Generasi Millenial Penggerak Perkembangan Ekonomi

Sunday, February 24, 2019 Add Comment
Sumber : Okezone News

        Generasi milenial atau generasi muda yang lahir pada tahun 1990an sampai 2000an punya peran penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia ke depan. Apalagi, dengan perkembangan dunia digital seperti sekarang  ini. 

Segala aktivitas mereka selalu bersentuhan dengan internet. Perkembangan teknologi ini membawa perubahan pada gaya hidup terutama bagi anak muda yang lahir pada tahun 1990an sampai 2000an. Internet tidak hanya sekedar merubah gaya hidup tapi juga peradaban dan generasi. Generasi milenial tumbuh kreatif dan berinovasi lewat digital. Generasi  milenial membentuk ekonomi Indonesia dengan teknologi.

Lahir dan tumbuh dengan nyaman dalam lingkungan serba digital. Melalui internet, berbagai aktivitas dalam kehidupan mereka lebih mudah. Mereka inilah yang disebut sebagai generasi milenial atau generasi digital. 

Generasi Milenial menemukan caranya sendiri untuk terhubung dan terkoneksi dengan orang lain lewat social media, seperti Twitter, Facebook, Path, dan sebagainya. Tidak ada lagi jarak, dan semua saling terkoneksi. Mereka merubah tatanan nilai dan gaya hidup selama ini menjadi serba digital.

Adanya adaptasi teknologi, ide kreatif dan orisinil untuk mengakomodir semua aktivitas mereka jadi lebih mudah, muncul berbagai inovasi gaya hidup digital yang revolusioner. Adaptasi digital yang tinggi ini telah membawa perubahan gaya hidup digital dalam melaksanakan rutinitas sehari-hari, dari cara berkomunikasi, interaksi melalui jejaring social, transaksi pembayaran hingga belanja kebutuhan sehari-hari. Dari sini tercipta ekosistem digital yang membentuk masyarakat milenial di Indonesia. Salah satu indikatornya adalah munculnya sejumlah startup di Indonesia, misal gojek yang menjadi solusi ditengah macetnya jalan raya oleh kendaraan umum maupun pribadi.

Tidak hanya itu, Gojek yang juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para supir ojek, telah menciptakan trend baru di Indonesia yang mana millenials berlomba-lomba untuk menciptakan karya yang berdampak bagi masyarakat luas. Ditambah kehadiran sejumlah market place seperti Tokopedia.com, Bukalapak.com, dan sebagainya. Hal ini juga menciptakan kaum milenial berjiwa entrepreneur yang sukses dan mendukung pertumbuhan nilai bisnis eCommerce di Indonesia.

William Tanuwijaja, pemimpin Tokopedia, menggerakkan perubahan di e-Commerce. Dimulai dengan mendapatkan investasi sebesar 100 juta dollar dari Softbank dan Sequoia, perusahaan investasi yang telah mendukung Apple, Googlem Whatsapp, dll. William memimpin pasukan millenials di Tokopedia untuk terus menciptakan nilai tambah bagi para seller dan pelanggan Tokopedia.

Tidak hanya di perekonomian, banyak perubahan yang dibawa oleh millenials menggunakan platform digital. Kehadiran start up mengikuti perubahan gaya hidup generasi milenial membuat populasi mereka menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru. Kedepannya, merekalah penggerak roda perekonomian Indonesia.

Pemerintah, melalui Badan Ekonomi Kreatif juga telah mendukung langkah kaum milenial lewat jalan e-Commerce.  Dengan penguasaan teknologi digital, ide orisinil dan kreativitas, kebebasan berekspresi yang mereka miliki, dan dukungan stakeholders, nantinya akan membentuk masyarakat Indonesia yang lebih maju di level Asia.

Nur Aini, salah satu mahasiswi di UIN Walisongo jurusan S1 Perbankan syariah mengatakan “Berbicara mengenai pengaruh generasi milenial mempunyai pengaruh yang sangat besar. Lalu apa sumbangsih yang dapat dilakukan kaum milenial? Untuk itu, dalam menempuh pendidikan yang setinggi mungkin, mempunyai wawasan yang luas, berinovasi menciptakan segala sesuatu yang baru juga akan membantu perkembangan ekonomi itu sendiri karena semakin banyak inovasi-inovasi yang dihasilkan generasi milenial maka akan bertambah pula pendapatan suatu negara”.

Millenials juga membuktikan jikalau kemampuan social secara langsung maupun tidak langsung (digital) dapat membuka berbagai peluang kreatif dan inovatif yang bahkan belum terpikirkan sebelumnya. Mereka adalah penggerak roda perekonomian dengan memulai fenomena startup, intinya saking terbukanya wawasan lewat media digital, zaman sekarang pintar gak Cuma IQ saja.


Alifia kader 2018

OJK Goes To Village "Lebih Mengenal Pinjaman Berbasis Online"

Tuesday, February 12, 2019 Add Comment



Semarang, 12/02/2019 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY bekerja sama dengan Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) dan KKN MIT 71 Posko 69 UIN Walisongo mengadakan acara OJK goes to village dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Pinjaman Berbasis Online” yang berlokasi di Kelurahan Pandean Lamper Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa dan masyarakat kelurahan Pandean Lamper. OJK goes to village bertujuan untuk mengedukasi masyarakat warga kelurahan Pandean Lamper agar lebih mengenal apa itu pinjaman online dan beberapa risiko yang ditanggung, karena telah banya starup  ilegal telah meresahkan masyarakat untuk enggan meminjam secara online.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan membaca ayat suci al-Quran oleh saudara Ahmad Faqih Ainun Najib selaku mahasiswa dari Posko KKN 69, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh saudari Umi Mudawamah, dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Bapak Sriyana selaku seketaris kelurahan Pandean Lamper, sambutan kedua dari Moh. Ikhsanudin selaku ketua umum Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei), kemudian sambutan ketiga disampaikan oleh saudara Muh. Alvin Afwan selaku koordinator desa KKN kelurahan Pandean Lamper, kemudian sambutan terakhir disampaikan oleh Bapak Dedy Patria selaku perwakilan dari OJK.
Acara selanjutnya yaitu penyampaian materi pertama dengan pembahasan mengenai “Lebih Dekat Pinjaman Berbasis Online oleh Bapak Kirbani selaku perwakilan dari OJK. Beliau mengatakan salah satu terbentuknya OJK adalah sebagai lembaga pengawas dan mengambil alih fungsi pengawasan Bank Indonesia dan Departemen Keuangan, serta melindungi nasabah dan masyarakat penikmat institusi jasa keuangan. Beliau juga mengatakan bahwa  salah satu bagian fintech yaitu Crowd Funding atau disering disebut dengan pendanaan secara gotong royong. 
Pada desember 2018 fintech telah memberikan pinjaman sebesar 23.8 Triliun dan pinjaman terendah sebesar Rp. 1.590,-. Dalam hal pendanaan yang digunakan harus jelas alokasi pinjaman dana tersebut. Tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dibantu dengan mencairkan dana berupa Crowd Funding, hanya kebutuhan pendanaan yang bersifat produktif yang dapat dicairkan oleh masyarakat seperti pendanaan modal usaha, pembiayaan petani, bidang ekonomi kreatif ataupun lain yang besifat produktif.
Selanjutnya materi kedua disampaikan juga dari pihak OJK yaitu Bapak Martin Moses E.H mengenai Regulasi Pinjaman Berbasis Online dan Perlindungan bagi Konsumen.” Walaupun telah hadir pendanaan tersebut, masyarakat masih enggan dalam melakukan pinjaman secara online, dikarenakan masih banyak perusahaan perusahaan ilegal yang menawarkan pendanaan terhadap masyarakat. Kemudian memberikan berbagai ancaman kepada nasabah berupa memalsukan data, menagih hutang yang tak manusiawi. Jika kejadian tersebut menimpa masyarakat. Lantas bagaimana tindak lanjut OJK sebagai lembaga Regulator? Pertama, menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat oleh perusahaan ilegal. Kedua, melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian untuk menyusut tuntas kasus tersebut. Kemudian, untuk menutup materi kedua, Bapak Martin Moses E.H menampilkan sebuah video edukasi.
Setelah Bapak Kirbani dan Martin Moses menyampaikan materinya, peserta pun dipersilahkan untuk bertanya terkait materi yang sudah dijelaskan. Peserta pun antusias dengan silih berganti bertanya. Salah satu pertanyaan yakni pertanyaan yang ditanyakan oleh Ibu Nur Amin yang bertanya apakah asuransi car bekerjasama dengan OJK? Lalu Bapak Kirbani menjawab bahwa asuransi car terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Setelah semua pertanyaan sudah dijawab semua. Kemudian acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari pihak forshei dan KKN MIT 71 posko 69 UIN Walisongo kepada pemateri dan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh saudara M. Lizamudin, serta diakhiri dengan foto bersama.

Oleh: Niko Bachtiar (Kader 2017)