Pemikiran Ekonomi Konvensional “Adam Smith”

Friday, March 16, 2018 Add Comment
Bapak Ilmu Ekonomi Adam Smith, mencetuskan teori mengenai sistem ekonomi yang kemudian dikenal dengan sistem ekonomi kapitalis. Adam Smith percaya bahwa pada hakikatnya manusia rakus, egoistis, selalu mementingkan diri sendiri. Namun menurut Smith sikap ini memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara keseluruhan, dan juga bahwa sikap egoistis manusia tidak akan mendatangkan kerugian dan merusak masyarakat sepanjang ada persaingan bebas. Berhubungan dengan persaingan bebas, Smith menghendaki agar pemerintah sedapat mungkin tidak terlalu banyak campur tangan mengatur perekonomian. Pemikiran Smith, jika banyak campur tangan pemerintah, pasar justru akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian pada ketidakefisienan dan ketidakseimbangan.

Pemikiran Adam Smith pada teori nilai bahwa kekayaan suatu bangsa tergantung pada: pertama, tingkat produktivitas tenaga kerja; dan kedua, jumlah penggunaan tenaga kerja, yakni tenaga kerja produktif yang terpakai. Adam Smith memulai pembahasan pembahasan pembagian kerja karena hal ini menyangkut dasar terjadinya transformasi dari bentuk tenaga kerja yang konkrit dan produktif menghasilkan barang-barang (nilai guna) menjadikan tenaga kerja sebagai sebagai suatu unsur sosial. Pembagian kerja adalah dasar untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan inilah yang menjadi sumber kekayaan atau nilai tukar.

Mengenai teori modal dan distribusi menurut pemikiran Adam Smith bahwa pada ekonomi yang lebih modern, telah terjadi akumulasi modal dan lahan dimiliki tuan lahan sedangkan pemilik modal mendapat laba. Dengan demikian terjadi pergeseran arti teori nilai juga nilai nyata suatu barang sama dengan ongkos produksi. Jadi, sumber nilai bukan hanya tenaga kerja, tetapi juga lahan dan pemilik modal. Adam Smith menolak pendapat yang menyatakan bahwa surplus berasal dari barang yang dijual dengan tingkat harga diatas nilainya. Menurut Smith, nilai mengandung dua bagian yakni kepada tenaga kerja di satupihak dan pemilik modal (termasuk tanah). Dengan begitu, sulit mengatakan bahwa sumber nilai satu-satunya adalah tenaga kerja.

Pemikiran Smith juga menyangkut teori distribusi yakni hasil dari setiap golongan masyarakat. Pertama, kolompok kerja subsisten; kedua, hasil dari pemilik lahan; ketiga, pemilik modal. Inilah yang membuat teori ongkos produksi lebih relavan dari teori ongkos tenaga kerja. Dengan demikian, laba merupakan bagian dari nilai barang yang dihasilakan merupakan milik kapitalis, hubungan upah dan laba berlawanan. Peningkatan persediaan modal karena persaingan berakibat pada tingkat laba yang menurun sedangkan permintaan tenaga kerja meningkat. Keadaan terakhir ini akan meningkatkan pula tingkat upah. Tingkat laba menurut Smith adalah sekitah jumlah modal yang hilang dalam proses produksi ditambah jasa pemilik modal.

Ringkasnya, model ekonomi klasik yang dikembangkan Adam Smith terdiri dari empat prinsip umum. Pertama: penghematan, kerja keras, kepentingan diri yang baik, dan kedermawanan terhadap orang lain adalah kebajikan dank arena itu harus didukung. Kedua: pemerintah harus membatasi kegiatannya pada peraturan keadilan, memperkuat hal milik privat, dan mempertahankan negara dari serangan asing. Keiga: di bidang ekonomi, negara harus mengadopsi kebijakan perdagangan bebas, pajak rendah, birokrasi minimal. Keempat: standar klasik emas atau perak akan mencegah negara mendepresiasi lingkungan moneter yang stabil dimana ekonomi berkembang.

Selanjutnya yaitu pemikiran Adam Smith mengenai teori Mekanisme Pasar dan Pasar Persaingan Sempurna.  Dalam teori ekonomi mekanisme pasar adalah proses terjadinya interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap suatu barang atau jasa tertentu, dan hal telah memenuhi syarat untuk dikatakan sebuah pasar, yang pada akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan dan jumlah yang diperdagangkan. Jadi, setiap proses mempertemukan antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual), maka akan membentuk harga yang di sepakati antara pembeli dan penjual. Seiring dengan perkembangan zaman, jumlah pasar yang tersedia semakin bertambah dan berkembang seiring dengan kian bertumhnya permintaan dan penawaran serta campur tangan dari pemerintah. Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subjek masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukkan harga barang dipasar. Pada pasar persaingan sempurna harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran.

Pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya seperti beras, gandum, batubara, kentang dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna meliputi: jumlah penjual dan pembeli banyak, barang yang dijual sejenis atau serupa dan mirip satu sama lain, penjual bersifat pengambil harga, harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran, posisi tawar konsumen kuat, sulit memperoleh keuntungan diatas rata-rata, sensitif terhadap perubahan harga, mudah untuk masuk dan keluar dari pasar. Dalam pasar persaingan sempurna, keputusan mengenai jumlah output perusahaan secara individual tidak bisa mempengaruhi tingkat harga dan untuk keputusan mengenai penentuan harga, kurva permintaan menggambarkan secara horizontal. Oleh karena itu, harga dianggap konstan berapapun output yang dihasilkan.

Beberapa karakteristik sebuah pasar dapat dikatakan persaingan sempurna. Pertama, semua perusahaan memproduksi barang yang homogen. Kedua, produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi sempurna tentang pasar. Ketiga, output sebuah perusahaan relative kecil di banding output pasar. Keempat, perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar. Kelima, semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar.

Permintaan dan penawaran dalam pasar persaingan sempurna bahwa tingkat harga dalam jenis pasar ini ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapapun yang dijual perusahaan harga relative tidak berubah. Kurva permintaan (D) sama dengan permintaan rata-rata (AR) sama dengan kurva penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga (P). Kurva penerimaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0).

Kekuatan pasar persaingan sempurna yaitu: harga jual barang dan jasa adalah yang termurah, jumlah output paling banyak sehingga rasio output perpenduduk maksimal (kemakmuran maksimal), masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogeny) dan tidak takut di tipu dalam kualitas dan kuantitas. Kelemahan pasar persaingan sempuna: kelemahan dalam hal konsumsi, kelemahan dalam pengembangan teknologi, konflik efisiensi-keadilan.

Financial Technology (Fintech)

Monday, March 12, 2018 Add Comment

 

Senin, 12/03-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang kembali mengadakan kegiatan rutin yaitu diskusi  primer setelah liburan semester ganjil, diskusi bertempat di gazebo Fakultas Syariah dan Hukum dihadiri oleh kader 2015-2017 dan juga MPF. Diskusi primer yang merupakan salah satu program kerja bidang kajian dan penelitian. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam satu minggu. Diskusi yang bertujuan untuk mempertemukan dan menyatukan pendapat dalam rangka pengambilan kesimpulan dan melatih keberanian mengeluarkan pendapat secara logis. Diskusi kali ini adalah diskusi primer perdana pada semester genap tahun ini yang kedatangan pemateri dari KA forshei, beliau adalah saudara Arif Widodo, S.E.

Diskusi dimulai dengan membaca Surat al-Fathihah. Pada diskusi kali ini  akan membahas tentang Financial Technology”. Islamic Financial Technology, sebagai tantangan atau peluang masa depan ekonomi Islam. Fintech merupakan pemanfaatan teknologi dalam jasa keuangan, kaitannya dengan pembiayaan dan tabungan. Fintech sendiri diatur dalam POJK Nomor 77 dan PBI Nomor 18. Beberapa perusahaan Fintech di Indonesia adalah Investree, pinjam meminjam.com, CekAja, HaloMoney, Doku, Veritrans, Kartuku, dan lain sebagainya. Sedangkan beberapa contoh Fintech di Indonesia yaitu: e-money. Mengapa ada Fintech? Yang pertama, karena lebih hemat, maksudnya biaya operasional perbankan sangat mahal, sehingga dengan adanya Fintech akan lebih menghemat pembiayaan. Kedua, masih banyak daerah yang belum terjamah atau belum bisa mengakses perbankan. Ketiga, syarat pembiayaan di perbankan yang ribet.

Bagaimana hubungan Fintetch dengan Perbankan? Apakah Fintech akan menjadi ancaman bagi Perbankan di Indonesia? Tidak, Fintech akan menjadi partner bagi perbankan. Disini dana yang dihasilkan dari lender (pemodal) tidak mungkin disimpan sendiri oleh Fintech tersebut, tetapi Fintech akan menyimpan dana dari lander tersebut di perbankan. Selain itu, kerjasama yang dilakukan Fintech yaitu pada saat melakukan pembiayaan pada nasabah dengan mengverifikasi kebenaran data nasabah dan kemampuan nasabah dalam mengembalikan pembiayaan.

Dalam Fintech akan melibatkan tiga komponen, yaitu pihak yang kelebihan dana atau pemodal (lender), perusahaan Fintech itu sendiri, dan pihak yang kekurangan dana (borrower). Dimana lender ini akan memasukkan besaran nilai modalnya, dan borrower ini pun akan memasukkan besaran nilai pembiayaan yang diajukan. Namun disini Fintech tidak memberi pembiayaan atau pendanaan sesuai permintaan borrower, Fintech hanya member ¼ dari pembiayaan yang diminta borrower ini, dimaksudkan untuk mengantisipasi jika jumlah lender lebih sedikit dibanding jumlah borrower.

Adapun masterplan OJK Fintech–perbankan tahun 2016 yaitu, pertama, kontributif (terhadap perekonomian) kaitannya dengan pengembangan dan peningkatan UMKM di Indonesia. Kedua, menjaga kestabilan nasional. Ketiga, inklusif dalam artian bisa menjangkau semua kalangan masyarakat. Untuk peran Fintech di Indonesia versi OJK, yang pertama, meningkatkan inklusi masyarakat Indonesia. Kedua, mendorong atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, mendorong atau meningkatkan UMKM di Indonesi. Keempat, potensi pembiayaan Indonesai yang besar (konsumtif). Kelima, mendorong distribusi pembiayaan. Fintech juga memiliki resiko, yang pertama, kurangnya perlindungan data nasabah. Kedua, dana lebih rawan, bisa terjadi pencucian uang. Ketiga, belum ada laporan yang jelas soal keuangannya untuk OJK ( jumlah UMKM yang sudah sah dibiayai). Kelebihan Fintech yaitu tidak ribet dalam soal nasabah ketika hendak menggunakan jasa keuangan dan lebih mudah.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 18.00 WIB. Terdapat beberapa pertanyaan dalam diskusi, sehingga sesi tanya jawab membawa suasana diskusi semakin seru. Namun, pada akhirnya waktu diskusi berakhir. Diskusi ditutup dengan membaca al-Hamdalah. Sebelum meninggalkan tempat diskusi, para kader melakukan tos bersama.

Keberhasilan Forshei dalam Istiqomah Berproses

Sunday, March 04, 2018 Add Comment


            Semarang, 1/3 Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang, mengikuti event bergengsi yaitu “TEMILREG 2018 JATENG” Temu Ilmiah Regional 2018 Se-regional Jawa Tengah, dalam event ini yang menjadi tuan rumah adalah KSEI FRESH  IAIN Surakarta, dengan mengusung tema “Optimizing Indonesia’s Islamic Socio-Techno Financial Potency for SME’s Development in Central Java”. TEMILREG ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kondisi perekonomian Indonesia dan Jawa Tengah kearah yang lebih baik, dan diikuti oleh dua puluh lima (25) perguruan tinggi di Jawa Tengah. Ksei forshei sendiri mengirim beberapa delegasi lomba diantaranya, Islamic Ekonomi Olympiade, tim I (Moh. Ikhsanudin, Eva Nurul Anisa, Nandiyah), Islamic ekonomi Desain Infografis Competitions (Ari Yuwono Saputro), Islamic Ekonomi Paper Competitions ( Devi Nur Havifah, Fitriana Anindhika S, Nisa’ul Hanik)

TEMILREG dimulai pukul 07.00 WIB, dengan acara Seminar nasional di Graha IAIN Surakarta, diikuti oleh seluruh peserta Temilreg dan masyarakat umum, seminar ini dihadiri oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, S.H.,M.H. dengan pembicara dari Asosiasi Fintech Syariah oleh Dr. Murniati Mukhlisin,M.ACC, Perwalikan ketua OJK Solo oleh Bp. Tirto Adji Siswanto, Perwalikan dari Menteri Koperasi dan UMKM oleh Bp. Tamim Saefudin. Setelah selesai acara seminar nasional dilanutkan oleh Competitons.

Event Competitions dimulai pada pukul 13.15 WIB. Masing-masing peserta menempati ruangannya sesuai cabang lomba yang diperlombakan. Islamic Ekonomi Olympiade terdiri dari babak penyisihan, semi final dan final. Islamic ekonomi Desain Infografis Competitions terdiri dari satu babak yaitu presentasi Desain Info grafis Competitions, dan Islamic Ekonomi Paper Competitions terdiri dari satu babak yaitu presentasi Islamic Ekonomi Paper Competitions. Setiap peserta menunjukan kemampuan terbaiknya pada bidang lomba, bukan ingin menjadi pemenang tapi secara tidak langsung untuk memeriahkan persatuan ukhuwah dalam event TEMILREG.

Serangkaian acara berjalan dengan lancar, babak demi babak pun terlewati. Pada malam harinya, acara penutupan dan pengumuman hasil perlombaan. Pada lomba Islamic Ekonomi Olympiade Juara pertama diraih Ksei Forshei, juara kedua Ksei Fosei Unsoed, juara ketiga Ksei Jazirah Polines. Sedangkan lomba Islamic ekonomi Desain Infografis Competitions juara pertama diraih Ksei Forshei, juara kedua Ksei FEB UNDIP dan juara ketiga Ksei FE Unnes. Untuk lomba Islamic Ekonomi Paper Competitions juara pertama dan kedua diraih oleh Ksei FEB UNDIP dan juara ketiga diraih oleh KSEI forshei.

Alhamdulillah dari hasil diatas menunjukan bahwa KSEI forshei berhasil menunjukan prestasinya dengan meraih 3 juara dalam Temilreg 2018 ini dari 4 cabang perlombaan. Perolehan pertama diraih tim I (LCC) oleh Muhammad Ikhsanudin, Nandiyah, dan  Eva Nurul Anisa yang mendapat juara pertama, perolehan yang ke-2 forshei dari Desain Infografis oleh Ari Yuwono Saputro yang mendapat juara pertama dengan mengambil tema “Wakaf Produktif  Untuk Nelayan”, sedangkan perolehan yang ke-3 dari Islamic Ekonomi Paper Competitions Devi Nur Havifah, Nisa’ul Hanik dan Fitriana Anindhika yang mendapa juara ketiga dengan judul “Optimalisasi Ekspor Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Gula Merah di Kabupaten Banyumas Melalui Strategi Badan Usaha Milik Desa Berbasis Islamic Financial Technology. Sebelum beranjak meninggalkan tempat perlombaan, peserta dari forshei berkumpul dahulu dan berdoa sebelum perjalanan pulang.