SEMARANG – Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (FORSHEI) UIN Walisongo Semarang menggelar Pra Sharia Economist Training (Pra-SET) selama dua hari, 19–20 September 2026. Kegiatan yang diikuti Kader 26 ini menghadirkan berbagai agenda pembekalan, mulai dari materi keorganisasian, diskusi ekonomi, sharing bersama alumni, hingga kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaan antarkader.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FORSHEI. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Muhammad Nur Faizin selaku ketua panitia dan Ahmad Saefudin selaku Ketua FORSHEI. Pra-SET resmi dibuka oleh Mas Abdul Haqi selaku MPF, kemudian dilanjutkan dengan doa dan ishoma.
Usai ishoma, peserta mengikuti materi ke-FORSHEI-an yang disampaikan oleh Mas Fauzi Faidhullah. Materi ini memperkenalkan FORSHEI, mulai dari sistem organisasi, nilai-nilai yang diterapkan, hingga peran anggota dalam menjalankan organisasi. Pembekalan tersebut menjadi kesempatan bagi Kader 26 untuk mengenal FORSHEI lebih dekat sebagai ruang untuk belajar, berproses, dan berkembang bersama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan latihan
pentas seni dan kegiatan bersama PJ. Selanjutnya, peserta mengikuti materi
Antropologi Kampus yang disampaikan oleh Mas Muhammad Galih Abdurrahman. Materi
tersebut membahas kehidupan mahasiswa serta cara memahami lingkungan kampus.
Dalam penyampaiannya, salah satu pesan yang diberikan kepada peserta adalah,
“Carilah input di manapun itu yang menghasilkan output maksimal.”
Agenda berikutnya berupa Focus Group Discussion (FGD) Ekonomi dengan tema Cryptocurrency yang dimoderatori oleh Mba Tinaretes Cahyaning Utami. Peserta dibagi ke dalam kelompok pro dan kontra untuk menyampaikan argumen mengenai cryptocurrency. Diskusi berlangsung dengan penyampaian pendapat dari kedua sisi sebelum diakhiri dengan penjelasan lebih lanjut mengenai topik yang dibahas.
Pada malam hari, peserta mengikuti sarasehan bersama alumni. Kegiatan diawali dengan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing mengenai pengalaman dan proses para alumni selama berorganisasi di FORSHEI. Sarasehan juga dilengkapi dengan pentas seni yang menampilkan berbagai pertunjukan, di antaranya dance modern, dance Hollywood, menyanyi, dan drama.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan salat, persiapan, senam, dan sarapan bersama. Peserta kemudian mengikuti Wall of Dream, yaitu kegiatan menuliskan impian, harapan, serta target yang ingin dicapai. Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba bersama Kader 26 yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kebersamaan.
Setelah rangkaian lomba selesai, peserta beristirahat, membersihkan diri, dan makan siang. Agenda berikutnya dilanjutkan dengan pengumuman pemenang karya ORAIN serta pembagian hadiah lomba. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi FoSSEI yang disampaikan oleh Mas Muhammad Fahrur Rozi. Materi tersebut membahas FoSSEI sebagai wadah mahasiswa ekonomi Islam untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengembangkan kajian ekonomi Islam.
Selanjutnya, dilaksanakan pemilihan ketua angkatan Kader 26. Dari proses pemilihan tersebut, Nizam Fauriza Ahmad El Jawy terpilih sebagai ketua angkatan Kader 26. Agenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mentoring sebagai bagian dari pendampingan dan pembekalan bagi para kader.
Seluruh rangkaian Pra Sharia Economist Training ditutup dengan persiapan peserta untuk kembali pulang. Melalui berbagai materi, diskusi, sharing, dan kegiatan bersama, Pra-SET menjadi salah satu rangkaian pembekalan bagi Kader 26 untuk mengenal FORSHEI, memperluas wawasan, serta membangun kebersamaan antarkader.
