ESOTERISME JIWA SANTRI UNTUK PENDIDIKAN YANG IDEAL

Sunday, December 31, 2017

Oleh: Vevi Ariyanti Lubis
Peradaban manusia dikembangkan melalui proses pembelajaran yang panjang dan terus-menerus. Jika dilihat dari konteks sejarah dan jika benar manusia berevolusi, tentunya peradaban dimulai dari sekumpulan manusia purba yang terasing di pedalaman hutan. Selama beribu-ribu tahun sekumpulan itu terus menyesuaikan diri dan memperbaiki taraf kehidupan hingga singkat kata pada abad 21 ini, manusia berhasil membangun peradaban maju. Apa yang menjadi kunci dari keberhasilan tersebut? Pendidikan. Manusia dibekali kemampuan berpikir dan belajar. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lain yang ada di dunia ini.
Revitalisasi pendidikan tampaknya harus menjadi prioritas utama. Dan itulah sesungguhnya yang perlu dikembangkan secara berkualitas dan sungguh-sungguh. Sebab pendidikan diakui sebagai wadah untuk mencetak berbagai ahli dalam perkembangan kehidupan. Pendidikan merupakan tempat untuk melahirkan  manusia agar menjadi seorang ahli dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, politik, hukum, antropologi, pertanian, militer, dan lain sebagainya.
Pendidikan yang akan menjamin manusia terus berkuasa di dunia ini. Melalui proses pendidikan manusia akan terus mengembangkan kemampuannya. Itu artinya pendidikan-lah sebagai dasar utama yang harus diperbaiki dan dirancang secara professional untuk menapaki sebuah kemajuan dalam perkembangan suatu bangsa. Diperlukan usaha bersama antara masyarakat dan  pemerintah untuk membangun pendidikan  yang mampu melahirkan SDM yang berkualitas bagi bangsa ini.
SDM lahir dari pendidikan yang didapatkan di lembaga sekolah, baik sekolah formal, dan non-formal. Pendidikan seharusnya menjadi kebutuhan masing-masing masyarakat secara berkesinambungan dan memiliki pemikiran dalam membentuk generasi berkualitas.
Berdasarkan laporan Human Development Report (HDR) pada tahun 2000 versi United Nations Development Program (UNDP) disebutkan bahwa peringkat mutu sumber daya manusia (Human Development Index, HDI) Indonesia berada pada urutan ke-109. Peringkat tersebut jauh di bawah Filipina (77), Thailand (76), Malaysia (61), Brunei Darussalam (32), Korea Selatan (30), dan Singapura (32). Hal yang patut disayangkan yakni posisi antara Filipina dan Indonesia diisi oleh beberapa negara yang ekonominya masih di bawah Indonesia, seperti Vietnam (108), Sri Langka (84), Albania (94), dan Azebaijan (90).
Posisi Indonesia pada tahun sebelumnya (1999) berada pada urutan ke-105. Hal ini berarti bahwa peringkat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia semakin menurun. Data HDI pada tahun 2011 yang diterbitkan oleh UNDP menunjukkan bahwa peringkat Indonesia masih berada di kategori bawah. Indonesia berada pada peringkat ke-124 dari 187 negara di dunia. Bahkan di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia menempati urutn ke-6 dari 10 negara ASEAN. Hal ini ditunjang dengan data Sensus Penduduk tahun 2010 yang menunjukkan bahwa tingkat pendidikan penduduk masih sangat rendah, dan 59,07% tercatat tidak tamat pendidikan sekolah dasar.
 Oleh karena itu, pemerintah merancang suatu program untuk memajukan pendidikan yang ada di Indonesia. Di antaranya adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar roadshow kegiatan lokakarya dan pelatihan kepala sekolah di beberapa daerah di Indonesia. “Kami memang berencana untuk mengadakan semacam roadshow. Insya Allah tahun 2018, saat ini kami masih merancang kegiatan itu,” ungkap Staff Ahli Kemendikbud, Ananto Kusumo usai menghadiri Lokakarya  Penguatan Karakter Generasi Millenial untuk Indonesia Berkemajuan, di THE 101, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (17/11). Dikutip dari REPUBLIKA.co.id.
Ananto menjelaskan, kegiatan tersebut akan digunakan di beberapa daerah dan akan menghadirkan pembicara dari pusat. Hal itu dinilai lebih praktis dan efisien, ketimbang mendatangkan kepala sekolah atau tenaga pendididk di daerah ke Jakarta.
Dibalik itu, ada beberapa kesenjangan yang tejadi pada pendidikan yang ada di Indonesia. Diantaranya adalah pemikiran masyarakat mengenai lembaga pendidikan Islam khususnya pada pondok pesantren. Adanya beberapa anggapan dari masyarakat bahwa pesantren adalah tempat yang kurang layak, tidak berkualitas, serta tidak mengikuti eksitensi zaman. Mereka menganggap bahwa santri itu hanya bisa mengaji dan membaca kitab kuning.
Berbeda dengan pondok pesantren, menurut masyarakat sekolah umum memiliki fasilitas yang lebih baik dan maju. Sebab melalui fasilitas yang disediakan, siswa mampu mengembangkan bakat mereka. Selain itu mereka memiliki banyak waktu luang untuk mengekspresikan emosionalnya. Namun disisi lain banyak dari mereka yang tidak bisa mengontrol emosionalnya, bahkan mereka salah dalam menggunakan waktu luang tersebut. Masih banyak terjadi kenakalan-kenakalan dikalangan remaja, seperti tawuran, ugal-ugalan, bulliying bahkan tidakan asusila. Selain itu, lingkungan juga merupakan faktor terbesar yang memengaruhi perubahan pola pikir mereka. 
Kemendikbud dalam menetapkan kurikulum bahkan tidak membedakan antara lembaga pendidikan Islam dengan lembaga pendidikan umum. Keduanya memiliki kurikulum yang sama. Hanya saja dalam lembaga pendidikan Islam, selain memiliki kurikulum pendidikan, mereka juga memiliki kurikulum Departemen Agama. Dan jika dilihat dari sudut pandang agama, bahwa lembaga pendidikan Islam lebih memiliki banyak nilai positif. Karena selain memberi pembelajaran umum  juga menanamkan akhlak yang baik untuk para pelajarnya.
Untuk menjawab kesenjangan masyarakat selama ini terhadap pendidikan Islam, maka pemerintah mengadakan IIEE. International Islamic Education Expo atau Pameran Pendidikan Islam Internasonal adalah even pendidikan terbesar yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI pada akhir 2017. Tema yang akan dimuat dalam acara ini adalah “Pendidikan Islam Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.  Acara ini akan berlangsung selama empat hari dari tanggal 21 sampai 24 November 2017. Expo ini akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE),  expo ini juga akan dimeriahkan oleh sekitar 200 stand pameran yang disediakan untuk peserta, terdiri dari lembaga-lembaga pendidikan dan mitra dari dalam dan luar negeri.
Untuk mengatasi masalah yang ada dikalangan remaja  saat ini, Islam menawarkan satu lembaga pendidikan yaitu pondok pesantren. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang terletak di Jl. Jamin Ginting Km. 11 Paya Bundung Medan Sumatera  Utara. Pesantren ini berdiri sejak 18 Oktober 1982 bertepatan pada tanggal 1 Muharram 1404 H. “Di atas dan untuk semua golongan” adalah salah satu pegangan dari pesantren ini yang memiliki arti bahwa pesantren ini terbuka untuk semua orang.
Selain pendidikan agama, pesantren ini juga menonjolkan pengetahuan umum terutama dalam kemampuan berbahasa Arab maupun Inggris yang merupakan bahasa resmi para santrinya.  Untuk mengaplikasikan bahasa  resmi tersebut, setiap hari libur mereka mengadakan conversation dan  mengikuti pelatihan public speaking tiga kali dalam satu minggu, yaitu pada hari senin, kamis, serta jumat. Dari pengaplikasian bahasa resmi tersebut, pesantren ini telah mengirim alumninya ke berbagai negara untuk melanjutkan pendidikan di tingkat selanjutnya seperti Mesir, Jordan, Madinah, Maroko, Malaysia, Singapura, Jepang, dan masih banyak lagi.
Untuk melatih soft skill santrinya, pesantren ini memiliki banyak kegiatan dan perlombaan diantaranya:
§  Language expo adalah salah satu perlombaan yang bertujuan untuk mengembangkan kepandaian para santri dalam berbahasa resmi. Perlombaan ini terdiri dari story telling (menyampaikan cerita atau argumen dengan menggunakan Bahasa Inggris), scrabble (menyusun kata Bahasa Inggris), miss language (pencarian puteri bahasa yang dapat menguasai kaidah-kaidah Bahasa Inggris (grammar) dan Bahasa Arab (nahwu dan sharaf), wall magazine (pameran majalah dinding yang berisi tulisan-tulisan santri baik berupa puisi, cerita, maupun informasi yang dimuat dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris), dan hiwar (debat Bahasa Arab dan Bahasa Inggris).
§  Musabaqah Maharatil Kitabah (MMK) adalah perlombaan yang mengembangkan bakat santri dalam menulis baik berupa karya ilmiyah maupun non ilmiyah. Perlombaan ini tidak mengharuskan peserta menggunakan Bahasa Arab ataupun Bahasa Inggris.
§  Drama competition adalah perlombaan teater dengan menggunakan bahasa resmi pesantren.
§  Shalawat competition adalah perlombaan yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah di jiwa para santri.
§  Kursus Mahir Dasar (KMD) adalah pelatihan kepramukaan yang dilaksanakan oleh santri kelas XI sebelum mereka diangkat menjadi pembantu pembina. Selain KMD, masih banyak kegiatan kepramukaan yang diikuti oleh para santri diantaranya, cross coutry, pesta penggalang dan penegak, serta jambore nasional.
§  Pagelaran seni Drama Arena dan Panggung Gembira adalah sebuah mahakarya yang ditunjukkan oleh santri kelas XI dan XII. Semua seni yang ditampilkan merupakan hasil dari kreativitas mereka. Bahkan panggung serta dekorasinya adalah hasil dari sentuhan tangan mereka.
Selain memberikan pengetahuan, pesantren juga mengajarkan kepada para santrinya untuk memiliki sifat kepemimpinan. Karena dengan penanaman sifat tersebut  menjadikan mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan, melainkan mereka yang harus memengaruhi lingkungan.
Dari ini terjawablah bahwa lembaga pendidikan Islam itu tidak tertinggal dari lembaga pendidikan umum. Bahkan anggapan masyarakat tentang pondok pesantren yang tidak dapat mengikuti perkembangan zaman, justru menjadi salah satu solusi dari permasalahan pendidikan di Indonesia. Sebab pendidikan di pesantren lebih  mandiri, disiplin, kreatif, serta lebih siap untuk mengahadapi kehidupan nyata.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »