Kebijakan Moneter

 

MONETER

Kebijakan moneter: kebijakan dari otoritas moneter (bank sentral) dalam bentuk pengendalian agregat moneter (seperti uang beredar, uang primer, atau kredit perbankan) untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Perkembangan perekonomian yang  diinginkan dicerminkan oleh stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, dan kesempatan kerja yang 

tersedia.


✓ Jenis Kebijakan Moneter:

Kebijakan moneter ekspansif (Monetary expansive policy/ easy money policy) merupakan suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi.

Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary contractive policy/ tight money policy) merupakan suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi.


❖ Instrumen Kebijakan Moneter :

• Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) : cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Apabila ingin meningkatkan jumlah uang yang beredar, maka Bank sentral akan membeli surat berharga di masyarakat. Begitu pula, sebaliknya.

• Kebijakan Diskonto (Discount Rate) : pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum.

• Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) : pengaturan jumlah uang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah.

• Imbauan Moral (Moral Persuasion) : imbauan pemerintah kepada masyarakat dalam mengambil sikap terhadap suatu kebijakan moneter.


Kebijakan Moneter

Dalam ekonomi Islam, tidak ada sistem bunga sehingga bank sentral tidak dapat menerapkan 

kebijakan discount rate.


Sumber gambar: https://ekbis.sindonews.com/berita/838057/35/indonesia-tekan-kebijakan-moneter-as-di-ktt-g20