Sekolah Pasar Modal Syariah

Saturday, October 31, 2015 Add Comment


SEMARANG, FALAH- Kamis, (29/10/2015) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) bekerja sama dengan LP2EI UIN Walisongo Semarang  mengadakan seminar Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang bertemakan “Mengenal Investasi yang Amanah di Pasar Modal Syariah. Pukul 08.00 WIB para peserta seminar berangsur-angsur melakukan registrasi dan tepat pukul 8.30 WIB acara dibuka oleh Dekan Fakultas Syariah Bp. Arif Junaedi dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Bp. Imam Yahya dengan menabuh jimbe.
Acara yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta ini, menyuguhkan 3 tema pembahasan dan para pemateri yang didatangkan  langsung dari pusat. Salah satunya yaitu  Irwan Abdalloh SE., MM selaku Head Of Islamic Capital Market-IDX pusat yang membahas mengenai investasi pasar modal syariah di Indonesia. Beliau memperkenalkan pasar modal muali dari tahap dasar yaitu mulai dari istilah-istilah pasar modal secara umum sampai kepada instrument-instrumen pasar modal yang berbasis syariah. Di ujung pembicaraannya beliau memberikan quote “berinvestasi di pasar modal syariah itu mudah, murah, dan tidak haram. Jadi apa yang membuat kita menunda-nunda untuk berinvestasi di pasar modal syariah ?”. Kemudian berlanjut kepada pembicara yang ke-2 yaitu Prof. Dr. H. Jaih Mubarok yang menyuguhkan pembahasan mengenai landasan fiqh muamalah pasar modal syariah. pemateri yang merupakan anggota DSN MUI pusat ini menjelaskan tentang hukum-hukum syariah atas transaksi yang ada di pasar modal syariah. “satu hal yang penting dari berinvestasi syariah yaitu paradigma amal merupakan trik dalam berinvestasi di pasar modal syariah. karena dengan amal, sikap ikhlas ada. Sehingga, tidak merugi ketika rugi.” Tutur Jaih Mubarak di penghujung pembicaraan. Pemateri yang ke-tiga yaitu oleh M. Ragil Syah Hatta selaku staf  Phintraco Securities yang menyampaikan tentang Mekanisme Perdagangan Efek Syariah di Pasar Modal Indonesia. beliau lebih menjelaskan tentang praktek jual beli saham, yang di tempat seminar para peserta juga mengikuti langkah-langkah yang ditunjukan oleh M. Ragil Syah Hatta.
Acara yang diadakan atas kerjasama ForSHEI, FoSSEI, dan LP2EI UIN Walisongo Semarang ini berjalan lancar “acaranya sangat mengedukasi, mungkin kedepanya acara ini dapat terselenggara bukan  hanya di kampus UIN saja, namun juga di kampus-kampus lain sehingga edukasi pasar modal lebih mengena” ujar Irwan salah satu pembicara pada seminar kala itu. Selain itu acara ini juga memotivasi para peserta untuk lebih penasaran dan ingin memperdalam menganai pasar modal “saya sangat tertarik dengan pasar modal, melalui acara ini minat saya untuk mengenal lebih dalam pasar modal semakin tinggi, harapanya untuk ada SPMS lanjutan setelan ini” kata Farida salah satu peserta seminar dari Universitas Muhamadiyah Semarang.
Acara berlangsung dengan lancar dan berahir pada pukul 12.30 WIB dengan beberapa peserta membawa pulang doorpize sebesar Rp. 500.000 dari Phintraco Securities untuk 5 peserta yang aktif dalam seminar itu.

 (Millaturrofi'ah)

ForSHEI Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Yatim

Saturday, October 24, 2015 Add Comment


Santunan Anak Yatim 10 Muharram 1437 H
Semarang- ForSHEI 23/10/15 dalam rangka memperingati 10 Muharram 1437 H, Forum Studi Hukum Ekonomi Islam UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan amal santunan anak yatim. Pada pukul 15.00-16.30 acara ini dilaksanakan di basecamp ForSHEI yang terletak di Karonsih dan mengundang 2 anak yatim untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.
Acara yang merupakan program kerja devisi keagamaan ForSHEI ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian antar sesama dan melatih merepresentasikan hadis nabi tentang anjuran untuk banyak-banyak bershadaqah di bulan muharram sebagaimana Hadits dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Dan barangsiapa yang membelaikan tangannya pada rambut (kepala) anak yatim di hari 'Asyura, maka Allah mengangkat derajat orang tersebut untuk untuk satu helai rambut satu derajat. Dan barangsiapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam 'Asyura, maka orang tersebut seperti memberikan makanan kepada seluruh umat Muhammad SAW dalam keadaan kenyang semuanya.” (HR Muslim)
Acara berlangsung sangat hikmat. Dihadiri pula oleh para MPF ForSHEI yaitu sdr. Asep Saefurrohman dan Sdr. Shofa Hasan. Acara selesai pada pukul 16.30 dengan harapan acara ini bermanfaat khususnya kepada para penerima santunan dan bermanfaat bagi seluruh kader ForSHEI pada umunya. 
Millaturrofi'ah
 

 
Sekolah Pasar Modal Syariah oleh ForSHEI

Sekolah Pasar Modal Syariah oleh ForSHEI

Saturday, October 24, 2015 Add Comment
Foto Forshei Walisongo Semarang.
Assalamualaiku wr. wb
FORUM STUDI HUKUM EKONOMI ISLAM UIN Walisongo Semarang Present !! "SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH"
Kamis, 29 Oktober 2015 | 15 Muharrom 1437 H
Pukul 8.00- Selesai
di Auditorium I Lt. II kampus I UIN Walisongo Semarang

Salah satu organisasi kemahasiswaan di UIN Walisongo Semarang mengadakan edukasi tentang Pasar Modal Syariah dengan mengadakan Sekolah Pasar Modal Syariah yang mengangkat tema "Mengenal Investasi yang Amanah di Pasar Modal Syariah"
sebuah acara yang disuguhkan untuk teman2 yang ingin mengenal, memperdalam Pasar Modal Syariah secara teori dan praktik. dan memilih cara investasi yang amanah sesuai syariah.
jangan lewatkan kesempatan EMAS ini sahabat.. segera daftarkan diri anda dengan cara SMS dengan format SPMS_ForSHEI_Nama_Instansi_Email_No.hp
kirim ke 0896-6845-8921
only 10K untuk mahasiswa UIN WS dan 20K untuk Umum.
(pembayaran setelah medapatkan verigikasi dr panitia)
KUOTA 100 PESERTA !!
wassalamualaikum wr wb.
more information :
twitter @KSEI_ForSHEI
IG @ksei_forshei
Blog forshei.blogspot.com

ForSHEI Goes to Malaysia

Saturday, October 24, 2015 Add Comment

 ForSHEI Ikuti Training Entrepreneurship For Student ISDB di Malaysia

 

Semarang, ForSHEI-Senin(19/10/2015) beberapa kader ForSHEI UIN Walisongo Semarang yaitu Ahmad Ghifary R. Nafis,.Abdul Karim, dan Dian Isti Fambudi mengikuti progam training "entrepreneurship for student"selama satu minggu, yg diselenggarakan oleh IsDB di UiTM-Malaysia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat berbisnis dan mengelola kemahiran bakat di ranah dunia bisnis. Bahkan secara tidak langsung progam ini juga menjadi sarana membuka jendela mata bahwa sarjana jangan menjadi sampah di masyarakat terutama sarjana muda.
Beberapa senior ForSHEI UIN Walisongo Semarangpun tidak lupa memberikan berbagai advice untuk kader yang mengikuti progam ini "Jgn pernah lewatkan setiap moment yg terjadi di sana. Jadikan ini u' membuka pintu link2 wawasan & jaringan ke dunia2 yg lain. Bukan dunia lainya hari panca yg sy mksud" Ujar Mamduh selaku KA - ForSHEI || Demisioner Presidium Nasional masa abdi 2014-2015

Silaturahim KSEI ForSHEI dengan KSEI SESCOM

Saturday, October 24, 2015 Add Comment


Studi Banding ForSHEI dengan SESCOM UIN Maliki Malang

SEMARANG, ForSHEI-Senin (19/10/15) pukul 20.00 WIB Lembaga Intera Kampus Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang memberangkatkan beberapa mahasiswa dari berbagai anggota HMJ, Senat, BEM, dan UKM yang ternaungi oleh fakultas syariah untuk mengikuti kegiatan Studi Banding ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara tersebut dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahim antar Universitas dan juga menjadikan ajang sharing ilmu terkait dengan aktifitas organisasi mahasiswa.
Acara yang didampingi langsung oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Syariah bapak Arifin dan Kasubak Akademik bapak Ali Mustain itu, tiba di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim pada hari Selasa (20/10/15) pukul 10.00 waktu setempat. Acara berlangsung cukup hikmat ketika penyambutan dilakukan di Lab. Hukum UIN Maliki Malang ini. Kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi komparasi antar intera kampus. ada beberapa pembahasan dari berbagai lembaga intera kampus Fakultas Syariah terutama Lembaga Kajian Ekonomi Islam yang ada di sana yaitu KSEI ForSHEI (Forum Studi Hukum Ekonomi Islam) berdiskusi dengan KSEI SESCOM (Sharia Economics Student Cummunity) Acara yang dipandu oleh ketua umum SESCOM tersebut Sdr. Fitri berlangsung dengan lancar dibantu dengan beberapa rekanya, Fitri menjelaskan mengenai proker dan kegiatan rutin yang dilakukan oleh SESCOM tersebut. “tidak menyangka kami dapat menyambut tamu yang jauh-jauh dari kota Semarang ini. Saya merasa senang dan bangga bisa sharing dengan teman-teman ForSHEI yang sangat bermanfaat ini” ujar Fitri.
Acara berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan para anggota Lembaga Intera kampus Fakultas Syariah kembali ke Semarang dengan membawa sejumblah bekal hasil studi banding tersebut.

Aos Galih Akoso

Ijarah kita bagaimana ??

Monday, October 19, 2015 Add Comment


IJARAH YANG TIDAK SESUAI SYARA’

Secara istilah, ijarah adalah akad atas beberapa manfaat atas penggantinya. Sedangkan pengertian ijarah menuurut ulama hanafiyah ialah akad untuk membolehkan pemilikan manfaat yang diketahui dan dilakukan secara sengaja dengan suatu zat yang disewa dengan disertai imbalan.
Di zaman modern seperti ini banyak benda-benda yang tidak dapat dipindahkan maupun barang yang mudah dipindahkan dilegalkan pemerintah untuk disewakan. Seperti halnya warnet yang menyewakan seperangkat komputer sekaligus dengan jaringan internetnya. Penyewa berhak mendapatkan kenyamanan dalam menggunakan benda tersebut, tetapi juga wajib membayar tarif prabayar yang telah ditetapkan. Apabila penyewa mengurangi nilai manfaat atau merusakkan pada salah satu atau beberapa bagian dari seperangkat komputer tersebut wajib mengganti atau memperbaikinya. Namun, seperti halnya fenomena yang saya amati selama ini banyak penyewa yang pura-pura tidak tahu  atas perbuatannya.
Padahal pada dasarnya akad ijarah memiliki sasaran manfaat dari barang yang disewakan, maka sebenarnya penyewa berhak untuk memanfaatkan barang itu sesuai dengan keperluannya, bahkan dapat meminjamkan atau menyewakan kepada pihak lain selama tidak mengganggu, merusak, dan mengurangi nilai manfaat barang yang disewakan.
Sementara dalam pembahasan ‘Ariyah dapat dikatakan bahwa peminjam berhak dan bertanggung jawab penuh atas barang pinjamannya. Namun, apakah dalam pembahasan ini dapat diterapkan seperti kasus penyewaan yang tidak bertanggung jawab seperti halnya pemaparan di atas? Tentu saja tindakan tersebut salah dan haram hukumnya bagi penyewa, karena penyewa hanya memberi atau mengganti upah pemilik dengan tarif normal. Padahal kerugian yang dicapai bisa jadi melebihi tarif prabayar tersebut.
Kembali pada bahasan penyewaan seperangkat komputer yang menyebabkan tindakan tidak benar bahkan melanggar syari’at Islam. Contohnya saja menonton vidio porno bahkan bertindak mesum dibalik bilik warnet yang disediakan. Sebagai pemilik warnet yang hanya bermental bisnis tentunya cuwek saja jika sekalipun mengetahui tindakan ini.  Dalam hal ini, tentu saja penyewa dan pemilik keduanya dapat dikatakan telah berbuat maksiat. Namun apakah hal ini ada hubungannya dengan bahasan mu’amalah? Tentu saja ada, karena kemaksiatan berawal dari adanya tindakan ijarah yang dilakukan secara tidak sehat dan mengakibatkan pelanggaran syari’at islam.
Dalam klasifikasi macam-macam ijarah telah dijelaskan bahwa ijarah ada dua macam yaitu ijarah ‘ala al-manafi’ dan ijarah al-‘amaal ijarah. Di sini, yang perlu kita bahas adalah ijarah ‘ala al-manafi’ yaitu ijarah yang objek akadnya adalah manfaat, seperti menyewakan rumah untuk ditempati, mobil untuk dikendarai, baju untuk dipakai, dan lain-lain. Seperti halnya warnet. Namun, dalam ijarah ini tidak boleh menjadikan objeknya sebagai tempat yang dimanfaatkan untuk kepentingan yang dilarang oleh syara’.

Zuraida
SET 1 ForSHEI 2015

SET 1 ForSHEI 2015

Saturday, October 17, 2015 Add Comment


ForSHEI Cetak Generasi Ekonom Robbani 2015 

UNGARAN- FALAH (10-11/10/2015) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam UIN Walisongo Semarang  mengadakan SET 1 (Sharia Economist Training) tahap petama yang diadakan di Madrasah Diniyya Hidayatul  Mubtadiin Desa Nyatnyono Ungaran,  Kabupaten Semarang. Acara yang merupakan jenjang kaderisasi pertama untuk kader baru ForSHEI angkatan 2015 ini diikuti oleh 54 peserta yang telah berhasil lolos seleksi mulai tahap pengumpulan paper hingga tes wawancara. “60 peserta kami terima dari 153 pendaftar dan inilah follow up dari serangkaian Oprec tersebut, namun ada beberapa peserta yang berhalangan mengikuti kegiatan ini dikarenakan ada udzur yang tidak bisa ditinggalkan. Untuk mengatasi itu ada ketentuan-ketentuan tertentu untuk mengikuti tahap kaderisasi selanjutnya ” ujar Nafis Ghifary selaku wakil ketua ForSHEI periode 2015-2016.
Acara berlangsung selama dua hari. Hari pertama dimuali pada sabtu siang pukul 13.00 yang dibuka oleh Ahmad Fauzi selaku ketua ForSHEI periode 2015-2016. Kegiatan ini berisikan 5 materi yang disuguhkan yaitu,  Fiqh Muamalah, Ekonomi islam dan Ekonomi Konvensional, Lembaga Keuangan Syariah, Organisasi ke-ForSHEIan dan ke-FoSSEIan, juga materi mengenai Media Sosial sebagai Dakwah Ekonomi Islam. Untuk pemateri sendiri dari internal ForSHEI baik itu MPF (Majlis Pertimbangan ForSHEI) yaitu oleh Sofa Hasan, Asep Saefurrohman, Ahmad Ulin Nuha, Ahmad Noor Toyib maupun dari KA-ForSHEI (Keluarga Alumni ForSHEI) yaitu Arie Pribadi S.HI, Iqbal Sarayulus Nuh, A.Ma, dan Hasan.
Kegiatan kaderisasi tahap satu dalam ForSHEI ini bukan hanya pengenalan tentang ekonomi islam saja, melainkan juga tidak menghilangakn esensi pengenala organisasi ForSHEI kepada para kader baru. Terbukti dengan adanya kegiatan sarasehan yang merupakan forum istimewa kala malam itu. Acara tersebut biasanya dihadiri oleh para senior maupun alumni ForSHEI yang telah terjun ke dalam dunia ekonomi islam langsung. Namun karena ada halangan para senior yang sedang berada di luar kota tidak dapat hadir di dalam forum itu. Tidak habis akal, para senior ForSHEI mengirim sebuah video testimoni untuk ditayangkan kepada kader baru ForSHEI.
“Acara ini sangat bermanfaat, selain mendapatkan pengetahuan mengenai dasar-dasar ekonomi islam dan dasar tentang organisasi ini, kami juga diperkenalkan dengan susasan kekeluargaan dan ukhuwah yang ada di organisasi ini. Saya semakin mantap ingin berproses di sini” ujar Talia Yuliandi salah satu peserta SET 1 ForSHEI kala itu. Kegiatan ini berlangsung hingga minggu siang pukul 14.00 WIB.

Millaturrofi'ah