul 06.00 WIB yang dipimpin oleh Saudara Moh. Ikhsanudin dan Iqbal Haqiqi. Adapun 7 kandidat yang dicalonkan terpililah 5 kandidat yang akan diseleksi kembali oleh MPF dan KA forshei. Setelah menjalani seleksi dan tes maka terpilihlah Saudara Sulton Ulumuddin dan Lukmanul Hakim menjadi ketua umum dan wakil ketua umum  forshei periode 2020-2021. Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama seluruh kader forshei. Semoga dengan adanya Musta 2020 ini dapat menjadikan forshei dan kader menjadi lebih baik.

Dwi Nur Aini
(kader forshei 2019)

 

Posting Komentar

0 Komentar