Konsep Produksi Konvensional



Konsep produksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam menghasilkan suatu produk, baik berupa barang atau jasa yang dimanfaatkan oleh konsumen. Saat kebutuhan manusia masih sedikit, kegiatan produksi dan konsumsi cenderung dilakukan sendiri, yaitu seseorang memproduksi untuk kebutuhnya sendiri. Namun, dengan berbagai macam kebutuhan manusia sekarang ini yang semakin banyak dan keterbatasan sumber daya, maka seseorang membutuhkan orang lain dalam memproduksi segala pemenuh kebutuhannya.

Sedangkan aktifitas produksi yaitu suatu upaya atau kegiatan untuk menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan sumber daya alam (SDA) yang tersedia. Sedangkan kegiatan menambah nilai guna suatu barang dikenal lima jenis kegunaannya. Diantaranya adalah, guna bentuk, guna jasa, guna tempat, guna waktu dan guna milik.

Dari kegiatan produksi dan aktifitas produksi tentu ada faktor yang menunjang atau memengaruhi produksi. Pertama, tanah atau bahan baku. Bahan baku merupakan faktor utama dalam produksi, sebab alam telah menyediakan begitu banyak SDA untuk dimanfaatkan yang nantinya akan berguna bagi orang banyak. Kedua, tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan tangan-tangan untuk mengolah bahan baku sehingga menjadi suatu produk atau jasa. Ketiga, modal. Suatu produksi akan berjalan apabila ada modal. Modal digunakan untuk membeli bahan baku awal dan menggaji tenaga kerja sehingga aktifitas produksi bisa terus berputar. Secara kontemporer modal dibagi menjadi dua, modal fisik dan modal uang. Keempat, manajemen. Adanya manajemen yang dapat mengalkulasi keuntungan dan kerugian dengan baik, sehingga risiko kerugian bisa diminimalisir. Kelima, teknologi. Selain membutuhkan tenaga kerja, adanya teknologi juga memudahkan kegiatan produksi dalam mengolah suatu produk atau jasa.

Salah satu keberhasilan produksi memerhatikan dan berhasil menerapkan konsep serta hukum produksi dengan baik. Konsep dan hukum produksi adalah sebagai berikut. Pertama, konsep efisiensi. Efisiensi dibagi menjadi dua, efisiensi fisik dan efisiensi ekonomis. Efisiensi fisik yaitu memerhatikan pengeluaran fisik dan pemasukan fisik secara maksimum. Sedangkan efisiensi ekonomis yaitu mencapai keuntungan maksimum berupa uang. Kedua, konsep opportunity cost. Adalah nilai produk yang diproduksi karena pemasukannya telah digunakan untuk menghasilkan produk lain. Ketiga, konsep keuntungan maksimum dan kerugian minimum. Merupakan perwujudan dari produsen yang mengejar kepuasan atau keuntungan maksimum dari produksi yang dilakukan. Keempat, konsep optimalisasi. Keadaan ini tercapai jika keuntungan maksimum dan kerugian minimum suatu produsen bekerja secara optimal, sehingga hasil yang didapat bisa keuntungan maksimum dan kerugian minimum. Kelima, konsep jangka waktu produksi. Jangka waktu produksi dibagi menjadi dua, yaitu jangka pendek dan jangka jauh, konsep jangka waktu merupakan ekspektasi yang akan dicapai suatu prosuden terhadap produksinya. Keenam, konsep mekanisme pasar. Merupakan perputaran ekonomi, harga-harga produksi dan berjalannya ekonomi melalui pasar. Ketujuh, konsep marginal. Merupakan perbandingan antara nilai tambahan produk dengan nilai tambahan satu satuan pemasukan.

Hukum produksi adalah sebagai berikut. Pertama, Low of Increasing Return. Hukum ini menyatakan bahwa setiap penambahan pemasukan kepada pemasukan yang tetap akan menghasilkan tambahan pengeluaran yang semakin besar dibanding tambahan masukannya. Kedua, Low of Dimishing Return. Setiap penambahan pemasukan kepada pemasukan yang tetap akan menghasilkan pengeluaran yang semakin kecil dibandingkan masukannya. Ketiga, Low of Decreasing Return. Setiap penambahan pemasukan kepada pemasukan yang tetap akan menghasilakan pengeluaran penurunan yang semakin besar dibandingkan masukannya. Keempat, Economics of Scale dan Diseconomic of ScaleEconomics of Scale adalah penghematan kegiatan produksi karena skala usaha lebih besar, sedangkan Diseconomics of Scale adalah pemborosan kegiatan produksi karena skala usaha lebih besar.

Selain itu, faktor produksi konsumsi merupakan sesuatu yang diperlukan dalam menentukan besar kecilnya konsumsi. Faktor-faktornya secara umum dibagi menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor non-ekonomi. Faktor ekonomi yaitu meliputi, pendapatan produsen, perkiraan harga pasar, iklan dimedia cetak atau media online, harga barang yang bersangkutan dan harga barang lain untuk membandingkan harga dipasaran. Sedangkan faktor non-ekonomi yaitu faktor dari aspek konsumen dan kultur setempat, diantaranya yaitu, selera konsumen, adat istiadat setempat, mode atau gaya hidup seseorang dan jumlah kecilnya keluarga juga akan memengaruhi besar kecilnya konsumsi.