Hebatnya Pariwisata Halal di Jawa Tengah

Thursday, April 13, 2017 Add Comment
Halal merupakan suatu kebutuhan yang sangat urgent bagi masyarakat. Bukan sekedar suatu kebutuhan trend melainkan kebutuhan yang melekat pada diri seseorang. Kebutuhan halal yang diinginkan masyarakat bukan hanya pada sektor kesehatan saja melainkan pada sektor kepuasan batin misalnya pariwisata halal. Bahkan pariwisatalah yang akan digadang sebagai penyumbang perekonomian Negara. Berikut wawancara oleh Siti Mudrikah dan Fitrotul Muna dengan bapak Bambang Siswanto,S.Sos,M.M sebagai Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.
Bagaimana Potensi Pariwisata Halal di Jawa Tengah?
Potensi pariwisata halal di jawa tengah sangatlah tinggi seperti kita lihat dari banyaknya destinasi paket –paket pariwisata yang sudah ada seperti pariwisata relegi (ziarah). Contohnya pada makam sunan kalijogo yang selalu ramai peziarah, bukan Cuma pada wisata religi saja tetapi ada pada wisata yang lain. Untuk potensi kunjungan  pariwisata halal cukup tinggi, pasar dunia telah memprediksi pada tahun 2019 sebesar 20 juta wisatawan dari negara ASEAN dan negara OKI. Maka dari ituJawa Tengah harus dapat menarik para wisatawan yang cukup banyak, untuk mengunjungi pariwisata halal yang ada di Jawa Tengah, dilihat dari situ kita harus memiliki cara untuk menarik para wisatawan agar dapat berkunjung ke Jawa Tengah dengan meningkatkan fasilitas-fasilitas Parawisata, menambah keunikan cinderamata, dan tempat-tempat yang nyaman untuk di kunjungi. Kementrian pariwisata menargetkan untuk kunjungan wisatawan di jawa tengah sekitar 2 juta wisatawan. Jadi potensi yang dimiliki jawa tengah ini dapat menjadi potensi yang sangat berpengaruh bagi pendapatan masyarakat tersebut dan juga membantu perekonomian Negara, asal bisa mengembangkan dan memperluas informasi tentang pariwisata Jawa Tengah.
Apa kategori pariwisata halal yang ada dijawa tengah?
Kategori wisata di Jawa Tengah bukan hanya pada wisata religi saja, karena yang dinamakan halal bukan yang religi saja, melainkan dilihat dari sudut pandang makanan yang disajikan, tempat yang disediakan juga fasilitanya. Diantara wisata-wisata tersebut adalah wisata  Sejarah misalnya di museum-museum, wisata kuliner yang menyajikan makanan halal, wisata budaya , dan wisata belanja.
Apa yang Membedakan ( keunikan) wisata di Jawa Tengah?
Dilihat dari sudut panjang religi, jawa Tengah memiliki wali-wali yang sangat banyak diantaranya sunan kalijogo, sunan kudus dan sunan muria. Dan budaya yang dibawa para wali tersebut bukan hanya mencerminkan islam saja, misalnya bangunan yang di sunan kudus terdapat arbritase.  Dan juga terdapat event-event pada saat tertentu yang dapat menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang ke jawa tengah. Contohnya adanya syawalan  yang  selalu ada di setiap kabupaten kota yang ada di Jawa Tengah yang dilakukan setiap selesai lebaran Idhul Fitri. Syawalan ini merupakan budaya islam yang sudah mendarah daging atau sudah menjadi kebudayaan di tanah jawa. hal ini merupakan salah satu faktor unik yang terdapat di Jawa Tengah.
Bagaimana caranya agar pariwisata di jawa tengah dapat mencapai target yang telah disebutkan tadi?
Untuk mencapai target itu pemerintah, sektor swasta, dan perguruan tinggi saling bersumbangsih untuk meningkatkan dan mempromosikan pariwisata halal uyang ada di Jawa Tengah. Bukan hanya berhenti dalam potensi-potensi saja dan dugaan-dugaan. Maka dari itu semua aspek yang telah di sebutan tadi harus dapat bersumbangsih dan ambil alih dalam pengmebangan potensi pariwisata halal.

Cerdas Investasi : Inklusi Pasar Modal Syariah

Thursday, April 13, 2017 Add Comment
Semarang, Rabu (12/04) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) UIN Walisongo Semarang kembali menyelenggarakan even edukasi yang bekerjasama dengan Forum Silaturrahim Nasional (FoSSEI) dengan tema “Investasi Halal di Pasar Modal” yang dihadiri oleh Bapak Doddy Prasetya Ardhana, pemateri dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Kani Hidayat dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia, Benny Setiawan Darmanto dari Indopremier dan Yahya Zulhilmi Presidium Nasional FoSSEI serta Yogiyatu perwakilan DEMA UIN Walisongo. Bertempat di Hotel Siliwangi Jl. Mgr Soegijapranata No. 61 Semarang. Acara ini diikuti oleh 103 calon investor dan dimulai pukul 08.00-12.00 WIB.
“Cermat dalam berinvestasi akan memberikan keuntungan yang besar bagi pemodal atau investor dan tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi suatu negara. Gemar berinvestasi harus dimulai sejak dini. Mengapa harus berinvestasi ? karena dengan berinvestasi kita belajar untuk mengelola dan menumbuhkan suatu kegiatan produktif.” ujar Bapak Doddy, pemateri dari BEI.
“Investasi dapat bersifat jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Pasar modal merupakan pasar yang sama pada umumnya, yaitu ada penjual dan pembeli. Penjual disini yaitu emiten atau perusahaan, sedangkan pembeli adalah investor, dan tempat transaksi atau pasarnya adalah BEI. Di dalam pasar modal juga terdapat dua jenis investasi yaitu investasi pada sektor rill seperti tanah dan sektor keuangan misal saham dan obligasi atau sering disebut dengan istilah efek. Saham adalah bukti penyertaan kepemilikan modal yang mana dari kegiatan tersebut mengahasilkan dividen dan capital gain. Sedangkan obligasi atau surat hutang mendapatkan kupon dan capital gain. Obligasi syariah atau sukuk merupakan salah satu produk syariah.” Imbuh Bapak Doddy.
Menurut Bapak Kani, landasan fiqih investasi di pasar modal syariah adalah boleh, dengan kaidah Al Ashlu Fil Muamalati Al Ibahah Khatta Yadulla Daliili ‘Ala Tahrimiha. Adapun akad yang digunakan dalam BEI sendiri adalah ba’i (jual beli).
“Mekanisme Transaksi pasar modal syariah dapat dilakukan dengan mudah, salah satu penyedia jasa keuangan yang menawarkan Syariah Online Trading System (SOTS) adalah IPOT dengan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.” Tutur Bapak Benny.
Acara berjalan dengan lancar dan ditutup sesi tanya jawab yang sangat antusias oleh para calon investor. Salah satu penanya dari Solo atas nama Faisal “apakah saham dapat kadaluarsa ? Saham nggak ada kadaluarsa. Kalau obligasi ada jatuh tempo. Kadaluarsanya saham ketika perusahaan akan bangkrut. Selama perusahaan masih ada, tetep masih punya saham. Jawab pemateri.
“Semoga dengan diadakanya acara inklusi pasar modal syariah dapat menambah wawasan para calon investor pemula agar dapat berinvestasi dengan cerdas dan berkah.” Ucap Aziz selaku peserta dan calon investor.
 (Vicky Iffah/ Red).

Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf (113 H/182 H)

Tuesday, April 11, 2017 Add Comment



Semarang(10/04) - Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) mengadakan diskusi primer, yang bertempat di Taman cecil samping Audit 2 kampus 3 UIN Walisongo. Tema diskusi kali ini adalah Pemikiran  Ekonomi Abu Yusuf.
          Abu Yusuf lahir pada tanggal 113 Hijriah atau 731 M di Kufah (Andalusia), dan dibesarkan di cordoba (Spanyol), pada Bani Abasiyah tepatnya pada zaman kekhalifahan Harun Arasyid dan murid sekaligus sahabat dari Abu Hanifah. Abu Yusuf sebenarnya tidak suka menjadi seorang pejabat dalam pemerintahan, namun karena diangkat sebagai hakim (qadhi) oleh Harun Arasyid, beliau tidak bisa menolaknya dan menerima jabatan sebagai hakim tepatnya pada mahkamah agung.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai hakim, beliau banyak membuat karya-karya dan peraturan yang banyak salah satu karyanya yang terkenal adalah Al Haraj Waja’ (tentang perpajakan) karena beliau berfikir bahwa terjadi banyak permasalahan di dalam keuangan negara. Kennen of takansan sebagai perinsinya yaitu perpajakan menurut sistem:
Ø  Mukosamah (pajak proposional)
Pembayaran pajak dengan sistem menurut hasil dari tanah tersebut, jika hasil banyak atau berlimpah maka pembayaran pajak sesuai dengan hasinya (banyak pula) dan jika hasil tidak memuaskan bahkan tidak ada hasil maka pembayaran sesuai dengan hasil bahkan tidak memberikan pajak.
Ø  Misabahah (pajak tetap)
Pembayaran pajak dengan sistem tetap atau sudah ditetapkan berapa besaran pembayaran pajak tersebut.
Al Haraj Waja’ meliputi tentang :
-pemerintahan
-keuangan publik
-keadilan
-masalah-masalah harta ada 2 yaitu ghanimah dan fa’i
   Ghanimah adalah harta rampasan dari kelompok yang kalah setelah terjadi peperangan. Fa’i adalah harta rampasan perang tetapi sebelum perang terjadi dengan kata lain lawan telah mengakui kekalahan sebelum adanya perang. User adalah bea cuakai yaitu pajak bagi masyakat luar daerah jika ingin berdagang dalam daerah yang lain dan bagi orang islam sebesar 2,5% dan bagi orang non islam ( kafir dzimmi) sebesar 5%. Jijah adalah pajak buat orang non muslim yang tinggal di daerah islam agar tidak mendapat gangguan ( mendapat perlindungan).
   Abu Yusuf tidak menganut hukum permintaan dan penawaran karena menurutnya penentuan harga hanya bisa ditentukan oleh Allah SWT, tetapi dia mempunyai pemikiran bahwa naik dan turunya harga barang tidak terpengaruh hanya dengan harga barang saja, tetapi masih banyak lagi penentuannya seperti, selera masyarakat, pendapatan, ekspansi, dan masih banyak lagi. Beliau beranggapan bahwa selagi permintaan dan penawaran seimbang tidak akan terjadi masalah apapun terutama tentang harga barang dan karena harga barang  milik Allah (tasir).
  Abu Yusuf meninggal pada usia 61 tahun yaitu pada 182 Hijriah dengan banyak kenangan-kenangan yang bermanfaat bagi masyarkat dunia dengan berbagai karya-karyanya dan cara menjalakan keuangan negara yang sangat baik dengan sistem pajak yang mengutamakan kemaslahatan bersama. Diskusi di akhiri dengan menyampaikan notulensi dan tos bersama
Marina Juniati (Kader ForSHEI 2016)


SemNas Harlah ForSHEI ke-IX

Tuesday, April 11, 2017 Add Comment
Seminar Nasional dalam rangka memperingati hari ulang tahun ForSHEI ke-IX, ForSHEI mengadakan Seminar Nasional bertemakan "Gerakan Sadar Digital, Menuju Ekonomi yang lebih Ideal". Hal tersebut dikarenakan masih rendahnya kesadaran orang-orang untuk bertaransaksi secara non tunai. Dalam seminar nasional tersebut terdapat beberapa pembicara, diantaranya Tapp Market Indonesia, Telkom Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah-DIY. Seminar ini akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal  : Kamis, 27 April 2017
Pukul            : 07.00 s.d 12.00 WIB
Tempat          : Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang
                      Jln. Prof. Dr. Hamka Km. 2, Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah

Terima kasih atas partisipasinya dalam Seminar Nasional Harlah ForSHEI ke-IX. Untuk melakukan pendaftaran silahkan klik disini.

SET 2 : Rekatkan Kader ForSHEI

Monday, April 10, 2017 Add Comment

Semarang, 8-9 April ForSHEI (Forum Studi Hukum Ekonomi Islam) mengadakan agenda rutinan yaitu SET ( Sharia Ekonomic Training)  2 dengan tema “ Optimalisasi Peran SDM dalam Meningkatkan Industri Halal di Indonesia”. SET 2 ini merupakan program tambahan mengenai materi yang sudah diberikan di ForSHEI  selama diskusi primer, seminar maupun diskusi-diskusi yang lain. Materi ini bertujuan untuk meluaskan dan memantapkan pengetahuan seluruh kader, terutama kader ForSHEI 2016, juga sebagai  tambahan poin yang didapatkan oleh kader yaitu proses kaderisasi dan pembangunan  keharmonisan kekeluargaan dalam berorganisasi.
Beberapa materi yang telah disampaikan dalam acara SET 2 kali ini adalah Keorganisasian yang disampaikan oleh saudara Ahmad Ulin Nuha selaku MPF ( Majelis Pertimbangan ForSHEI), public speaking yang disampaikan oleh wanita muda yang berdedikasi yaitu Millaturrafi’ah dan Sulistyowati selaku MPF, Manajemen Konflik juga disampaikan oleh MPF yaitu saudara Sofa Hasan dan Ahmad Fauzi , Sertifikasi Halal  disampaikan oleh Dr. Fadholan  Musyaffa’  Mu’thi,L.C, M.A selaku perwakilan dari MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) Jawa Tengah,dan materi terakhir disampaikan oleh Bambang Siswanto, S.Sos, M.M dengan tema Potensi Pariwisata Halal di Jawa Tengah. Materi yang diberikan diharapkan mampu mendukung kader dalam berproses untuk lebih maju, aktif dan kreatif. 
Selain materi, para kader juga mendapatkan  beberapa agenda yang tidak kalah menarik diantaranya Sarasehan, Senam Sehat, dan inilah yang paling dinanti-nanti yaitu Outbond. Para kader terihat sangat bahagia sekali dibutikan dengan pencapaian skor mereka ketika kompetisi “hand ball” sebuah game yang sudah disiapkan oleh panitia.
Oleh Ahmad Syihabbudin kader ForSHEI 2015