Kebijakan masa Rasulullah SAW dan Khulafa’ur Rasyidin

Monday, March 27, 2017 Add Comment

Semarang(27/03)-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan rutin yaitu diskusi primer yang merupakan program utama kerja bidang kajian dan penelitian. Kegiatan ini bertempat di taman cecil atau samping timur audit 2. Diskusi sore ini bertema “Kebijakan masa Rasulullah SAW dan Khulafa’ur  Rasyidin”. Kegiatan rutin ini bertujuan untuk menambah wawasan dalam mengetahui sistem, aspek pembangunan ekonomi Islam ketika itu.
Diskusi dimulai pukul 16.00 WIB, yang diikuti oleh kader ForSHEI 2014-2016.  Dalam kajian tema ini membahas tentang sistem perekonomian masa Rasulullah SAW dan masa Khulafaur Rasyidin. Adapun sumber penerimaan pada masa Rasulullah SAW di golongkan menjadi tiga golongan besar, yakni:
1. kaum muslim: Zakat, ‘usr, zakat fitrah, wakaf, amwal fadlah, nawaib,dan tentunya sedekah seperti kurban dan kafarat.
2. Kaum non muslim: Jizyah, Kharaj,dan Ushr.
3. dan dari sumber lain: Ghanimah, Fai’, Uang tebusan, Pinjaman dari kaum muslim atau non-muslim, Hadiah dari pemimpin atau pemerintah negara lain.
Dalam pemerintahan Abu Bakar,  ciri-ciri ekonominya adalah apa yang terdapat pada baitul mal langsung didistribusikan. Berbeda dengan Abu Bakar,Umar bin Khatab justru menyimpannya sebagai cadangan baik untuk keperluan mendesak atau keperluan umat lainnya. Sedangkan pada masa Usman bin Affan tidak ada perubahan dalam perekonomian, Ia hanya melanjutkan strategi ekonomi yang telah dilakukan Umar bin Khatab. Ali bin Abi Thalib menerapkan prinsip pemerataan. Ia memberikan santunan kepeda setiap muslim tanpa melihat status sosial atau kedudukannya dalam Islam. Ia melakukan santunan sekali dalam sepekan. Antusias para kader dalam diskusi sangat besar dilihat dari banyak pertanyaan yang dilontarkan, sehingga suasana diskusi semakin menarik. Diakhir acara dengan dibacakan hasil diskusi oleh notulensi. Acara selesai pukul 17.30 dan membaca kafarotul majlis sekaligus ditutup dengan tos bersama.
Hibrah Raisah (Kader ForSHEI 2016)

“Make Creative Your Brand Design”

Friday, March 24, 2017 Add Comment

Semarang(24/03)-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) pada tanggal 19 maret 2017 mengadakan pelatihan desain dan jurnalistik dengan tema “Make Creative Your Brand Design”, yang bertempat di Ruang M2. Tujuan diadakan acara ini untuk pematangan mendesain dan menulis guna latihan pembuatan e-Buletin.  Pelatihan ini dihadiri oleh KA-ForSHEI, MPF (Majelis Pertimbangan ForSHEI), BPH (Badan Pengurus Harian), para kader ForSHEI 2015-2016. Pelatihan kali ini diisi oleh para pemateri yang sudah berpengalaman dalam bidangnya.
Acara dimulai pada pukul 08.30 dengan membaca Basmallah setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dari Perwakilan MPF, sambutan kedua dari perwakilan ketua Umum ForSHEI. Selanjutnya acara dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama para pemateri memaparkan materi tentang Desain dan Jurnalistik, dan acara kedua sesi peraktik pembuatan e-Bulletin. Pada sesi pertama pemateri dari santrendelik saudara Saiful Anam memaparkan materi mengenai Braind Design. Dimana sebuah karya atau produk jika ingin dikenal masyarakat luas harus memiliki strategi yang matang yaitu dengan menyebar luaskan informasi mengenai braind yang akan diluncurkan dan juga Seorang desainer harus bisa membedakan apa itu simbol, icon, dan logo. Pada sesi kedua para peserta diarahkan untuk praktik pembuatan e-Bulletin yang dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 orang yang mempunyai tugas masing-masing diantaranya pembuat artikel, opini, berita(Straight News), dan layouter dan di pandu oleh tentor yang mumpuni yaitu kakak Sulistyowati, kakak Milaturrofiah, Kakak Ahmad Arief Widodo, dan Kakak Irfan Dermawan. Terlihat antusias para peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan ini, acara berakhir pada pukul 16.00 dan  ditutup dengan foto serta tos bersama.

ForSHEI berkunjung "Pusat Informasi Go Public Semarang"

Thursday, March 23, 2017 Add Comment
Semarang(23/03)-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) pada tanggal 21 dan 23 Maret 2017 mengadakan kunjungan ke kantor Bursa Efek Indonesia cabang Semarang tepatnya di Jln Thamrin No.152. Kunjungan ini bertema Mendorong perusahaan Masuk Bursa. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari Majelis Pertimbangan ForSHEI (MPF), Badan Pengurus Harian (BPH), para kader ForSHEI 2014-2016. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan para kader ForSHEI bagaimana peran Bursa Efek dalam mendorong perusahaan yang go pablik untuk masuk kedalam BEI itu sendiri, selain itu juga bertujuan mengenalkan para kader bagaimana cara berinvestasi yang baik dan benar agar tidak tertipu dengan saham-saham bodong.
Acara dimulai pada pukul 09.00 dengan membaca Basmallah setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dari Perwakilan MPF, sambutan kedua dari perwakilan ketua Umum ForSHEI, dan sambutan yang ketiga dari Bapak Fanny. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Fanny selaku perwakilan trainer IDX Bursa Efek Indonesia cabang Semarang.
Perusahaa Go public adalah perusahaan yang memiliki pemegang saham sebesar 300 saham. Sedangkan Go public Sendiri adalah kegiatan penawaran efek oleh emiten untuk menjual efek pada masyarakat yang diatur dalam Undang-undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaanya. Manfaat perusahaan Go Public sendiri yaitu: menghindari kerugian perpecahan perusahaan keluarga, mendapatkan dana cepat untuk ekspansi atau bayar pinjaman, meningkatkan image, meningkatkan loyalitas para karyawan, menaikan nilai perusahaan. Perusahaan pertama kali melakukan Go public pasti melakukan IPO. Apasih IPO itu? IPO adalah saham suatu perusahaan yang pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual kepada masyarakat atau publik. Kunci Sukses IPO yaitu: Liquiditas Stabil, Kepercayaan Masyarakat, Under Writter. terlihat para peserta sangat antusias dalam kegiatan ini karena banyak peserta yang menanyakan hal-hal yang belum pernah mereka ketahui.
“Strategi apa yang dilakukan BEI agar para perusahaan yang Go Pablic mau masuk kedalam BEI?” ujar salah satu peserta kunjungan. “Stategi yang kami lakukan adalah dengan memperlihatkan keuntungan perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar dalam BEI kepada Perusahaan yang belum terdaftar” ujat Fanny. Acara berakhir pada pukul 12.00 dan diakhiri dengan foto dan tos bersama.
Siti Kaulifah Andarwatik (Kader ForSHEI 2015)
“\

Bedah Skripsi "Tinjauan Hukum Islam Terhadap Upah Sewa dalam Praktik Ijol"

Sunday, March 19, 2017 Add Comment


Semarang (18/03)-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan bedah skripsi yang merupakan salah satu program kerja bidang kajian dan penelitian. kegiatan ini dilakukan dua kali dalam satu periode. Bedah skripsi kali ini adalah yang kedua kalinya. Agenda ini bertujuan untuk menambah wawasan dalam bagaimana cara penyusunan skripsi dengan baik dan sesuai prosedur.
Acara dimulai pada pukul 15.30 WIB, bertempat di gedung M2 Fakultas Syariah dan Hukum, kampus III UIN Walisongo Semarang. Dihadiri oleh Ka-ForSHEI, BPH (Badan pengawas harian), serta kader ForSHEI 2014-2016. Skripsi yang di bahas adalah karya dari Siti Syaroh (wisudawati termuda), dan selaku Keluarga Alumni (KA) ForSHEI yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Upah Sewa dalam  Praktik Ijol”. Membahas hukum ijaroh yang terdapat pada praktek ijol. Antusias peserta memberikan pertanyaan menjadikan pemahaman diskusi menjadi bertambah seru dan menarik.
“Usaha tidak akan mengkhianati hasil, jika kita mempersiapkan segala sesuatu jauh-jauh hari sebelum tanggal main, insyaAllah apa yang kita inginkan akan tercapai. Asalkan kita mau berusaha, berdoa dan yakin akan sebuah impian akan tercapai”. Terang Siti Saroh diakhir pembahasan.
Hibrah Raisah (Kader ForSHEI 2016)


Memahami Gerak Teknologi

Wednesday, March 15, 2017 Add Comment
Era modern saat ini memang menjadikan masyarakat melek akan teknologi. Kecakapan dalam mengelola dan mengembangkan teknologi tidak bisa di ragukan lagi. Mulai dari membuat software dan berbagai aplikasi seperti gameonline, kamus berbahasa, hingga toko online yang bisa di gunakan untuk berjualandari yang gratis sampai yang berbayar.

Canggihnya teknologi ini semakin didukung dengan banyaknya universitas yang menghasilkan lulusan-lulusan dari segala jurusan dengan keahlian tentang teknologi. Bisa kita lihat dari Universitas terkenal di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung(ITB), Institut Teknologi Surabaya(ITS), dan berbagai kampus lainnya. Dengan visi misinya mereka mencetak mahasiswa yang siap memajukan teknologi.

Berbagai lulusan seperti Teknik Informatika, Teknik Mesin, Teknik Elektro maupun Teknik Industri siap diterjunkan untuk menghadapi era modern di masa yang akan datang. Jika dilihat dari sisi positifnya sekilas hal ini akan dapat menjadikan Indonesia sebagai negara dengan teknologi yang tidak kalah saing.Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) saat ini Indonesia memang harus selalu berbenah dan bersiaga dalam menghadapi tantangan dari luar terutama dalam hal teknologi.

Memang sudah menjadi kewajibanbagisetiap masyarakat untuk bisa melek teknologi di era seperti sekarang ini. Sebab berbagai informasi mulai dari ekonomi, politik, maupun sosial bisa denganmudah di dapat melalui teknologi, salah satunya adalah media sosial. Kita tidak perlu lagi membeli surat kabar atau bahkan datang ke pemerintah kota hanya untuk memperoleh informasi. Cukup memegang gadget sambil tiduran saja kita sudah bisa melihat berbagai informasi yang ada, tidak hanya di negara sendiri tetapi di seluruh dunia.

Saking begitu canggihnya teknologi hampir apapun yang kita butuhkan bisa kita dapatkan tanpa menunggu lama.Tentu hal ini akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhansehari-hari. Sebagai contoh, hasil dari teknologi yang canggih kita tidak perlu lagi pergi ke bank dengan antrian yang panjang dan melelahkan hanya untuk mengirim atau mengambil uang. Cukup dengan memasukkankartu ATM kita bisa melakukannya. Bahkan untuk transfer uang ke rekening lain kita cukup mengaksesnya melalalui gadget sembari menonton televisi di rumah misalnya.

Seperti itulah kecanggihan teknologi saat ini. Namun yang menjadi permasalahannya adalah, bagaimana jika canggihnya teknologi justru dimanfaatkan untuk tindak kejahatan. Banyak dari masyarakat yang sudah di resahkan dengan kecanggihan teknologi. Mulai dari penyebaran berita-berita palsu atas nama instansi atau pemerintah, pemalsuan berkas hingga seperti pembobolan ATM, mudah dilakukan dengan canggihnya teknologi.

Akhir-akhir ini isu terhangatyang banyak menyebar di media sosial adalah penipuan untuk menguras simpanan di bank melalui penggantian kartu 4G. Kecanggihan ini justru di manfaatkanoleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. Lalu bagaimana respon pemerintah mengenai hal ini? Pemerintah maupun ahli teknologi juga perlu mempertimbangkan atau mengawasi gerak teknologi khususnya di Indonesia. Karena jika tidak begituteknologi yang seharusnya memudahkanjustru akan menghancurkan masa depan bangsa dimasa yang akan datang.

Selain itu, pemerintah juga perlu merancang strategi untuk mengawasi perkembangan teknologi. melalui undang-undang atau pun peraturan prmerintah misalnya. Sebab jika dilihat  perkembangan teknologi justru melaju jauh lebih cepat daripadahukum yang ada. jika hal semacam ini di perhatikan secara baik tentu teknologi akan berkembang sesuai dengan yang di inginkan dan Indonesia akan semakin di mudahkan dengan perkembangan teknologi yang ada.

Oleh : Lailatus Sholihah (ForSHEI 2015)  
 ( 

Yuk, Intip Bank Wakaf !

Tuesday, March 14, 2017 Add Comment




  
Bank Wakaf adalah suatu lembaga keuangan (bank) yang berbasis dengan system wakaf. Tujuan didirikannya Bank Wakaf sendiri untuk membantu dalam pembiayaan pada sektor kecil seperti UMKM.
Jika dilihat dari banyaknya penduduk muslim di Indonesia, wakaf akan berpotensi lebih besar. Namun, meningkatnya potensi wakaf tidak seimbang dengan kesetaraan tingkat ekonomi masyarakat, karena kurang terkelolanya wakaf itu sendiri.
Pada awalnya, kita telah mendengar bahwa gagasan Presiden RI tentang pendirian Bank Wakaf kurang disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian OJK lebih sepakat untuk mendirikan suatu lembaga dengan penamaan Bank Wakaf Ventura. Hal itu dimaksudkan, Bank Wakaf Ventura bisa membentuk wakaf produktif agar dapat digunakan untuk pembiayaan yang lebih produktif dan bermanfaat.
Maksud dari wakaf produktif yaitu, wakaf yang menghasilkan nilai tambah secara ekonomis tanpa mengurangi kuantitas maupun kualitas harta benda wakaf. Contohnya, wakaf uang, wakaf saham, wakaf investasi riil. Wakaf produktif diharapkan dapat memaksimalkan potensi pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan pengoperasionalan lembaga wakaf, yaitu waqif memberikan dana wakafnya kepada mauquf alaih (lembaga penerima wakaf). Kemudian mauquf alaih mengoperasionalkan dana wakaf itu untuk dijadikan suatu modal usaha bagi UMKM. Setelah itu, ketika UMKM telah mendapatkan keuntungan dari hasil usahanya maka hasil dari usaha itu diberikan kembali kepada lembaga penerima wakaf.
Ketentuan dalam UU No. 41 tahun 2004 menyatakan bahwa Nadhir memiliki hak untuk mendapatkan hasil atau laba maksimal 10% dari yang diberi modal. Kemudian sisa hasil usaha itu di operasionalkan kembali untuk UMKM yang lain.
Apabila seluruh umat muslim Indonesia menyumbangkan hartanya untuk wakaf uang, untuk masa yang akan datang Indonesia pasti memiliki potensi yang sangat begitu besar untuk membantu perekonomian masyarakat.


 Oleh : Ismi Ulih Chasanah (ForSHEI 2015)
Musyawarah Tengah Tahun ForSHEI 2016/2017

Musyawarah Tengah Tahun ForSHEI 2016/2017

Monday, March 13, 2017 Add Comment
Semarang(13/03)-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) mengadakan Musyawarah Tengah Tahun (Mustata) yang bertempat di Gedung G4-G5. Peserta Mustata dihadiri oleh KA-ForSHEI, Majelis Pertimbangan ForSHEI (MPF), Badan Pengurus Harian (BPH), dan anggota dari berbagai bidang, serta para Kader ForSHEI 2016. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevalusi dan melaporkan pertanggung jawaban perbidang dalam melaksanakan program kerja yang telah di jalankan pada saetengah tahun kepengurusan ini serta sebagai salah satu ajang silahturahmi antar kader ForSHEI dengan KA-ForSHEI dan MPF.
            Acara dimulai pada pukul 09.00 dan di awali dengan pembacaan al-fatihah serta menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh saudara Fuad Shofi Anam selaku ketua umum ForSHEI Tahun 2016-2017, Sambutan Kedua oleh Saudara Ahmad Fauzi Selaku MPF. Acara dilanjutkan dengan upgrading yang di isi oleh Saudara Ubad Selaku KA-ForSHEI. Dalam hal ini saudara ubad berpesan agar kader ForSHEI lebih meningkatkan syiar Ekonomi Islam dalam bentuk karya Tulis dan Jurnal agar para kader ForSHEI tidak kalah saing dengan lulusan Universitas Negeri yang lainnya.
Selanjutnya yaitu acara inti yaitu laporan penanggung jawaban anggota bidang dalam menjalankan program kerja yang telah di susun selama setengah tahun kebelakang. Acara berlangsung sangat antusias sekali karena ada tanya jawab dari peserta Mustata bagaimana program kerja yang berjalan dan tidak berjalan selama setengah tahun ini dari berbagai bidang yang ada di ForSHE, diantaranya Bidang Kajian & Penelitian, Bidang Media & Jurnalistik, Bidang Keorganisasian, Bidang Keagamaan, Bidang Hubungan Luar, dan Badan Pengurus Harian. Dalam Penyampain pertanggung jawaban dari berbagai bidang tak sedikit para pesertamemberikan kritik dan saran yang membangun agar program kerja selanjutnya dapat berjalan dengan baik.
Di akhir acara Saudara Sofa Hasan selaku KA-ForSHEI berpesan bahwa “ jika ada satu botol yang kosong mau apapu yang akan kalian isi kedalamnya,  itu tergantung selera kalian masing-masing. Karena apapun yang ada didalam botol itu ,apapun isinya itu tetap milik kalian. ForSHEI itu seperti botol kosong itu yang harus kalian isi dengan kesukaan kalian, dan apapun yang kalian isi ForSHEI tetap milik kalian”
Acara berlangsung hingga pukul 16.00 dan di tutup dengan membaca hamdalah serta bertos bersama oleh seluruh kader.

Siti Kaulifah A (Kader ForSHEI 2015)