Forum Studi Hukum Ekonomi Islam mengadakan diskusi perdana pada Selasa (15/9/2026). Tema yang diusung dalam diskusi yakni mengenai mundurnya gubernur BI dan bagaimana dampaknya bagi perekonomian Indonesia, dengan pemantik Kak Tengku Amanah Pratama serta moderator Kak Muhammad Samsul Huda. Mundurnya Gubernur Bank Indonesia menjadi perhatian publik karena posisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan Indonesia. Pergantian pimpinan di tengah dinamika perekonomian nasional tentu menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama mengenai arah kebijakan moneter dan respon pasar terhadap perubahan tersebut.
Dalam diskusi tersebut, Kak Tengku mengajak peserta untuk melihat persoalan ini tidak hanya dari sisi pergantian seorang pejabat, tetapi juga dari dampaknya terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Gubernur Bank Indonesia memiliki posisi strategis dalam menentukan kebijakan moneter, sehingga perubahan kepemimpinan dapat menjadi perhatian bagi pelaku pasar maupun masyarakat.
Mundurnya seorang
Gubernur BI tentu dapat menimbulkan berbagai respon, terutama dari pasar dan
masyarakat. Namun, dampaknya tidak bisa langsung disimpulkan hanya dari
pergantian orangnya. Hal yang lebih penting adalah bagaimana proses pergantian
tersebut berjalan dan apakah kebijakan Bank Indonesia tetap dapat berjalan
secara konsisten setelah adanya pergantian kepemimpinan.
Dalam diskusi perdana
ini terdapat beberapa mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan kepada Kak
Tengku yang akhirnya juga menjadi bahan diskusi bersama. Salah satu pertanyaan
yang diajukan yakni mengenai bagaimana kita harus bersikap ditengah banyaknya
para kritikus politik yang mendapat ancaman dari konten yang diberikan guna
mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak menguntungkan masyarakat
secara luas. “Sejatinya kita sebagai mahasiswa sudah dilindungi dengan
kebebasan bersuara melalui demo dan lain hal, dengan begitu sebenarnya kita
tidak perlu takut dan tentunya harus terus menyuarakan segala carut marut yang
terjadi di Indonesia karena kita adalah mahasiswa.” Ujar Kak Tengku menjawab
pertanyaan tersebut.
Melalui diskusi perdana
ini, FORSHEI tidak hanya mengajak mahasiswa untuk mengetahui isu ekonomi yang
sedang terjadi, tetapi juga mendorong mahasiswa agar lebih kritis dalam melihat
hubungan antara kebijakan ekonomi dan kondisi masyarakat. Apalagi, isu mengenai
Bank Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pemerintah atau pelaku pasar,
tetapi juga dapat dirasakan secara tidak langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi perdana FORSHEI
ini menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pandangan dan
memahami isu ekonomi dari berbagai sisi. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat
terus berlanjut dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu
ekonomi yang sedang berkembang di Indonesia.
Oleh: Muna Zahida Nuresti
Divisi Riset dan Jurnalistik
