Tes Potensi Akademik ForSHEI 2016

Monday, October 31, 2016 Add Comment

Semarang,  31/10 Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) mengadakan TPA (Tes Potensi Akademik) online pada pukul 16.00-17.00 WIB, di sebelah timur audit II.
TPA ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para kader ForSHEI dalam memahami ekonomi islam. serta mempersiapkan para kader yang akan ikut dalam ajang termileg.
Acara ini di tujukan kepada seluruh kader ForSHEI 2014, 2015 dan 2016. Terlihat para kader yang sangat serius dalam menjawab soal dan sesekali terlihat kesulitan dalam menjawab soal TPA. acara ini berakhir pada pukul 17.00, dan di tutup dengan bacaan hamdalah serta tos bersama-sama.


Oleh : Siti Khaulifah A. (Kader ForSHEI 2015)



Pemikiran Ekonomi Shah Waliyullah, Muhammad Iqbal dan Baqir as Sadr

Monday, October 24, 2016 Add Comment



Senin (24/10), Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) melakukan diskusi rutin pada pukul 08.30 WIB, kemudian dilanjutkan pukul 16.10 WIB di sebelah Timur Audit kampus 3UIN Walisongo Semarang. Diskusi dihadiri oleh angkatan 2014, 2015 dan 2016. Diskusi kali ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu diskusi angkatan 2016 yang merupakan “diskusi perdana” dan angkatan 2014, 2015. Diskusi oleh angkatan 2016 diisi dengan perkenalan anggota terlebih dahulu, dengan tujuan agar para kader bisa lebih mengenal satu sama lain. Sedangkan diskusi angkatan 2014, 2015 membahas materi  tentang pemikiran Shah Waliyullah, Muhammad Iqbal dan Baqir as Sadr.
 
Shah Waliyullah nama lengkapnya adalah Qutb al-din Ahmad bin Abd al-Rahim bin Wajih al- Din al- Syahid bin Mu’azam bin Mansur bin Ahmad bin Mahmud bin Qiwam al- Din al- Dihlawi. Ia lahir pada tanggal 21 Februari 1703 M atau 1114 H di Delhi, India dan wafat pada tahun 1762 M atau 1176 H. Karyanya yang sangat terkenal yaitu Hujjatullah al- Baligha. Menurutnya, manusia secara alamiah adalah makhluk sosial sehingga harus melakukan kerja sama antara satu orang dengan orang lainnya, seperti kerja sama usaha ( mudharabah, musyarakah).
Selanjutnya yaitu membahas tentang pemikiran Muhammad iqbal. Beliau lahir pada tanggal 9 November 1877 di Sialkot, India dan wafat pada tanggal 21 April 1938. Pemikiran ekonominya yaitu mengkritisi sistem kapitalis dan komunis menjadi zakat, sebab kita mengetahui dasar  sistem kapitalis yaitu yang kaya semakin kaya begitupun sebaliknya, sedangkan pada sistem komunis pemerintah menjadi penguasa satu-satunya, sehingga adanya pemikiran beliau mengenai penerapan zakat bertujuan agar terjadi pemerataan ekonomi.
Kemudian diskusi dilanjut membahas mengenai pemikiran Baqir as Sadr, nama lengkapnya asy-Syahid Muhammad Baqir as-Sadr. Beliau lahir di Kadhimiyeh, Baghdad pada tahun 1935. Pemikiran ekonominya yaitu, menurut Sadr masalah-masalah ekonomi lahir bukan disebabkan oleh kelangkaan sumber-sumber material ataupun terbatasnya kekayaan alam, didukung dengan dalil al-Qur’an surah al-Qomar ayat 49 yang menyatakan, “Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya”. Sadr berpendapat bahwa permasalahan ekonomi muncul karena disebabkan karena perilaku manusia itu sendiri seperti melakukan kezaliman dan karena mengingkari nikmat Allah SWT.
Terlihat sangat antusias para kader mengikuti diskusi. Kemudian diskusi ditutup dengan pembacaan kesimpulan oleh salah satu kader ForSHEI dan dilanjut dengan bacaan hamdalah , diskusi dibubarkan dengan tos bersama-sama.

Kamis (20/10), Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) melakukan diskusi rutin pada pukul 08.30 WIB, kemudian dilanjutkan pukul 16.10 WIB di sebelah Timur Audit kampus 3UIN Walisongo Semarang. Diskusi dihadiri oleh angkatan 2014, 2015 dan 2016. Diskusi kali ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu diskusi angkatan 2016 yang merupakan “diskusi perdana” dan angkatan 2014, 2015. Diskusi oleh angkatan 2016 diisi dengan perkenalan anggota terlebih dahulu, dengan tujuan agar para kader bisa lebih mengenal satu sama lain. Sedangkan diskusi angkatan 2014, 2015 membahas materi  tentang pemikiran Shah Waliyullah, Muhammad Iqbal dan Baqir as Sadr.
Shah Waliyullah nama lengkapnya adalah Qutb al-din Ahmad bin Abd al-Rahim bin Wajih al- Din al- Syahid bin Mu’azam bin Mansur bin Ahmad bin Mahmud bin Qiwam al- Din al- Dihlawi. Ia lahir pada tanggal 21 Februari 1703 M atau 1114 H di Delhi, India dan wafat pada tahun 1762 M atau 1176 H. Karyanya yang sangat terkenal yaitu Hujjatullah al- Baligha. Menurutnya, manusia secara alamiah adalah makhluk sosial sehingga harus melakukan kerja sama antara satu orang dengan orang lainnya, seperti kerja sama usaha ( mudharabah, musyarakah).
Selanjutnya yaitu membahas tentang pemikiran Muhammad iqbal. Beliau lahir pada tanggal 9 November 1877 di Sialkot, India dan wafat pada tanggal 21 April 1938. Pemikiran ekonominya yaitu mengkritisi sistem kapitalis dan komunis menjadi zakat, sebab kita mengetahui dasar  sistem kapitalis yaitu yang kaya semakin kaya begitupun sebaliknya, sedangkan pada sistem komunis pemerintah menjadi penguasa satu-satunya, sehingga adanya pemikiran beliau mengenai penerapan zakat bertujuan agar terjadi pemerataan ekonomi.
Kemudian diskusi dilanjut membahas mengenai pemikiran Baqir as Sadr, nama lengkapnya asy-Syahid Muhammad Baqir as-Sadr. Beliau lahir di Kadhimiyeh, Baghdad pada tahun 1935. Pemikiran ekonominya yaitu, menurut Sadr masalah-masalah ekonomi lahir bukan disebabkan oleh kelangkaan sumber-sumber material ataupun terbatasnya kekayaan alam, didukung dengan dalil al-Qur’an surah al-Qomar ayat 49 yang menyatakan, “Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya”. Sadr berpendapat bahwa permasalahan ekonomi muncul karena disebabkan karena perilaku manusia itu sendiri seperti melakukan kezaliman dan karena mengingkari nikmat Allah SWT.
Terlihat sangat antusias para kader mengikuti diskusi. Kemudian diskusi ditutup dengan pembacaan kesimpulan oleh salah satu kader ForSHEI dan dilanjut dengan bacaan hamdalah , diskusi dibubarkan dengan tos bersama-sama.

ForSHEI Genggam Generasi Emas

Monday, October 17, 2016 Add Comment

Sharia Economits Training 1st ForSHEI, “Be a great Economist with Loyalty and Integrity”
Semarang (17/10) - Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) UIN Walisongo Semarang telah mengadakan kegiatan Sharia Economist Training (SET) yang pertama di Gedung Muslimat Nahdatul Ulama Kendal yang mana  tujuan dari SET 1 agar tercipta jenjang kaderisasi yang berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Keluarga Alumni ForSHEI (KA- ForSHEI), Majelis Pertimbangan ForSHEI (MPF), Pengurus ForSHEI, dan diikuti oleh 45 peserta yang telah lolos seleksi.
Acara berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 15-16 Oktober 2016. Hari pertama dimulai pada hari sabtu pukul 13.00 WIB yang dibuka oleh Baehaqi selaku ketua panitia SET   kemudian dilanjut oleh ketua ForSHEI periode 2016-2017 saudara Fuad Shofi Anam, serta perwakilan dari MPF, saudara Ahmad Ulin Nuha. Kegiatan kali ini berisikan 4 materi yang disuguhkan yaitu, KeFoSSEIan oleh saudara Fathur, KeForSHEIan dan Keorganisasian oleh saudara Sofa Hasan, Ekonomi Islam vs Ekonomi Konvensional oleh Ibu Nur Huda, dan Personality Identity oleh Bapak Ali Murtadlo.
 
Kegiatan kaderisasi tahap satu dalam ForSHEI tidak hanya pengenalan tentang ekonomi islam saja, akan tetapi banyak yang disampaikan seperti keorganisasian ForSHEI meliputi bidang-bidang yang ada, tentang personality identity yaitu para kader diajak memahami karakter diri sendiri dan bagaimana untuk menyikapi karakter dengan baik.  “Meskipun karakter para kader berbeda-beda tidak menjadi masalah, karena hubungan satu orang dengan yang lainnya yang terpenting adalah didasari dengan rasa persamaan melalui prinsip 5T, Tawashul (komunikasi antar anggota), Ta’aruf (saling mengenal), Tarohum (saling memiliki) dan Ta’awun (saling berkorban)”, ujar saudara Abid selaku pemateri personality identity.
Kegiatan SET 1 tentunya sangat bermanfaat, karena bisa dikatakan inilah cikal bakal yang utama bagi kader ForSHEI 2016 untuk memasuki jenjang berikutnya. “Acara berjalan dengan lancar dan sukses, insyaallah adanya kegiatan ini mampu mencetak kader yang amanah dalam kerja tim”, ujar Baehaqi selaku ketua panitia. Kegiatan berlangsung hingga Minggu pukul 14.30, kemudian acara ditutup dengan foto bersama.




Hadapi Investasi Bodong, Pemerintah Bentuk Tim Satgas Waspada Investasi Daerah

Saturday, October 08, 2016 Add Comment

Berdasarkan data pada 18 Agustus 2016 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terdapat 34 perusahaan investai abal-abal. Hal tersebut berawal dari laporan masyarakat sebanyak 430 aduan terkait dengan atas investasi bodong. Tingginya jumlah korban dari investasi bodong disebabkan oleh rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia. Maka dari itu diperlukan Sosialisasi dan Edukasi kepada pelaku industri jasa keuangan dan masyarakat tentang praktik-praktik penghimpunan dana dan pengelolaan investasi sangat diperlukan.

Dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan pencegahan atas keterlibatan masyarakat dengan kegiatan investasi bodong yang terjadi di daerah-daerah. Pada 21 juni 2016 telah terjadi nota kesepakatan tentang koordinasi pencegahan dan penanganan dugaan tindakan melawan hukum dibidang penghimpunan dana masyarakat dan investasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan , Kementerian Koperasi dan UKM, Kepolisian Negeri Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia dan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Tugas pokok dari Tim Satgas Waspada Investasi (SWI) adalah melakukan pendataan atas kasus-kasus dugaan investasi bodong yang terjadi di tingkat daerah serta melakukan analisis dan koordinasi instansi terkait yang sesuai dengan bidang tugasnya.
Pengukuhan Tim Satgas Waspada Investasi Provinsi Jawa Tengah sendiri telah dibentuk pada jum’at (7/10). Tim Satgas Waspada Investasi Provinsi Jawa Tengah dibentuk atas kerjasama dari Kantor Perwakilan OJK Regional 3 Jateng – DIY, Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Tengah, Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Tengah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah serta Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Jawa Tengah.
Acara pengukuhan ini berlangsung di Crowne Plaza Hotel Semarang yang dihadiri oleh Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), perwakilan instansi terkait Tim Satgas Waspad Investasi, praktisi lembaga keuangan dan akademisi perguruan tinggi. (Ahmad Arief Widodo)

Fondasi Pemikiran Ekonomi Islam

Friday, October 07, 2016 Add Comment

Kamis (7/10), Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) kembali melakukan diskusi rutin pada pukul 08.40 WIB dan pukul 16.10 WIB di sebelah timur Audit II Kampus 3 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Diskusi pada hari ini dihadiri oleh kader-kader ForSHEI angkatan 2014 dan 2015 dengan tema “Pemikiran Ekonomi Muhammad bin Al-hasan Asy-syaibani, Yahya bin Umar dan Harits bin Asad Al-muhasibi”.
Diskusi dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan materi pertama yaitu pemikiran ekonomi dari Muhammad bin al-hasan asy-syaibani, nama lengkap beliau yakni Abu Abdullah Muhammad bin al-hasan bin al-farqad Jazariya asy-syaibani, lahir di Wasith 132 H/ 748 M dan wafat pada tahun 189 H/ 804 M. Beliau terkenal sebagai penyebar mazhab hanafi bersama Abu Yusuf. Pemikirannya mengenai ekonomi yaitu merujuk dalam kitab al-kasb (pendapatan). Sumber pemikirannya dikelompokan menjadi lima bahasan yaitu al-kasb (kerja), kekayaan dan kefakiran, klasifikasi usaha-usaha perekonomian, kebutuhan-kebutuhan ekonomi, spesialisasi dan distribusi pekerjaan.
Pembahasan berikutnya mengenai pemikiran ekonomi oleh Yahya bin Umar, beliau merupakan seorang fuqaha mazhab maliki yang memiliki nama lengkap Abu bakar yahya bin umar bin yusuf al-kanni al-andalusi. Beliau lahir pada tahun 213 H dan dibesarkan di Kordova, Spanyol. Pemikiran ekonominya terdapat dalam kitab Ahkam al-suq yang isinya mengenai tiga pokok bahasan yang berkaitan dengan peran pemerintah yaitu, Ikhtikar (Monopoly’s rent- seaking), Siyasah al-ighraq (Dumping policy) dan Tas’ir (Penetapan harga).
Selanjutnya pembahasan mengenai pemikiran ekonomi dari Harits bin asad al-muhasibi, nama lengkapnya yaitu Abu abdullah al-harits bin asad al-muhasibi. Beliau merupakan seorang sufi besar dalam sejarah tasawuf yang lahir di Basrah pada tahun 781 M. Pemikirannya tercantum didalam bukunya yang berjudul Al-makasib yaitu membahas mengenai cara-cara memperoleh pendapatan sebagai mata pencaharian melalui perdagangan, industri dan kegiatan ekonomi lainnya. Dan mengenai cara memperoleh Pendapatan,  menurutnya pendapatan harus diperoleh secara baik dan tidak melampaui batas atau berlebihan. Laba dan upah tidak boleh dipungut atau dibayar secara dzalim, sementara menarik diri dari kegiatan ekonomi bukanlah sikap muslim yang benar-benar Islami. Harits menganjurkan masyarakat harus saling bekerjasama dan mengutuk sikap pedagang yang melanggar hukum (demi mencari keuntungan).
Terlihat antusias para kader dalam mengikuti diskusi, berbagai pendapat diajukan. Diskusi diakhiri dengan pembacaan kesimpulan oleh salah satu kader ForSHEI. Kemudian, diskusi ditutup dengan bacaan hamdalah dan dibubarkan dengan tos bersama-sama.

Pemikiran Ekonomi Abu Ubaid dan Abu Yusuf

Tuesday, October 04, 2016 Add Comment


Senin (4/9) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) melakukan diskusi rutin pada pukul 08.30 WIB, kemudian dilanjutkan pukul 16.00 WIB di sebelah Timur Audit II kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Diskusi dihadiri oleh kader-kader ForSHEI angkatan 2014 dan 2015 dengan tema pemikiran ekonomi Abu Ubaid dan Abu Yusuf. 
Abu Ubaid lahir pada tahun 154 H di kota Bahra (Harat), propinsi Khurasan, sebelah barat laut Afghanistan. Abu Ubaid menekankan keadilan sebagai prinsip utama. Salah satu karya beliau yang terkenal berkaitan dengan keuangan publik adalah kitab al-Amwal. Al-Amwal tidak menyinggung kelemahan pemerintah, tetapi lebih pada efisiensi pengelolaannya serta penditeksian sistem perekonomian berdasarkan Alquran dan Hadis. Kitab ini merupakan kumpulan hadis yang seluruhnya berkaitan dengan sumber-sumber pemasukan, pos-pos pengeluaran, dan penggunaan keuangan publik. Empat batang tubuh terdapat di al Amwal, yaitu: baitul mal dan diwan-diwannya, harta kekayaan negara khilafah, harta-harta zakat, dan mata uang. Pemikiran Abu Ubaid merupakan rujukan dalam pengembangan ekonomi modern, bahkan berdasarkan analisis para The Wealth of Nation pemikir ekonomi muslim kotemporer, Adam Smith dengan karyanya sangat dipengaruhi oleh kitab al Amwal.
Abu Yusuf Ya'qub ibn Ibrahim ibn Habib Al-Ansari al-Kufi al-Baghdadi, dilahirkan tahun 113 H. Al-Kufi keturunan Arab, dibesarkan di kota Kufah dan Baghdad. Dan wafat pada  182 H/798 M. Karya yang sangat fenomenal adalah al Kharaj. Penamaan kitab kharaj berarti keluar atau mengeluarkan dari tempatnya/upaya untuk mengeluarkan. Pada bagian inti pembahasan judul berkenaan dengan pembagian harta rampasan perang, dan fai’ dan kharaj. Kharaj juga dikembangkan kearah pengertian yang lebih luas, yaitu hasil karya ilmu ekonomi yang meliputi sumber kekayaan umum. 
Diskusi diakhiri dengan pembacaan kesimpulan oleh salah satu kader ForSHEI. Kemudian ditutup bersama-sama membaca hamdallah an dibubarkan dengan tos. 

ForSHEI dan Forkes Gerakan Ekonomi Syariah

Saturday, October 01, 2016 Add Comment

Semarang (1/10), mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang tergabung dalam Forum studi hukum ekonomi islam (ForSHEI) kedatangan tamu dari mahasiswa IAIN Pekalongan yang berkelut di bidang ekonomi syariah (Forkes), tepatnya kamis sore pukul 17.15 dimasjid kampus 1 Uin Walisongo semarang. Acaranya dilaksanakan pada jam 18.15-20.30 yang dihadiri oleh Majlis pertimbangan ForSHEI untuk memberi masukkan kepada kader ForSHEI dan mahasiswa IAIN Pekalongan (Forkes).
Jalannya acara dituntun oleh Dzuriyatun Nafi’ (kordinator bidang kajian ForSHEI) yang menjadi MC pada Acara tersebut. Dan Dilanjutkan Pembicara yang diisi oleh Ulin Nuha sebagai Majlis pertimbangan ForSHEI (MPF) dan Ahmad Rijalun Ghifary Nafis Sebagai kordinator regional ksei jawa tengah. Selanjutnya Acara di buat Kelompok dan dikumpulkan perbidang . Misal, BPH dari ForSHEI gabung sama BPH Forkes sharing permasalahan dibagiannya, salah satu pengurus BPH forkes menanyakan tentang tugas  manager progaming di ForSHEI dan dijawab oleh ketua ForSHEI umum bahwa tugas manager progaming untuk mamastikan semua acara berjalan dengan sukses dan setiap kegiatan selalu di pantau. 

Pada kelompok kajian itu mendiskusikan tentang agendanya seperti agenda dari forkes ada 8 proker yaitu kaian yang dilaksanakan 1 tahun 3 kali, buletin satu kali untuk maba, skripsi ditunjukan untuk semester 6, temilreg, penelitian dan mading yang kerjasama dengan bidang infokom. Dan proker kajian ForSHEI yaitu diskusi rutinan,kunjungan bank syariah, bedah skripsi, tes potensi akademik yangmana kegiatan kajian itu ditunjukan untuk mengetahui kemampuan para kader ForSHEI yang disiapkan untuk even-even seperti temilkom, temilreg dan temilnas. Bagian bidang infokom/media dan jurnalistik mendiskusikan tentang permasalahan proses pembuatan majalah dan persiapan untuk pembuatan majalah disetiap rapatnya selalu ada peningkatan karena untuk mengejar deadlinenya. 

Dari forkes sumber daya insani dan biswira dan ForSHEI Bagian keorganisasian yang lebih sharing ke masalah keorganisasian dan perwakilan dari forkes menanyakan tentang progam unggulan dibidang keorganisasian sperti tasyakuran wisuda, pembuatan seragam, outbound, dan set 1 yang mana anggota dari forkes lebih tertarik kepada tasyakuran wisuda karena disana belum pernah diadain. Dan disela acara mau ditutup ada sesi penyerahan majalah untuk ksei forkes dan penyerahan plakat untuk ksei ForSHEI. 

Acara ditutup pukul 20.30 WIB dilanjutkan sesi foto bersama dari ksei forkes dan ksei ForSHEI.