Majalah Falah edisi V "Keuangan Inklusif sebagai Akselerasi Perekonomian Umat"

Majalah Falah edisi V "Keuangan Inklusif sebagai Akselerasi Perekonomian Umat"

Thursday, December 24, 2015 Add Comment
Kebijakan keuangan inklusif adalah suatu bentuk pendalaman layanan keuangan (financial service deepening) yang ditujukan kepada masyarakat in the bottom of the pyramid untuk memanfaatkan produk dan jasa keuangan formal seperti sarana menyimpan uang yang aman (keeping), transfer, menabung maupun pinjaman dan asuransi. Berikut ini adalah Majalah Falah hasil karya kader forshei yang membahas tentang Keuangan Inklusif.

Download E-Magazine Falah Edisi V disini

Hasil gambar untuk keuangan inklusif







Kunci Jawaban Tes Potensi Akademik Forshei 2015

Wednesday, December 23, 2015 Add Comment
Hasil gambar untuk jawaban

Assalamuálaikum Sahabat ForSHEI, setelah kita lalui Tes Potensi Akademik edisi 2015 lusa mungkin masih ada teman-teman yang ingin mengetahui apa sih jawaban dari soal TPA kemarin, di postingan kali ini lah kami akan menjawab pertanyaan berikut, check it out di bawah ya, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian semua :) #ket: jika ada angka yang sama, no. pertama soal TPA I dan no. kedua TPA susulan, karena perbedaan soalnya tidak banyak maka kami gabungkan keduanya disini, mohon maaf.

Merajut Ukhuwah Menjalin silaturahim KSEI ForSHEI dan KSEI FORBASYA

Friday, December 11, 2015 Add Comment

 Silaturahim KSEI FORBASYA dengan KSEI ForSHEI

SEMARANG- Jumat, 11 November 2015 KSEI ForSHEI menyambut dengan hangat kedatangan sahabat-sahabat KSEI FORBASYA dari STAIN Pekalongan.
pada pukul 11.00 WIB tepat para peserta studi banding FORBASYA dengan ForSHEI ini sampai ke kampus 3 UIN Walisongo Semarang.
sembari menunggu para ikhwan melaksanakan shalat juamt para peserta perempuan mengakrabkan diri di kediaman salah satu kader ForSHEI di perum BPI Semarang.
acara yang merupakan serangkaian program kerja KSEI FORBASYA ini dibuka pada pukul 13.00 oleh ketua ForSHEI yaitu Ahmad Fauzi.
dilanjutkan dengan perkenalan dari seluruh peserta studo banding, disambung pula dengan pemaparan materi serangkaian program kerha dari KSEI ForSHEI.
secara bergiliran masing-masing BPH dan koordinator bdang memaparkan program kerja dan mekanisme dalam organisasi ForSHEI itu sendiri.
acar berlangsung cukup seru dengan beberapa dialog interaktif antar peserta dari KSEI FORBASYA yang aktif bertanya dan menanggapi proker dari KSEI ForSHEI.
Setelah selesai berbincang mengenai beberapa pengalaman masing-masing KSEI, studi banding pun ditutup dengan penyerahan cinderamata dari KSEI FORBASYAI kepada KSEI ForSHEI serta foto bersama.
Dari acara studi banding ini, berbagai wawasan mengenai organisasi yang dipaparkan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Selain menggali ilmu, studi banding ini juga bertujukan menjalin silaturrahim antar KSEI.
Diharapkan, dari studi banding seperti ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta mengembangkan wawasan sehingga muncul semangat juang bagi pemuda ekonom rabbani.

FaForit (Family ForSHEI Visit)

Friday, December 11, 2015 Add Comment

 Kunjungan Edukasi dan Sosialisai Interaktif Otoritas Jasa Keuangan 

SEMARANG - kamis 10 Desember 2015, ForSHEI ( Forum Studi Hukum Ekonomi Islam) UIN Walisongo Semarang mengadakan Kunjungan Edukasi dan Sosialisasi Interaktif Otoritas Jasa Keuangan di kantor OJK regional 4 Jateng DIY pagi hari, dengan diikuti oleh 60 kader ForSHEI angkatan 2013, 2014 serta 2015.
Dilaksanakanya kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai literasi industri jasa keuangan yang saat ini sedang disosialisasikan kepada konsumen atau masyarakat guna meningkatkan tingkat utilitas dan kepercayaan terhadap lembaga dan produk jasa keuangan di Indonesia.
Acara dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Sambutan pertama dibawakan oleh Muhammad Arifin mewakili Dekan 3 yang dilanjutkan sambutan kedua oleh Rusli Ambar (ketua bagian dokumentasi dan sosialisasi OJK regional 4 Jateng-DIY) yang menjelaskan gambaran umum latar belakang berdirinya ojk.
Hans selaku pembicara dari salah satu karyawan ojk mengawali materi dengan memperkenalkan pengertian mendasar mengenai ojk, tujuan, fungsi, tugas dan diakhiri dengan memberikan tips aman dalam berinvestasi.
Di akhir acara diadakanya sesi tanya jawab menarik mewarnai seluruh acara khususnya terkait perlindungan konsumen dan juga ada banyak sekali kader ForSHEI yang antusias dalam sesi tanya jawab tersebut, namun karena keterbatasan waktu sehingga ada pula bebertapa kader yang belum berkesempatan menyampaikan pertanyaanya tersebut.
"acara ini semua kegiatanya tidak hanya mengadung satu makna akan tetapi tersimpan banyak hikmah dan pembelajaran yang inspiratif dan memotivasi. kegiatan ini juga dapat memberikan pengalaman baru bagi kami, teman baru dan tentunya akan melahirkan orang-orang sukses baru nantinya" ujar Ghaniyyu Imam Prakoso salah satu peserta kunjungan kader ForSHEI angkatan 2015.
Tak kalah seru, menjelang ahir acara diadakan game yang membuat antusias seluruh peserta untuk menebak teka-teki dari materi yang telah dipaparkan. Acara ini berjalan dengan lancar. Kegiatan ini berakhir pukul 12.00 tanpa suatu kendala sedikitpun.

Vicky Iffah 




Etika dalam Berekonomi

Tuesday, December 08, 2015 Add Comment
                             Etika berekonomi

Lalu lintas perekonomian di lapangan, terlihat sering menimbulkan ketidakseimbangan teriring dengan rasa “tidak adil” yang mengakibatkan ketidakrelaan serta penderitaan bagi salah satu pihak yang terkait. Dalam ekonomi konvensional misalnya, sistem yang diterapkan tidak didasarkan pada aspek norma ataupun etika berekonomi, justru motivasinya adalah mencari laba sebanyak-banyaknya. Keikhlasan pun sering terabaikan tersisih dengan sistem yang mengikat. Solusi terhadap kegelisahan masyarakat adalah dengan memilah mana yang benar-benar sesuai syariat. Maka dalam hal ini ekonomi Islam lahir dari perkembangan ekonomi secara umum yang syarat akan nilai normalitas, sehingga etika memperhatikan kerelaan menjadi faktor penting dalam brekonomi.
Akhlak memang sudah dimiliki sejak manusia itu dilahirkan, namun belum terlihat sampai dengan terjaadinya suatu tindakan. Dalam Islam Etika sering disebut sebagai akhlak, sedangkan pengertian akhlak merupakan budi pekerti, watak dan tabiat. Disinilah letak yang membedakan antara manusia dengan mahluk yang lain, yakni akhlak. Menurut imam Al-Ghozali “akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan gampang tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Jika sifat itu tertanam dalam jiwa maka menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik dan terpuji menurut akal dan syariah”. Adanya akal menimbulkan nilai-nilai moral yang sangat penting bagi manusia, sehingga mampu bersikap, bertindak serta bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya.  Apabila akhlak terpuji sudah dibiasakan sejak dini, maka perasaan berat muncul ketika melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan syariah termasuk dalam berekonomi.
Pandangan dalam ekonomi konvensional, para pelaku ekonomi diasumsikan selalu sibuk dengan pemuasan maksimum terhadap keinginan (want) akan barang dan jasa. Sistem ini tidak melihat pendekatan moral dan etika sebagai suatu dasar dalam pemenuhan ekonomi serta menimbulkan permasalahan ekonomi berupa kelangkaan terhadap sumber daya. Akibatnya, distribusi yang tidak adil dan merata terjadi dalam sistem ekonomi yang membolehkan eksploitasi pihak yang kaya terhadap pihak yang miskin dalam rangka pemenuhan kepuasan maksimum tersebut. Selain itu, berkembangnya sistem ribawi serta kurangnya kesadaran pajak dan tanggung jawab sosial merupakan akibat tidak adanya norma yang mengatur sehingga menimbulkan kemiskinan struktural.
Hal ini berbeda dengan sistem ekonomi Islam. Ekonomi Islam merupakan suatu ilmu pengetahuan yang berupaya untuk memandang, meninjau, meneliti, dan pada akhirnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara yang islami. Tujuan dari ekonomi syariah tidak lain untuk mencapai falah (kesejahteraan). Falah dapat tercapai apabila  memenuhi 3 pilar yaitu: keadilan, keseimbangan dan kemaslahatan. Sebagian besar, konten ekonomi syariah bersifat normatif yang mengatur perilaku agen dalam ekonomi agar tercapainya falah. Penerapan instrumen dilakukan dengan instrumen wajib, instrumen sukarela, instrumen haram, prinsip profit and loss sharing sebagai pengganti sistem ribawi serta mengedepankan aktivitas ekonomi produktif. Kaitannya dengan hal tersebut, etika benar-benar djadikan pedoman dalam berperilaku ekonomi.
Ekonomi Islam mempunyai sifat dasar yaitu ekonomi rabbani dan insani. Ekonomi rabbani karena adanya nilai-nilai ketuhanan (illahiyah), sedang ekonomi insani dilaksanakan dan ditujukan untuk kemakmuran manusia. Keduanya harus dijalankan secara berimbang atau beriringan.
Menurut Qardhawi, ilmu ekonomi Islam memiliki 3 prinsip dasar yaitu: tauhid, akhlak dan seimbang. Keimanan mempunyai peranan penting dalam ekonomi Islam, karena secara langsung akan mempengaruhi cara pandang dalam membentuk kepribadian, perilaku, gaya hidup, selera dan preferensi manusia, sikap-sikap terhadap manusia, sumber daya dan lingkungan. Konsep tauhid menggunakan standar tertentu dalam menentukan sebuah moral, etika dan hukum yang disebut dengan mashlahah. Hubungan ekonomi dan moral dalam Islam (Yafie, 2003: 41-42) adalah larangan terhadap pemilik dalam menggunakan harta yang dapat menimbulkan kerugian atas harta orang lain atau kepentingan masyarakat, larangan melakukan penipuan dalam transaksi, larangan menimbun emas dan perak atau sarana-sarana moneter lainnya, sehingga mencegah peredaran uang, larangan melakukan pemborosan, karena akan menghancurkan individu dalam masyarakat. Maka berekonomilah dengan mengedepankan etika dan moral agar terwujudnya ekonomi yang berbasis syariah dan terciptanya kesejahteraan bersama.



Dzuriyatun Nafi'ah (staff kajian dan penelitian ForSHEI 2015)