Sharia Economits Training 2nd ForSHEI

Monday, April 25, 2016 Add Comment

“Mencetak Generasi Muda yang Profesional, Kuat dalam Berjuang, Bersih dalam Tindakan”

Semarang- Usai diselengarakanya Sharia Economist Training (SET) pada bulan Oktober lalu, kali ini Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) meyelenggarakan lanjutan SET yang ke 2 di Gedung DPW PPP Mangkang (23-24/4) yang sebelumnya di Madrasah Diniyyah Hidayatul Mubtadi'in Nyatnyono Ungaran Kabupaten Semarang (10-11/4).
Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) UIN Walisongo Semarang adalah organisasi yang fokus dalam melakukan kajian, sosialisasi dan pengembangan ekonomi Islam.
Untuk merealisasikan tujuan organisasi tersebut, ForSHEI mengadakan Acara Sharia Economist Training 2nd (SET 2) yang merupakan tingkat kaderisasi jenjang kedua.
Sharia Economist Training 2nd bertujuan untuk mencetak kader
organisator dan cerdas, memiliki karakter juang yang kuat, profesional dan memiliki akhlaqul karimah. ForSHEI memandang kestersediaan Sumber Daya Insani (SDI) yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan SDI pada sektor- sektor industri keuangan dan bisnis syariah masih sangat minim. Peran aktif organisasi mahasiswa dan instansi terkait seperti perguruan tinggi, industri dan
lain-lain muthlak dibutuhkan untuk mencetak generasi muda masa depan yang lebih baik.
Sebagai kontribusi aktif ForSHEI dalam membangun generasi kedepan yang lebih baik, mencetak SDI yang mumpuni dan pendalam bekal keilmuan kader, ForSHEI mengadakan Sharia Economist Training 2nd dengan tema “Mencetak Generasi Muda yang Profesional, Kuat dalam Berjuang, Bersih dalam Tindakan” dengan harapan agar menjadi bekal kader ForSHEI kedepan untuk siap berkontribusi aktif dan simultan dalam meningkatkan kualitas ForSHEI.
Poin penting yang terdapat di SET 2 salah satunya yaitu untuk menambah kualitas keilmuan kader - kader ForSHEI, karena ilmu di SET 2 ini belum tentu bisa di dapatkan di bangku perkuliahan. "banyak sekali orang lain yang saya lihat, ilmu yang di dapatkan tidak setara dengan organisasinya, hanya dikajian - kajian tertentu saja untuk mendapatkan ilmu seperti itu, SET 2 inilah diantaranya," ujar Fuad, Ketua Panitia SET 2.
Ilmu yang diajarkan ketika SET 2 ini diantaranya yakni para kader lebih diajarkan keorganisasian bagaimana keorganisaian yang baik, dan juga diajarkan public speaking guna meningkatkan kualitas para kader ForSHEI dan diharapkan bisa mempunyai jiwa kepimpinan yang baik serta memperoleh wawasan baru tentang pembanguna desa maupun kampung UKM digital. Para narasumber didatangkan dari alumni ForSHEI yang telah menjadi orang sukses dan PT Telkom serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jawa Tengah.
Acara berahir pukul 13.40 ditutup dengan lancar dan penyampaian sejuta kesan pesan oleh para peserta panitia dan juga BPH ForSHEI.


Nuzulul Muhammad Nur ( Kader ForSHEI 2015)



OJK-ForSHEI Goes To Pesantren

Thursday, April 14, 2016 Add Comment

OJK dan ForSHEI Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren

      Jawa tengah merupakan provinisi dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia akan tetapi tingkat literasi keuangan penduduk Jawa Tengah masih sekitar 19,25%. Sedangkan untuk tingkat inklusif keuangan masyarakat Jawa Tengah berada di angka 41%. Maka dari itu atas inisiatif dari Forum Studi Hukum Ekonomi Islam bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) regional IV Jateng-DIY mengadakan sosialisasi dan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat dengan segmentasi santri dan santriwati di kecamatan Mranggen kabupaten Demak yang bertajuk “OJK Goes To Pesantren” .
Acara yang diselenggarakan di aula Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak, Jawatengah, Rabu (13/04) ini dibuka oleh sambutan bapak  Panca HadiSuryanto (Kepala OJK Regional IV Jateng-DIY) ditujukan kepada para santri agar dapat meningkatkan pemahaman mengenai Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Sejalan dengan tema acara yaitu Membangun Pesantren Sebagai Pioner Terdepan Pusat Informasi Keuangan Syariah Untuk Masyarakat Indonesia, OJK dan ForSHEI menghadirkan beberapa pembicara yang berpengalaman dalam Industri Keuangan Syariah salah satunya bapak Nur Setyo Kurniawan selaku Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal mengatakan bahwa “tingkat literasi Jawa Tengah berdasarkan survey tahun 2013 masih dibawah tingkat literasi nasional, rencananya tahun ini akan dilakukan survey kembali. Dengan adanya sosialisasi dan edukasi diharapkan umat islam bukan hanya menjadi nasabah melainkan juga dapat menjadi investor di Industri keuangan syariah dan dapat mencapai lebih dari 5% dari tingkat Inklusi nasional 59,71% saa tini.”
“OJK Goes To Pesantren ini merupakan suatu upaya sosialisasi OJK kepada masyarakat khususnya Pesantren dan pelajar untuk menambah pemahaman mengenai keuangan dan industri jasa keuangan. Ekspetasi saya terhadap pengembangan Ekonomi Syariah melalui pesantren agar menjadi pelopor dan pengembang ekonomi islam karena di Ponpes sudah banyak dibahas mengenai Fiqh Muamalah sehingga dapat diterapkan dalam sistim sederhana. Pesantren maupun industry keuangan lain dalamlingkup syariah.” Lanjutnya.
Acara ini pun mendapatkan sambutan baik dari Ketua II Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah yang menuturkan bahwa Ponpes tak hanya menjadi lembaga yang berkecimpung dalam intelektual dan spiritual saja, tetapi juga harus bekerja keras dan bekerja cerdas salah satunya berawal melalui acara ini. Dari hal ini dapat dilihat bahwa peran sosialisasi dan edukasi sangat besar untuk memberikan pendampingan agar program pemberdayaan masyarakat berjalan efektif.
Acara berahir pukul 12.30 WIB dengan lancar dan antusias yang tinggi dari para peserta.

Pipit Candra Eka Puspita (Kader ForSHEI 2015)