Mengenal Ekonomi ala Islam

Tuesday, July 26, 2016 Add Comment

Ekonomi islam adalah sebuah sistem ekonomi yang berdasarkan pada aturan syariat islam dimana Al-Qur’an dan Sunah Rasul menjadi acuan dan pertimbangan dalam penetapan aturan, prinsip dasar dari ekonomi syariah ini hampir sama dengan ekonomi konvesional yang membedakan adalah jika dalam sistem ekonomi konvesional terdapat bunga sedangkan dalam ekonomi islam bunga ditiadakan atau tidak ada, pada ekonomi konvesional bunga ditetapkan pada perjanjian awal dimana ketika nasabah meinjam modal /uang untuk melakukan sebuah kegiatan usaha kemudian bank akan melihat sebuah kegiatan usaha tersebut akan selalu mendapatkan keuntungan lalu bank akan sesuatu barang berharga milik nasabah sebagai jaminan, besar kecinya bunga ditentukan oleh besar kecilnya peminjaman modal atau uang semakin besar nasabah meminjam modal atau uang semakin kecil bunga yang ditawarkan bank kepada nasabah sebaliknya semakin kecil modal atau uang yang dipinjam semakin besar bunga yang ditawarkan bank kepada nasabah. Sistem pembayaran bunga ini tetap dan tidak meningkat , bank tidak akan melihat kegiatan usaha yang dilakukan oleh nasabah apakah untung atau rugi pembayaran bunga  akan tetap dan tidak meningkat, bank juga tidak akan mempertimbangkan jika nasabah rugi dalam kegitan usahanya pembayaran bunga akan turun ataupun sebaliknya jika nasabah mendapat keuntungan dalam kegiatan usahanya pembayaran bunga juga tidak akan naik, pembayaran bunga ini akan sama dalam tempo waktu yang sama pula.
Sedangkan pada ekonomi islam bunga ini diharamkan karna mempunyai banyak madhorot (masalah) dari pada manfaat maka sebagian dari jumhur ulama mengharamkan bunga bank ini dan diganti dengan sistem bagi hasil dimana penentuan bagi hasil ditentukan bersama-sama antara nasabah dan bank yang berbasis pada sistem syariah diawal perjanjian atau akad,perjanjian ini biasanya berisi objek jual beliporsi pembiayaan bank, jangka waktu, nominal keuntungan yang diterima bank dan lain sebagainya. Atas perjanjian tersebut maka selama masa pembiayaan berjalandan nasabah melakukan pembayaran dengan baik, bank tidak diperkenankan untuk menambah dan mengurangi keuntungan yang disepakati diawal sehingga pembayaran yang dilakukan nasabah tetap dan tidak berubah. Selain pembyaran yang tetap ekonomi syariah juga menerapkan sistem bagi hasil dimana kerjasama antara 2 orang atau lebih, yang satu menjadi pemilik modal dan yang lain menjadi menjadi pengelola modal keuntungan dibagi menurut i kesepakatan bersama. Jadi jika ada kerugian dikemudian pada kegiatan usaha yang dilakukan oleh pengelola modal maka kerugian bisa ditanggung pemilik modal, pengelola modal atau bersama-sama sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.


Arief Mahmudi (Kader ForSHEI 2016)