Kunjungan Media ForSHEI Ke Suara Merdeka

Friday, May 13, 2016 2 Comments


Foto Bersama di Suara Merdeka
Semarang- (12/5) Forum Studi Hukum  Ekonomi Islam (ForSHEI) UIN Walisongo mengadakan Kunjungan Media ke kantor harian Suara Merdeka, tepatnya di JL. Kaligawe KM 5 Semarang. Diadakan kunjungan ini merupakan salah satu program kerja bidang media dan jurnalistik ForSHEI. Hal ini dimaksudkan agar media dan jurnalistik ForSHEI bisa menjadi lebih baik dan dapat memaksimalkan potensi dakwah dalam bidang tulisan.
            Bersama ibu anik, kader ForSHEI membahas seputar sejarah singkat perjalanan Suara Merdeka dari awal lahir sampai saat ini.  Harian suara merdeka merupakan salah satu harian tertua di Indonesia yg sampai saat ini masih tetap eksis di dunia media cetak. "lahirnya harian suara merdeka ini dipelopori oleh H. Hetami, salah satu pejuang pers, putra dari KH. M Idris seorang saudagar batik kaya di solo" ujar Anik. Selain membahas tentang sejarah salah satu editor Suara Merdeka itu juga menceritakan berbagai kegiatan sehari-hari para journalis harian suara merdeka, mulai dari rapat perercanaan program, penentuan tema, peliputan oleh wartawan, editing sampai dengan kegiatan percetakannya. "saat ini harian suara merdeka tidak hanya terbit di semarang saja namun juga mendistribusikannya ke berbagai daerah di Jawa Tengah diantaranya, solo, tegal, salatiga, kudus,pati, dan magelang". Tambah Anik.
            Tidak hanya bergelut dalam media cetak, suara merdeka juga membuka berbagai informasi melalui media online atau pun media elektronik seperti radio. melalui media ini masyarakat dapat mengakses berbagai informasi yang disajikan oleh suara merdeka dengan mudah dan cepat.  Selain itu beliau juga menjelaskan jika selama proses kegiatan tidak disiplin dengan waktu maka suara harian ini tidak akan bisa terbit setiap harinya. kunci dari kesusesan suara merdeka ini dalah Belajar, kerja keras, dan bermanfaat bagi sesama, dengan memegang tatanan nilai SEMAR (sahaja, etika, mutu, akuntabel, reaponsitif).
            Di penghujung acara terdapat banyak diskusi media antara ForSHEI dan narasumber Harian Suara Merdeka. Kader ForSHEI juga diajak berkeliling melihat secara langsung tahap demi tahap penyusunan Koran mulai dari ruang rapat tema, hingga mesin pencetak Koran. “Banyak sekali ilmu yang saya dapat di sini, sungguh luar biasa tamparan bagi kami (tim media) agar lebih giat dan memaksimalkan waktu, juga pematangan konsep untuk menyusun sebuah dan mengoperasikan media cetak maupun online. Semoga kedepannya media ForSHEI dapat menerapkan ilmu yang di dapat di sini dengan benar dan maksimal” ujar Milla salah satu peserta Kunjungan Media kala itu.
            Acara berlangsung hingga pukul 12.30 dan ditutup dengan foto berama peserta kunjungan dan ibu Anik selaku pembicara dan pemandu kunjunan siang itu.

Lailatus Sholiha ( kader ForSHEI 2015)

Bank Syariah | #KamnasFossei2016 #EksyarMilikBersama

Monday, May 02, 2016 Add Comment














Senin, 2 Mei 2016 16.00-17.30 WIB

BANK SYARIAH...
Bank Syariah adalah Lembaga keuangan yang tugas utamanya penyaluran dana masyarakat, memberikan jasa" dalam lalu lintas pembayaran, serta pengedaran uang yang pengoperasiannya dgn prinsip" syariah.

Sejarah perbankan syariah..
Suatu bentuk awal ekinomi pasar dan merkantalisme, yang oleh beberapa ekonom disebut sebagai "kapitalisme Islam", telah mulai berkembang antara abad ke-8 dan ke-12.
Perekonomian moneter pada periode tersebut berdasarkan mata uang dinar yang beredar luas saat itu, yang menyatukan wilayah-wilayah yang sebelumnya independen secara ekonomi.

Pada abad ke-20, kelahiran perbankan syariah tidak terlepas dari hadirnya dua gerakan renaisans Islam modern, yaitu gerakan-gerakan neorevivalis dan modernis.
 Sekitar tahun 1940-an, di Pakistan dan Malaysia telah terdapat upaya-upaya pengelolaan dana jamaah haji secara non konvensional. Tahun 1963, Islamic Rural Bank berdiri di desa Mit Ghamr di Kairo, Mesir.

Perbankan syariah secara global tumbuh dengan kecepatan 10-15% per tahun, dan menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang konsisten pada masa depan. Laporan dari International Association of Islamic Banks dan analisis Prof. Khursid Ahmad menyebutkan bahwa hingga tahun 1999 telah terdapat lebih dari 200 lembaga keuangan Islam yang beroperasi di seluruh dunia, yaitu di negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim serta negara-negara lainnya di Eropa,Australia, maupun Amerika.

💸Fungsi Bank syariah...
1.Menghimpun Dana masyarakat.
2.Penyalur dana masyarakat.
3.Memberikan pelayanan jasa.

✏Penyaluran dana kepadanasabah dari bank syariah dibagi menjadi 4kategori :

1.Titipan atau simpanan

Al-wadi'ah(jasa penitipan), adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban, namun diperbolehkan, untuk memberikan bonus kepada nasabah. Bank Muamalat Indonesia-Shahibul Maal.
Deposito Mudhorobah, nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu.

2.Bagi Hasil.

Al musyarokah (Joint Venture), konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan
Al mudharabah, adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan, kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan.
Al muzara'ah, adalah bank memberikan pembiayaan bagi nasabah yang bergerak dalam bidang pertanian/perkebunan atas dasar bagi hasil dari hasil panen.
Al musaqah, adalah bentuk lebih yang sederhana dari muzara'ah, di mana nasabah hanya bertanggung-jawab atas penyiramaan dan pemeliharaan, dan sebagai imbalannya nasabah berhak atas nisbah tertentu dari hasil panen.

3.Jual Beli.

Ba'i Al murabahah, adalah penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank, dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. Contoh: harga rumah 500 juta, margin bank/keuntungan bank 100 jt, maka yang dibayar nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah.
Ba'i As salam, Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan di kemudian hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka. Barang yang dibeli harus diukur dan ditimbang secara jelas dan spesifik, dan penetapan harga beli berdasarkan keridhaan yang utuh antara kedua belah pihak. Contoh: Pembiayaan bagi petani dalam jangka waktu yang pendek (2-6 bulan). Karena barang yang dibeli (misalnya padi, jagung, cabai) tidak dimaksudkan sebagai inventori, maka bank melakukan akad bai' as-salam kepada pembeli kedua (misalnya Bulog, pedagang pasar induk, grosir). Contoh lain misalnya pada produk garmen, yaitu antara penjual, bank, dan rekanan yang direkomendasikan penjual.
Ba'i Al istishna', merupakan bentuk As-Salam khusus di mana harga barang bisa dibayar saat kontrak, dibayar secara angsuran, atau dibayar di kemudian hari. Bank mengikat masing-masing kepada pembeli dan penjual secara terpisah, tidak seperti As-Salam di mana semua pihak diikat secara bersama sejak semula. Dengan demikian, bank sebagai pihak yang mengadakan barang bertanggung-jawab kepada nasabah atas kesalahan pelaksanaan pekerjaan dan jaminan yang timbul dari transaksi tersebut.
Al ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri.
Al ijarah Al muntahia Bit-tamlik sama dengan ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa melalui pembayaran upah sewa, namun dimasa akhir sewa terjadi pemindahan kepemilikan atas barang sewa.

4.Jasa

Al wakalah adalah suatu akad pada transaksi perbankan syariah, yang merupakan akad (perwakilan) yang sesuai dengan prinsip prinsip yang di terapkan dalam syariat islam.
Al kafalah adalah memberikan jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung, dengan kata lain mengalihkan tanggung jawab seorang yang dijamin dengan berpegang pada tanggung jawab orang lain sebagai jaminan.
Al Hawalah adalah akad perpindahan dimana dalam prakteknya memindahkan hutang dari tanggungan orang yang berhutang menjadi tanggungan orang yang berkewajiban membayar hutang (contoh: lembaga pengambilalihan hutang).
Ar Rahn, adalah suatu akad pada transaksi perbankan syariah, yang merupakan akad gadai yang sesuai dengan syariah.
Al Qardh adalah salah satu akad yang terdapat pada sistem perbankan syariah yang tidak lain adalah memberikan pinjaman baik berupa uang ataupun lainnya tanpa mengharapkan imbalan atau bunga ( riba . secara tidak langsung berniat untuk tolong menolong bukan komersial.

Eko Nur