RAKER (Rapat Kerja) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam Masa Periode 2019-2020

Sunday, July 28, 2019 Add Comment



Kendal, (27-28, 07-2019) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang melaksanakan agenda tahunan yaitu RAKER (Rapat Kerja) dan pelantikan pengurus forshei masa periode 2019/2020. Rapat Kerja merupakan rapat yang dilakukan setahun sekali yang bertujuan untuk menyampaikan program kerja. Rapat kerja dihadiri oleh 38 peserta yang merupakan kader forshei 2017 dan 2018 beserta KA forshei dan MPF (Majelis Pertimbangan Forshei).

Pembukaan acara ini dimulai pada pukul 13.00 WIB di Balai Desa Margosari Kec. Limbangan, Kab. Kendal, dipimpin oleh Saudari Maulida Zakiyyatul Ulya selaku pembawa acara. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Khoirun Ni'am dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta mars FoSSEI yang dipandu oleh Saudari Alifia Dyah Nur Rahma. Dilanjutkan dengan  sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh ketua panitia Saudara Lukmanul Hakim. Sambutan kedua disampaikan oleh ketua umum forshei 2019/2020 yaitu Saudara Nur Ma'arif. Sambutan terakhir disampaikan oleh Saudara M. Baqiatus Salafis Sofi selaku perwakilan MPF (Majelis Pertimbangan Forshei).

Setelah itu pengurus berkumpul dan berdiskusi mengenai program kerja unit masing-masing. Serta adanya upgrading oleh Saudara Mamduh selaku KA forshei yang menyampaikan materi tentang manajemen pengambilan keputusan.

Acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus forshei periode 2019/2020 dengan pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin oleh Saudara Ahmad Fauzi selaku MPF serta penandatanganan surat pernyataan kesediaan menjadi pengurus forshei. Dilanjutkan berjabat tangan mengucapkan selamat kepada pengurus baru forshei.

Puncak acara RAKER yaitu setiap unit di forshei menyampaikan program kerja dengan memaparkan rencana yang akan dilaksanakan untuk satu periode kedepan. Diawali dengan penyampaian program kerja oleh Pengembangan Sumber Daya Kader (PSDK). Kemudian dilanjutkan oleh unit pelatihan. Adapun masukan untuk unit pelatihan yang disampaikan oleh Saudara Ari Yuwono Saputro selaku MPF agar segera membentuk tim untuk penerbitan majalah falah ke-11. Yang ketiga penyampaian dari unit kajian, dimana nantinya akan ada video review buku agar semakin menarik minat kader dan tidak terkesan membosankan. Terakhir penyampaian oleh Badan Pengurus Harian (BPH). 

Selama penyampaian progam kerja dari keempat unit tersebut banyak motivasi, saran dan kritik yang diberikan oleh para senior yang dapat menjadi dorongan kepada para pengurus baru periode 2019/2020 untuk semangat menjalankan amanah yang telah diserahkan kepada pengurus baru. Salah satunya yaitu disampaikan oleh Saudara M. Ikhsanuddin bahwasannya yang telah tercantum dalam program kerja itu bukanlah suatu hak tetapi kewajiban. Apa yang telah disampaikan semuanya dikerjakan secara bersama-sama agar mendapat hasil yang nyata. Rapat Kerja di akhiri dengan penutupan oleh Saudari Jannatun Na'imah selaku pembawa acara  dan ditutup dengan doa oleh Saudara Sulton Ulumudin.



Umi Qonita Mahmudah (kader forshei 2018)

Musyawarah Tahunan (MUSTA) Periode 2018/2019

Sunday, July 14, 2019 Add Comment


Semarang, (14/7/2019) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang melaksanakan agenda tahunan yaitu Musyawarah Tahunan (MUSTA) 2019 yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 12 hingga 13 Juli 2019. Kegiatan MUSTA Bertujuan untuk mengukur kemampuan dan mempertanggungjawabkan hasil kerja serta menjalaskan secara rinci kegiatan yang sudah terlaksana maupun yang belum terlaksana. MUSTA dihadiri oleh seluruh kader forshei dari angkatan 2016-2018 dan Majelis Pertimbangan Forshei serta KA forshei.

MUSTA 2019 di awali dengan pembukaan oleh Jannatun Na'imah kader 2018 sebagai MC pada pukul 16:00 WIB. MUSTA bertempat di Gedung Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Mangkang. Selanjutnya sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh ketua panitia Saudara M. Saiful Anwar kader 2018, sambutan kedua disampaikan oleh ketua umum forshei 2018/2019 Saudara Muhammad Ikhsanudin kader 2016, dan sambutan terakhir disampaikan oleh Saudara Muhammad Firdaus selaku perwakilan dari MPF. Acara dilanjutkan dengan khataman Al-Qur'an. Khataman bersama ini sudah dimulai sebelum acara MUSTA, dengan menggunakan grup whatsapp sebagai sarana media.

Kegiatan dilanjutkan dengan sholat maghrib lalu dziba'an sembari menunggu sholat isya'. Puncak acara MUSTA berlangsung pukul 20.30 WIB yaitu laporan pertanggungjawaban (LPJ) program kerja untuk setiap unit yang ada di forshei, dengan memaparkan program kerja dalam waktu satu tahun kepengurusan. Pertama dimulai dengan pelaporan pertanggungjawaban program kerja dari unit PSDK (Pengembangan Sumber Daya Kader) yang menyampaikan tentang jenjang kaderisasi serta event yang terlaksana. Adapun masukan untuk PSDK agar didalam LPJ diperjelas  mengenai program kerja dan struktur organisasi. Kedua pelaporan pertanggungjawaban dari unit pelatihan yang terbagi dalam tiga divisi yaitu divisi media dan penerbitan, divisi multimedia, dan divisi usaha dan kreatifitas. Yang disampaikan ialah mengenai perkembangan engagement pada sosial media serta program program yang telah terlaksana. Adapun saran yang disampaikan oleh KA forshei agar pintar-pintar dalam memanage waktu mengingat perilisan majalah falah yang sudah dua kali terlambat dari jadwal.  Ketiga pelaporan dari unit kajian yang terdiri dari tiga divisi yaitu divisi muamalah dan qutubuturats, divisi ekonomi dan akuntansi islam, dan divisi research dan jurnalistik. Bahwasanya untuk foraccounting mungkin diperlukan pembaruan sistem agar kader semangat dan tidak malas untuk ikut kegiatan rutinan tersebut. Yang terakhir adalah pelaporan pertanggungjawaban dari BPH (Badan Pengurus Harian).

Acara terakhir dalam MUSTA ini ialah diadakan pengajuan calon ketua umum baru forshei. Dari 10 kandidat yang dicalonkan tersisa 5 kandidat yang kembali diseleksi oleh MPF dan KA forshei.  Setelah melewati berbagai kriteria dan seleksi untuk menjadi ketua forshei 2019/2020, akhirnya diputuskan untuk yang menjadi ketua umum forshei dan wakil ketua forshei untuk preiode 2019/2020 adalah Nur Ma'arif dan M. Lizamuddin. MUSTA ini diakhiri dengan acara foto bersama seluruh kader forshei. Semoga dengan MUSTA 2019 kali ini dapat membuat kader-kader lebih bersemangat dan lebih baik dalam kepengurusan tahun depan.


Oleh : Umi Qonita mahmudah (kader forshei 2018)

E-Magazine Falah Edisi X "Revolusi Industri 4.0 Kunci Perekonomian Indonesia"

Wednesday, July 10, 2019 Add Comment

Dunia pada umumnya, dan Indonesia pada khususnya, sedang memasuki era industri baru yang ditandai dengan era digitilasisasi diberbagai sektor kehidupan. Para pakar menyebut ini sebagai era revolusi industri 4.0. Di mana roda perekonomian tergantikan oleh otomatisasi mekanis dan digitalisasi teknologi. Revolusi industri memunculkan ekonomi berbasis teknologi atau yang lebih dikenal dengan ekonomi digital. Dewasa ini, berbagai inovasi berbasis ekonomi digital telah lahir dan terus berkembang di Indonesia, diantaranya: Go-Jek, Buka Lapak, Tokopedia dan lainnya berbagai start up yang terus tumbuh dan berkembang mengatasi masalah yang ada di masyarakat secara digital. Industri kreatif kini telah menjelma menjadi kekuatan baru menjadi sektor gemilang dalam penopang perekonomian Indonesia. Pelaku usaha ini mengerti cara memahami dengan selalu inovatif dan adaptif terhadap permintaan minat, perubahan selesara pasar. Sehingga mampu menciptakan peluang kerja secara massal ditengah ancaman putus hubungan kerja secara massal pula. Berangkat dari realita tersebut, kader forshei tertarik untuk menuangkan pemikiran dan pendapatnya ke dalam Majalah Falah edisi X, dengan tema "Revolusi Industri 4.0 Kunci Perekonomian Indonesia"

Download E-Magazine Edisi X disini

E-Magazine Falah Edisi IX "Sustainable Development Goals: Menunjang Ekonomi Umat"

Wednesday, July 10, 2019 Add Comment


Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan rencana utama yang berorientasi
pada keberlangsungan hidup umat manusia dan masa depan dunia. Dalam aspek ekonomi, SDGs berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Tidak dapat dipungkiri, bahwa usaha yang saat ini berkembang sebagian besar menggunakan kekayaan yang berasal dari alam. Jika hal ini terjadi secara berkepanjangan, maka generasi selanjutnya tidak dapat menikmati hasil kekayaan alam sekitar. Social entrepreneur dapat dipilih untuk memajukan perekonomkan tanpa harus merusak alam. Peran social entrepreneur dalam pembangunan ekonomi antara lain menciptakan kesempatan kerja yang baru, inovasi dan kreasi untuk membantu masyarakat  untuk meningkatkan kesejahteraan, dan peningkatan kesetaraan karena pebisnis tidak hanya memikirkan keuntungan sendiri tetapi berfikir tentang pemerataan pendapatan agar tercipta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui realita tersebut, kader forshei tertarik untuk mengkaji yang kemudian ditungkan ke dalam Majalah Falah edisi IX yang bertema "Sustainable Development Goals: Menunjang Ekonomi Umat".

Download E-Magazine Falah Edisi IX disini

Peringati Harlah ke-11, forshei Adakan Seminar Nasional "Revitalisasi Peran Pemuda dalam Menstimulus Kemajuan Desa.”

Thursday, July 04, 2019 Add Comment

Semarang, Rabu (3/7)- Dalam rangka memperingati ulang tahun Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) yang ke -11, forshei mengadakan Seminar Nasional dengan tema Revitalisasi Peran Pemuda dalam Menstimulus Kemajuan Desa.
Bertempat di Aula Wisma Perdamaian, Seminar Nasional kali ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari peserta seminar nasional, akademisi, mahasisiwa, tamu undangan, dan masyarakat umum. Mengundang 3 pemateri, yaitu Bapak Ignatius Adi Nugroho (Bank Indonesia), Bapak Winarso (Derektur Utama BUMDES Tirta Mandiri Umbul Ponggok), dan Bapak Sartono (Ketua UMKM Kampoeng Telo dari Desa Wisata Kandiri).

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB yang dibuka oleh Bapak Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum Bapak  H. Muhammad Arifin, S.Ag, M.Hum. Acara selanjutnya yaitu launching majalah Falah yang ke-10 dan INDIFES (Institute For Development of Islamic Finance and Business). Acara selanjutnya yaitu Keynote speech oleh Bapak wakil Gubernur Jawa Tengah yang di wakili oleh Bapak Santoso, S.p M.si.
Selanjutnya pukul 09.45 dilanjut dengan penampilan parade 11 produk unggulan desa. Diawali dengan tarian yang dibawakan oleh Saudari Sarir dan Saudari Wiwin. Pada urutan pertama yaitu produk dari Desa Umbul Ponggok, Umbul Ponggok merupakan mata air yang dimanfaatkan menjadi objek wisata yang terletak di Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah. Yang kedua yaitu Desa Wisata Kandri, desa ini disebut sebagai Kampoeng Telo karena memproduksi berbagai macam olahan telo/singkong seperti keripik telo, es dawet telo, dan telo instan.

Produk desa yang ketiga yaitu kopi Muria Khas Kudus, dari Desa Colo, Muria, Kudus. Yang keempat yaitu produk desa dari Desa Gelantengan (Kudus) dengan produknya yaitu Jenang Kudus. Yang kelima yaitu dari Desa Troso, Jepara, terkenal dengan penghasil kain tenun ikat Troso. Desa ini terletak di Kecamatan Pecangan Jepara. Selanjutnya produk desa yang keenam yaitu dari Desa Pulorejo (Grobogan) dengan produknya Batik Tulis Grobogan. Yang ketujuh yaitu dari Desa Tambaksari (Kendal), terkenal dengan produksi olahan lele, terkelak di kecamatan Rowosari, Kendal.

Peserta tampak antusias dan bersemangat, produk desa selanjutnya yaitu dari Desa Penanggulan, dengan produknya krupuk rambak khas Penanggulan. Produk desa yang ke sembilan yaitu dari Kampung Batik Laweyan, Solo dengan produk unggulannya yaitu Batik Solo. Produk desa yang ke sepuluh yaitu dari Desa Prayungan Bojonegoro, desa ini memproduksi kain Batik Bojonegoro yang biasa disebut dengan Batik Jenorogoan. Produk desa yang terakhir yaitu dari Desa Sekar Gadung (Boja), desa ini merupakan desa penghasil kolang-kaling dan gula jawa khas Kendal.

Pada pukul 10.00 WIB acara dilanjut dengan talkshow dengan berbagai materi.  Materi pertama disampaikan oleh Ketua UMKM Kampung Telo yaitu Bapak Sartono Mulyo Suwito  dengan tema Program Pembudayaan Desa Wisata. Selanjutnya Materi kedua disampaikan oleh Direktur Utama Bumdes Tirta Mandiri Umbul Ponggok yaitu Bapak Joko Winarto Spt. dengan tema Mumbul Umbul.

Ketiga adalah materi dari Bank Indonesia dengan tema Strategi Nasional Keuangan Inklusif : Pengenalan Program Elektronifikasi dan Transaksi Non Tunai oleh Bapak Ignatius Adi Nugroho Beliau mengatakan Jumlah pengangguran itu banyak di desa dan yang miskin itu banyak juga didesa, sehingga dalam menggerakkan desa itu tidak mudah, apalagi dalam era milenial ini, kita juga bisa menggerakkan pembangunan desa melalui media sosial.

Setelah selesai penyampaian materi, acara selanjutnya diskusi interaktif dan disambung sesi tanya jawab yang di pandu oleh Mira Azzahra, selanjutnya yaitu pemberian kenang-kenangan dan foto bersama seluruh pemateri. Di penghujung acara Bapak Sartono dan Bapak Joko berpesan “Bikin mimpi di desa kita, tumpahkan rencana entah bisnis clamp atau apapun dan selanjutnya buatlah tim kecil untuk mengeksekusi, karena sesuatu yang besar itu diawali dari yang kecil dulu, sebagai pemuda bermentallah juara, jatuh bangun lagi.

Acara seminar Nasional ini selesai pada pukul 12.15 WIB . Diakhiri dengan pengumuman pemenang Lomba Foto Challenge. Semoga acara ini bisa menjadi wadah untuk menjalin silaturrahim seluruh kalangan dan juga menjadi keberkahan bagi agenda-agenda forshei ke depan.



Alifia kader 2018