Menjadi PR Pemerintah Melalui SNLKI, Bagaimana Kondisi Inklusi Keuangan Syariah di Indonesia?

Berdasarkan data The Pew Forum on Religion & Public Life (2010), Indonesia memiliki 205 juta atau 88% jumlah penduduk yang beragama Islam. Hal tersebut berimplikasi pada munculnya ekonomi syariah sebagai solusi permasalahan keuangan umat. Di samping keberadaan ekonomi konvensional, beragam bentuk ekonomi syariah di beberapa sektor keuangan seperti perbankan, asuransi, pegadaian hingga financial technology telah tersedia di tengah masyarakat. Namun, pangsa pasar yang besar serta mayoritas penduduk muslim ternyata belum mampu mengoptimalkan tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia. 

Dilansir dari tirto.id, Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa saat ini permintaan dari produk keuangan syariah Indonesia masih jauh dari tingkat yang diharapkan. Tingkat literasi dan inklusi industri keuangan Syariah RI sangat rendah. Hal tersebut selaras dengan data Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) OJK pada 2016 untuk inklusi keuangan yang hanya berhasil mecapai angka 11,06%. Sedangkan pada 2019 mengalami penurunan sebesar 1,96% poin selama 3 tahun menjadi 9,1%.

Sementara itu dikutip dari cnbcindonesia.com, jika dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lainnnya melalui tingkat masing-masing market share, Indonesia hanya berhasil mencapai angka 5% per 2018 yang lebih rendah dibandingkan target Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia pada tahun 2023 yaitu sebesar 15% dan 20%. Angka tersebut juga tergolong rendah jika dibandingkan market share Malaysia yang berkontribusi 27% dengan 19,5 juta penduduk muslim. Selain itu, Bangladesh dengan 14,8% dengan 149 juta penduduk muslim, Pakistan 11,4% dengan 178 juta penduduk muslim, dan Turki 5,6% dengan 76 juta penduduk muslim. Data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap keuangan syariah di Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan dengan negara mayoritas muslim lainnya. 

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, rendahnya minat masyarakat juga dapat dilihat dari aset industri keuangan syariah Indonesia yang masih terbilang minim yaitu sejumlah 1.291 triliun rupiah per Januari 2019 dengan rincian 651 triliun rupiah untuk sukuk negara, 479 trliun rupiah untuk perbankan syariah, 43 triliun rupiah untuk asuransi syariah, 37 triliun rupiah untuk reksadana syariah, 32 triliun rupiah untuk lembaga non-bank syariah, 26 triliun rupiah untuk pembiayaan syariah, dan 23 triliun rupiah untuk sukuk korporasi. Rendahnya tingkat kepercayaan dan kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah tersebut disebabkan karena rendahnya indeks literasi keuangan syariah yang masih terbilang kecil. Berdasarkan data OJK tahun 2016 ditunjukkan indeks literasi keuangan (financial literacy) syariah Indonesia sebesar 8,11% dan sedikit meningkat menjadi 8,93% di tahun 2019.

Peningkatan literasi keuangan syariah di Indonesia sebenarnya telah masuk pada program yang dicanangkan Pemerintah bersama OJK melalui Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) sejak tahun 2013 lalu. Dibalik program tersebut, inklusi keuangan syariah di dalamnya memegang peranan krusial dalam mendorong kemajuan perekonomian nasional. 

Dilansir dari kompas.com, menurut Tirta selaku Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, terdapat tiga alasan utama mengapa inklusi keuangan menjadi krusial dalam pencapaian tujuan makroekonomi. Pertama, inklusi keuangan diyakini sejalan dan berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi karena meluasnya akses keuangan dapat mengurangi ketimpangan kesejahteraan masyarakat. Kedua, negara dengan tingkat inklusi keuangan yang tinggi akan dengan mudah memetakan dan menyalurkannya pada masyarakat yang membutuhkan. Perluasan akses pembiayaan dan permodalan pun lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat. Ketiga, inklusi keuangan berperan dalam stabilitas ekonomi. Inklusi keuangan mampu mendukung ketahanan ekonomi masyarakat dalam situasi dan kondisi apapun.



Sumber Gambar: Bersatu.com

Penulis: Salsabila Dhiya Alriye

Post a Comment

0 Comments