Konsep Dasar Ekonomi Makro dalam Islam, Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional

Friday, September 29, 2017

kelompok diskusi 2017
       Semarang, (28/09)-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (Forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan diskusi yang merupakan salah satu program kerja rutin bidang kajian dan penelitian. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam satu minggu. Diskusi kali ini dihadiri oleh kader 2015, 2016, dan 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih cara menyampaikan pendapat dalam sebuah forum tanpa merendahkan pendapat lain dan memberikan kepercayaan diri untuk tampil di depan umum, serta sebagai tempat berdialek dalam hal masalah tersebut. Sehingga dari diskusi kali ini membuat para kader bisa menghargai pendapat dan argumen yang lain.

           Diskusi ini dimulai pukul 16.00 WIB, bertempat di depan perpustakaan Universitas, kampus III UIN Walisongo Semarang. Diskusi diawali dengan bacaan al-Fathihah dan dilanjutkan pembahasan tema. Diskusi ini dibagi dua tema, untuk kader 2017, mengangkat tema “Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional”. Sedangkan kader 2015-2016  mengangkat tema “Pengertian dan Konsep Dasar Ekonomi Makro Islam”. Dalam diskusi kader 2017, mengetahui pengertian terlebih dahulu tentang ekonomi Islam itu sendiri, yaitu pola perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang sangat tidak terbatas dengan berbagai keterbatasan sarana pemenuhan kebutuhan yang berpedoman pada nilai-nilai Islam. Ekonomi Islam memiliki akar syariah yang menjadi sumber dan panduan setiap muslim dalam menjalankan setiap kehidupan. Prinsip yang dianut ekonomi Islam itu terdiri dari: Segala sesuatunya adalah milik Allah, Allah telah menetapkan batas-batas tertentu terhadap perilaku manusia dan setiap individu memiliki kesamaan dalam harga dirinya. Sedangkan, Ekonomi konvensional sendiri memiliki pengertian ekonomi yang berkaitan dengan studi atau ilmu yang membahas tentang upaya manusia dalam mengelola sumber daya yang ada. Ekonomi konvensional tidak memiliki prinsip yang sama dengan Islam, sehingga memiliki perbedaan antara lain: Jika ekonomi Islam pilihan alternatif kebutuhan dituntun dengan nilai Islam sedangkan ekonomi konvensional pilihan alternatif kebutuhan yang dituntut oleh kepentingan individu atau egois. Sistem pertukaran ekonomi Islam dituntut dengan etika Islam sedangkan ekonomi konvensional pertukaran dituntut oleh kekuatan pasar.


kelompok diskusi 2016/2015
Sedangkan untuk kader 2016 dan 2015 melakukan diskusi tentang Ekonomi Makro. Pengertian dari ekonomi makro tersebut adalah studi tentang ekonomi secara menyeluruh. Ekonomi makro menjelaskan perubahan ekonomi yang dipengaruhi oleh banyak masyarakat, perusahaan dan pasar. Ekonomi makro ini memengaruhi target kebijakan seperti: pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja, dan tercapainya keseimbangan neraca yang berkesinambungan. Ada tiga konsep makro ekonomi dasar yaitu keluaran, pengangguran dan inflasi. Dan permasalahan dalam ekonomi makro antara lain: kemiskinan dan pemerataan, krisis nilai tukar, hutang luar negeri, perbankan (kredit macet), inflasi, pertumbuhan ekonomi dan pengangguran. Ada dua model ekonomi makro yaitu: Model AD-AS, menunjukan indeks harga dan keluaran aktual dititik temu pada permintaan agregat dan penawaran agregat, kurva permintaan agregat melandai kebawah menandakan banyak keluaran yang diminta pada tingkat harga. Model IS-LM, ialah memunculkan titik ekuilibrium tentang suku bunga dan pengeluaran, pasar barang diwakilkan oleh ekuilitri antara investor dan saving (IS). Kurva IS termasuk oleh titik dimana investasi berdasarkan suku bunga tabungan berdasarkan keluaran, kurva IS melandai kebawah karena keluaran dengan suku bunga berbanding terbalik dengan pasar barang, sedangkan Kurva LM melandai keatas karena suku bunga dan keluaran memiliki relasi positif di pasar uang.

Waktu semakin petang dan diskusi semakin seru hingga tak terasa telah berlalu. Sesi tanya jawab yang berlangsung membuat suasana diskusi semakin menambah hidup, akhirnya waktu diskusi pun berakhir pada pukul 17.40 WIB. Kemudian dibacakan hasil diskusi oleh notulensi masing-masing kelompok kader. Diskusi ditutup dengan membaca Al-Hamdalah, sebelum meninggalkan tempat diskusi para kader melakukan tos bersama sebagai salam selesainya diskusi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »