Asuransi Syariah: Masyarakat Canggung

Saturday, March 30, 2019 Add Comment
Sumber gambar : Polismart.id

Penduduk Indonesia masih minim minat asuransi. Seperti yang dikutip kompas pada 17/11/ 2018, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia pada tahun 2018 mencapai lebih dari 265 juta jiwa. Akan tetapi dari banyaknya penduduk hanya 1,7 persen masyarakat yang telah menggunakan asuransi.

Dari perkembangan asuransi syariah saat ini, bahwa masih tergolong minim pengetahuan masyarakat  tentang asuransi syariah, terlebih masyarakat desa. Padahal dalam sosialisasinya, asuransi syariah menjujung tinggi bentuk tolong menolong.

Asuransi syariah dalam sistem kerjanya berjalan dengan akad mudharabah/ tijarah serta akad tabarru’/ hibah. Dalam pengenalanya terhadap masyarakat memang masih mengalami kendala, seperti kurang percayanya masyarakat mengenai haram/halalnya sistem asuransi tersebut, gaya pemikiran ndeso juga berpengaruh dalam perkembangan pengetahuan asuransi.

Selain faktor yang telah dipaparkan, penduduk desa sebelum mengetahui cara kerja sistem asuransi syariah, mereka lebih dahulu paham tentang banyaknya cerita bahwa perusahan asuransi tidak mengindahkan klaim nasabah, padahal hal seperti ini tidak bisa diputusi secara sepihak. Misalnya, perusahan asuransi tidak merespon klaim karena nasabah yang tidak memenuhi persyaratn dalam membeli polis sehingga pihak perusahan menonaktifkannya, atau juga tidak samanya tanda tangan seseorang yang mengajukan klaim dengan data pengajuan pada saat pendaftaran.

Tidak sedikit juga dari ulama lain memberikan cap haram terhadap asuransi. Alasanya asuransi tidak jelas cara pengelolaan uangnya, dan hal inilah yang mereka sebut praktik riba. Ulama yang berpendapat demikan yaitu, Sayyid Sabiiq (pengarang Fiqh as-Sunnah), Abdullah al-Qalqili (Mufti Yordan), Muhammad Yusuf Qordawi (pengarang al-Halal wa al-Haram fi al-Islam), dan lain-lain.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menghalalkan asuransi syariah, terlihat dalam fatwanya NO.21/DSN-MUI/X/2001 menjelaskan bahwa, “Asuransi syariah (ta’min, takful atau tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang/ pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/ tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.” Bahwasannya MUI telah mempertimbangkan sebaik mungkin untuk mengeluarkan sebuah fatwa untuk kebolehan asuransi syariah. Dengan adanya fatwa ini, harus menjadikan kita yakin bahwa asuransi syariah boleh digunakan oleh umat Islam bahkan masyarakat luas.

Alangkah baiknya jika sebelum memutuskan untuk membeli polis asuransi, pertimbangkan hal-hal yang ingin diambil manfaat, pendaftaran beserta syarat-syaratnya. Dan juga pihak pemerintah sendiri turut menyadarkan bahwa asuransi sendiri itu penting, mengingat musibah-musibah datangnya tidak bisa diduga.
Adapun ayat tentang asuransi adalah Surat Luqman ayat 34, yang berbunyi:
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”


Abidin kader 2018

Diajang Temu Ilmiah Regional 2019, Forshei meraih gelar Juara Umum

Wednesday, March 27, 2019 Add Comment


Salatiga, 22-24 Maret 2019 digelar temu ilmiah regional jawa tengah yang diselenggarakan oleh FoSSEI Regional Jawa Tengah di IAIN Salatiga dengan tema " Optimalisasi Wakaf dan Socialpreneur untuk Mengembangkan Industri Halal di Jawa Tengah". Acara ini diikuti oleh 30 ksei se-jawa Tengah. Tujuan acara ini selain sebagai ajang perlombaan namun yang lebih penting adalah sebagai ajang silaturahmi dengan ksei se jawa tengah.

Acara ini berlangsung selama 3 hari. Hari pertama diisi dengan seminar nasional sekaligus pembukaan acara secara resmi oleh rektor iain salatiga. Dilanjutkan dengan seminar nasional dengan tema yang sama dan mengundang 3 pembicara yaitu bapak Sinoeng H. Rachmadi Dari dinas pemuda dn olahraga pariwisata daerah jawa tengah, bapak Zainal Abidin Sidiq Selaku direktur socialpreneur dompet duafa pusat, dan bapak M. Fuad Nasar.

Seminar berjalan dengan lancar dan menggembirakan karena pembicara yanng sangat interaktif dengan peserta seminar.
Seusai seminar dilanjutkan dengan babak penyisihan lomba olimpiade ekonomi islam selama 90 menit. Setelah itu dilangsungkan pengumuman tim yang lolos ke babak semifinal. Terdapat 6 tim yang lolos ke babak semifinal yaitu 1 ksei feb unnes, 3 tim dari ksei forshei dan 2 tim dari ksei unsoed. Selama babak semifinal para tim berjuang untuk mendapatkan tiket ke babak final karna hanya 4 tim yang bisa masuk ke babak final. Akhirnya didapatlah 4 tim yang masuk ke babak semifinal yaitu 2 tim dari ksei forshei dan 2 tim dari ksei unsoed. Lomba olimpiade selesai untuk hari ini dan akan dilanjutkan esok hari.

Keesokan harinya, pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB diselenggarakan lomba yang lain seperti lkti, infografis dan videografis pada waktu yang sama. Terdapat 8 peserta disetiap perlombaan yang akan mempresentasikan hasil karyanya. Selanjutnya diadakan babak final untuk cabang lomba olimpiade ekonomi islam.

Pada Babak final menggunakan sistem debat. Debat berlangsung dengan 2 putaran. Setiap kali putaran akan diberi misi yang berbeda. Debat berjalan dengan sangat kompetitif. Masing-masing tim berjuang untuk mendaapatkan juara. Debat berakhir pada pukul 17.00 WIB
Acara dilanjutkan dengan acara puncak yaitu gala dinner sekaligus pengumuman pemenang yang bertempat di aula kampus 1 iain salatiga. Pada sesi kali ini diisi oleh hiburan-hiburan yang menarik seperti live music dan stand up comedy dari peserta. Acara berlangsung meriah dan menggembirakan. Peserta juga disajikan berbagai makanan seperti bakso, soto dan sate. Tibalah saatnya pengumuman pemenang lomba. Pengumuman pertama adalah pada cabang lomba videografis.

Juara pertama menangkan oleh ksei forshei, juara kedua diraih ksei fosei unsoed dan juara ketiga oleh ksei umm. Dilanjutkan dengan pengumuman lomba infografis juara pertama diraih oleh ksei forshei, juara kedua ksei feb undip dan juara ketig diraih oleh ksei forshei.

Pengumuman untuk cabang lomba LKTI, juara pertama diraih oleh ksei feb unnes, juara kedua oleh ksei forshei dan juara ketiga oleh ksei fresh iain surakarta. Pemenang lomba untuk cabang olimpiade ekonomi islam, juara pertama diraih oleh ksei forshei, juara kedua oleh ksei fosei unseod dan juara ketiga diraih oleh ksei forshei.

Secara keseluruhan ksei forshei meraih juara disetiap cabang perlombaan dengan total piala yang diraih sebanyak 6 piala dari 12 piala yang direbutkan. Sehingga dengan perolehan tersebut ksei forshei meraih gelar juara umum diajang temu ilmiah regional jawa tengah.


Uyyun Sundari kader 2016

Kunjungan Media dan Penerbitan Ke Mojok.co

Thursday, March 14, 2019 1 Comment


Yogyakarta, 13/03/2019 – Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) melaksanakan kunjungan media portal online ke Mojok.co yang terletak di Desa Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh unit pelatihan divisi media dan penerbitan dengan mengusung tema “Cerdas dan Lugas Bermedsos di Era Millenal” yang diikuti oleh 15 kader forshei terdiri dari angkatan 2016-2018. Acara ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada kader forshei mengenai pengelolaan sosial media yang baik serta bijak.

Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB diawali dengan sambutan oleh ketua umum forshei Moh. Ikhsanudin kemudian dilanjut sambutan dari perwakilan Mojok.co yaitu Ali Ma’ruf selaku strategic planner dan videografer. Disambung sesi pemaparan miniprofil yang diramaikan oleh Ega Fansuri salah satu ilustrator dan content creator motifansuri, Doni selaku admin media sosial, Aprilia Kumala salah satu redaktur konten K-pop dan galau, Seno selaku redaktur konten sepak bola serta perwakilan lainnya.

Selanjutnya sesi tanya jawab oleh kader forshei kepada pihak Mojok.co mengorek informasi lebih mendalam tentang media mereka dan saran untuk pengembangan media forshei kedepannya. Dari sesi tersebut diketahui bahwa mojok berawal dari sebuah komunitas yang bernama KBEA (Komunitas Bahagia EA). Dana yang terkumpul dari keuntungan anggotanya mereka sisihkan untuk mendirikan Mojok.co, setelah itu mojok mendapatkan investor yang sama dari tirto.id sehingga hal tersebut membuat tirto dengan mojok ada sedikit kemiripan. Perlu diketahui juga bahwa mojok adalah instansi yang berdiri sendiri tidak memiliki cabang dalam bentuk apapun, seperti persepsi orang-orang selama ini yang menganggap jika Mojok.store itu bangunan dari Mojok.co, kedua intansi tersebut berdiri secara independen.

Usai semua rangkaian acara, ditutup dengan foto bersama. Kegiatan ini diharapkan menambah kekompakan sesama kader forshei untuk membangun forshei lebih maju dan meletik. Terutama dalam bidang media di era milenial ini.

Milhatun Nisa’ (Kader 2017)

Pembukaan Diskusi Primer "Optimalisasi Wakaf dan Sociopreneur untuk Pengembangan Industri Halal di Jawa Tengah”

Monday, March 11, 2019 Add Comment



Semarang – Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) mengadakan pembukaan diskusi primer bagi semua kader guna memberikan hentakan semangatuntuk memulai berdiskusi disetiap minggunya. Diskusi berlangsung pada hari Senin (11/03) pukul 16.00 sampai 18.00 WIB yang bertempat di Taman Cecil samping Auditorium II kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan diskusi di buka oleh saudara Faizul Mamduh sebagai moderator dan isi oleh saudara Muhammad Tommy Hilmy Azizy, S. E sebagai pemateri dengan tema “Optimalisasi Wakaf dan Sociopreneur untuk Pengembangan Industri Halal di Jawa Tengah”.
Sebelum menjelaskan wakaf sebagai instrument yang mampu mengembangkan industry halal di Jawa Tengah di jelaskan terlebih dahulu mengenai makna wakaf. Dalam diskusi dijelaskan bahwa wakaf secara bahasa adalah menahan, sedangkan secara istilah adalah memindahkan hak pribadi menjadi milik suatu badan dengan tujuan untuk kemaslahatan masyarakat. Wakaf yang popular dan sering di wakafkan oleh masayarakat adalah wakaf tanah.  Dalam Pasal 16 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004, harta benda wakaf terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak.
Sedangkan Sociopreneur adalah usaha atau bisnis yang tidak hanya mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri tetapi ada edukasi dan nilai sosial untuk kesejahteraan masyarakat. Cara pengembangan wakaf yaitu dengan cara mengelola harta wakaf untuk bisnis dengan mengajak masyarakat sekitar. Dengan hal tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.
Wakaf sebagai filantropi Islam yang dijadikan sebagai instrument pengembangan industry halal di Jawa Tengah karena hasil dari pengembangan wakaf tidak dikhususkan peruntukannya seperti zakat yang peruntukannya jelas bagi delapan ashnaf. Wakaf dikembangkan dan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat guna kemaslahatan atau kesejahteraan bersama.
Diskusi yang diikuti  26 peserta yang terdiri dari kader forshei angkatan 2016-2018 tersebut berjalan dengan lancar dan seru, setiap kader saling memaparkan argument tanpa saling menyalahkan. Acara diskusi berahir pada pukul 17.30 WIB dan ditutup oleh saudara Muhammad Faizul Mamduh sebagai moderator.


Oleh: Muhammad Idchonul Khakim (Kader 2018)

Tasyakuran Wisuda 2019

Sunday, March 03, 2019 Add Comment


Semarang, 03/03/2019 - Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan Tasyakuran Wisuda untuk wisudawan dari kader forshei. Makna Tasyakuran Wisuda ini yaitu untuk ucapan rasa syukur atas kelulusan dari kakak-kakak kader forshei dan semoga ilmu yang didapatkan dibangku perkuliahan maupun organisasi dapat bermanfaat kelak. Acara ini dilaksanakan di gedung G2 dan G3 fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Walisango. Acara ini dihadiri oleh kader 2016,2017,2018 serta wisudawan, Majelis Pertimbangan Forshei (MPF) dan KA forshei.

Acara ini dimulai pukul 14.00 WIB yang diawali pembacaan tahlil oleh saudara Cahyo (kader 2018). Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Ketua Umum Forshei saudara M. Ikhsanudin (kader 2016) dan sambutan kedua disampaikan oleh Majelis Pertimbangan Forshei (MPF) saudari Ismi Ulil Chasanah. selanjutnya sambutan dari perwakilan wisudawan saudara Noor Ahmad Toyyib.

Dilanjutkan pemotongan tumpeng secara simbolik oleh saudara M. Ikhsanudin kepada saudara Ahmad Ulin Nuha. Dilanjutkan pembacaan do'a yang dipimpin oleh saudara Hilman (kader 2018).
Acara berikutnya adalah makan bersama dan dilanjutkan dengan sharing season yang dipandu oleh saudara Ma'arif dan saudara Wiwin Wahyudi (kader 2017).

Sharing Season diawali dengan hiburan menyanyi bersama persembahan dari kader 2017 untuk memeriahkan acara tasyakuran wisuda. Selanjutnya sharing-sharing dari wisudawan kepada para kader forshei tentang pengalaman dan ilmunya. Pertama dari wisudawan Ulil Albab menyampaikan 5 hal yang paling penting di hidupnya. Yang kedua dari wisudawan Ali Muntaha tentang acara yg paling berkesan di forshei. Selanjutnya wisudawan Ayu Rismawati, keempat penyampaian dari wisudawan Eny Kusumawati. Ditengah acara sharing ini diselingi menyanyi bersama untuk memeriahkan acara. Dilanjutkan penyampaian dari wisudawan Isratul Muzdalifah. Selanjutnya sharing dari wisudawan Taufiqur Rohman. Wisudawan Ahmad Ulin Nuha menyampaikan tentang pengalaman di forshei dan kiat-kiatnya. Dilanjutkan oleh wisudawan M. Thomy Hilmi Azizy. Dan terakhir sharing dari wisudawan Noor Ahmad Toyyib. Selanjutnya penyampaian dari Saudara Asep yang merupakan perwakilan dari Keluarga Alumni (KA) forshei.

Acara Tasyakuran Wisuda berakhir pada pukul 17.00 WIB. Diakhir dengan foto bersama seluruh panitia dan kader forshei. Semoga Tasyakuran Wisuda ini menjadi tempat mempererat kekeluargaan dan mengenal lebih dalam satu sama lain.


Fidya kader 2018