Ada Orang Ke-3 (Hawalah, Kafalah, Wakalah)

1.      Hawalah

Hawalah (pengalihan hutang) yakni al-intiqal dan al-tahwil, artinya memindahkan atau mengalihkan. Dengan kata lain pemindahan dari suatu tempat ke tempat lain.

·         Landasan hukum

HR. Bukhori dan Fatwa No. 12/DSN-MUI/IV/2000 tentang Hawalah.

·         Rukun

1. Muhil, yakni pihak yang berhutang dan berpiutang.

2. Muhal, pihak yang berpiutang.

3. Muhal ‘alaih, pihak yang brhutang.

4. Muhal bih, yaitu hutang

5. Shighat.

·         Jenis Hawalah

Mazhab Hanafi membagi hawalah dalam beberapa bagian, yaitu:

Dari segi objek akad

1) Hwalah al-haqq

2) Hawalah al-dayn

Ditinjau dari jenis akad

1)Hawalah Muqayyadah

2)Hawalah Mutlaqah

 

2.      Kafalah

Kafalah (penjaminan) secara bahasa berarti  al-dhaman (jaminan), hamlah (beban), dan  za’amah (tanggungan). Secara istilah menurut mazhab Hanafi, Kafalah ada dua pengertian yaitu “Mempersatukan tanggung jawab dengan tanggung jawab lainnya dalam hal tuntutan, baik terkait dengan jiwa, utang atau benda”, dan “Mempersatukan tanggung jawab dengan tanggung jawab lainnya dalam pokok (asal) utang”. Kafalah yaitu Akad pemberian jaminan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung (makful).

·         Landasan hukum

QS. Yusuf ayat 72, dan Fatwa No. 11/DSN-MUI/IV/2000 tentang Kafalah.

·         Rukun Kafalah

1. Kafil, orang yang menanggung.

2. Makful lahu, orang yang memberi utang.

3. Makful ‘anhu, orang yang mempunyai utang

4. Makful bih, objek utang.

5. Shighat.

·         Jenis Kafalah

1. Kafalah bin-nafs

2. Kafalah bil-mal

3. Kafalah bit-taslim

4. Kafalah al-munjizah

5. Kafalah al-muallaqah

 

3.      Wakalah

Wakalah (perwakilan), secara bahasa berarti al-tafwidh bermakna penyerahan, pendelegasian, dan pemberian mandate. Secara terminology, dalam kitab Kifayat Al-Akhyar: Menyerahkan suatu pekerjaan yang dapat digantikan kepada orang lain agar dikelola dan dijaga pada masa hidupnya. Wakalah adalah akad (suatu transaksi) dimana seseorang menunjuk orang lain untuk menggantikan dalam mengerjakan pekerjaannya/ perkaranya ketika masih hidup.

·         Landasan hukum

QS. Al-Kahfi ayat 19, QS. An-Nisa’ ayat 35, dan Fatwa No. 10/DSN_MUI/IV/2000 tentang Wakalah.

·         Rukun Wakalah

1. Muwakkil, yaitu orang yang mewakilkan.

2. Wakil, yaitu orang yang mewakili.

3. Muwakkal Fih, yaitu sesuatu yang diwakilkan.

4. Shighat

·         Jenis Wakalah

1. Wakalah al-mutlaqah

2. Wakalah al-muqayyadah

3. Wakalah al-‘ammah

·         Aplikasi Wakalah dalam Perbankan Syariah

1. Transfer

2. Kliring

3. Inkaso

4. Letter of Credit

5. Payment

 

Referensi

Jurnal IAIN ponorogo,2018


Sumber gambar: futuready.com


Penulis: Tim forshei materi


Post a Comment

0 Comments