MUSTATA “Musyawarah Tengah Tahun” Masa Periode 2018 – 2019

Monday, December 17, 2018 Add Comment


Semarang, 16-12/2018 – Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan Musyawarah Tengah Tahun. Setelah mengikuti SET 1, kader diharuskan mengikuti kegiatan Musyawarah Tengah Tahun (MUSTATA) 2018 yang dilaksanakan di gedung G2 dan G3 Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo Semarang.

MUSTATA ini diikuti oleh kader 2016,2017,2018 serta Majelis Pertimbangan Forshei (MPF) dan KA forshei. Dalam MUSTATA ini setiap unit memaparkan laporan pertanggung jawaban (LPJ) selama setengah periode.

Sebelum dilaksanakan MUSTATA, selama satu minggu telah diadakan persiapan yang dibahas melalui rapat. Gladi bersih diadakan H-1 sebelum pelaksanaan MUSTATA guna melakukan evaluasi terakhir dengan harapan agar kegiatan berjalan dengan lancar.

Sabtu pagi panitia kumpul di depan gedung G pada pukul 07.00 WIB untuk persiapan terakhir dan menunggu  peserta hadir. Pembukaan MUSTATA dimulai dengan tilawah oleh saudara Choirun Ni’am dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Fossei.

Dilanjutkan dengan sambutan – sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh ketua panitia saudara M. Saiful Anwar (kader 2018), sambutan yang kedua disampaikan oleh ketua umum forshei saudara M. Ikhsanudin (kader 2016). Dalam sambutannya, saudara M. Ikhsanudin menyampaikan kutipan dari Tan Malaka bahwa “ Yang paling terpenting itu adalah proses maka ini adalah gerbang awal bagi teman – teman 2018 untuk menuju hasil yang terbaik”. Dan sambutan yang terakhir disampaikan oleh MPF saudari Mita Kurnia Rizki sekaligus membuka kegiatan dengan Basmallah. Dilanjutkan dengan do’a bersama yang dipimpin oleh saudara Iqbal Rozaki (kader 2018).

Setelah itu dilanjutkan dengan peralihan sebelum ke acara inti yaitu dengan bermain game selama kurang lebih 10 menit. Tiba saatnya acara inti, yaitu pemaparan LPJ oleh setiap unit yang ada di forshei. Dalam sesi ini yang bertugas sebagai moderator adalah saudara M. Lizamuddin (kader 2017) dan saudari Mufrodah (kader 2017).
Laporan pertanggung jawaban yang pertama disampaikan oleh unit Pengembangan Sumber Daya Kader (PSDK). PSDK sendiri berperan sebagai pembantu kinerja BPH dalam melaksanakan acara dan pengembangan kader. Agenda PSDK diantaranya ORAIN, Praset, SET 1, IFC, PPI Tiongkok. Setelah pemaparan dilanjutkan sesi evaluasi dimana peserta boleh memberikan saran, kritik, ataupun pertanyaan. Salah satu permasalahannya adalah mengenai keterlambatan kader 2018 dalam mengisi buku saku forshei dan diharapkan untuk kedepannya agar lebih tanggap dan jika bisa mentoring itu continue tidak ngebut.

Kedua, pemaparan dari unit pelatihan yang terbagi menjadi tiga divisi. Divisi media dan penerbitan menyampaikan tentang perkembangan sosial media forshei seperti instagram, twitter, facebook, website dan masalah penerbitan majalah falah edisi 10. Divisi usaha dan kreativitas menyampaikan agenda yang sudah terealisasi seperti pelatihan desain grafis dan pembuatan buket bunga. Divisi multimedia menyampaikan tentang desain grafis yang sudah banyak dibuat seperti desain untuk praset, set 1, dll. Tiba saat sesi evaluasi, adapun pesan dari MPF untuk divisi usaha dan kreativitas agar memperbanyak teman di luar supaya jangkauannya lebih luas.

Pukul 12.30 WIB jeda sejenak untuk istirahat, solat, dan makan. Setelah itu dilanjutkan kembali ke acara inti. Yang ketiga, pemaparan dari unit kajian yang membahas beberapa agenda yang sudah dilaksanakan diantaranya diskusi primer, forread, forji, foraccounting, dll. Ada beberapa saran dan masukan seperti inovasi terbaru supaya diskusi primer tidak monoton sehingga antusiasme peserta lebih tinggi.

Terakhir pemaparan oleh Badan Pengurus Harian (BPH) yang terdiri dari ketua dan wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Dilanjutkan dengan solat ashar pukul 16.00 WIB. Kegiatan selanjutnya adalah upgrading oleh saudara Sofa Hasan, S.H.I selaku KA forshei.

Acara MUSTATA berakhir pada pukul 17.30 WIB. Diakhiri dengan foto bersama seluruh panitia dan kader forshei. Semoga dengan diadakannya MUSTATA ini kader – kader forshei terutama kader 2018 bisa mengenal lebih dalam mengenai kepengurusan forshei dan bagimana menjalankannya.

Bersama SIMPEL Menuju Pesantren Digital

Saturday, December 15, 2018 Add Comment

Sumber gambar : harapanrakyat.com

Seiring perkembangan zaman terdapat Lembaga Keuangan yang menunjang perekonomian masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah. Dalam hal ini, Lembaga Keuangan Mikro (LKM)memiliki peran yang besar terhadap indonesia karena LKM ini sendiri sudah memiliki kemajuan yang cukup pesat.

LKM adalah salah satu penopang ekonomi terbesar di Indonesiaselain lembaga keuangan formal atau bank. Merujuk Undang-undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang LembagaKeuanganMikro (LKM) maka lembaga ini merupakanlembaga formal nonbank  yang  menjadi bagian dari penataan ekonomi nasional. Lembaga Keuangan Mikro sebagai perkumpulan yang khusus didirikan untuk pemberian jasa konsultasi dalam mengembangkan usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan.

Data perkembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Indonesia yang dikemukakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni ada 673.838 LKM. OJK sendiri mengaku kesulitan dalam mengawasinya terutama dalam hal peredaran uang. sejauh ini, baru 19.300 LKM yang mampu diverifikasi. Mereka mengaku kesulitan dalam hal mengumpulkan data berupa modal, ekuitas, likuiditas LKM sehingga sulit menghitung berapa besaran dana yang dikelola LKM diseluruh Indonesia, namun ada beberapa LKM di pulau jawa memiliki aset yang mencapai puluhan miliar. 

Di kalangan pesantren kebanyakan wali santri mempunyai golongan yang berbeda-beda ada yang menengah ke bawah dan menengah ke atas. Tetapi dalam realitanya tidak semuapara santri dapat mengelola keuangan mereka dengan baik, ditambah lagi mereka  tidak dapat membedakan mana kebutuhan dan keinginan nya.Banyaknya wali santri yang mengeluh terhadap lembaga dan pengasuh pesantren yang menaungi para putra dan putri mereka, selain itu juga dikalangan para santri sendiri sering terjadi kehilangan uang. Akhirnya pengasuh yang menaungi pesantren mempunyai inisiatif untuk mendirikan lembaga keuangan mikro dikalangan pesantren, sehingga Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dikalangan pesantren ini sangat berpengaruh dan juga memiliki manfaat yang besar dalam mengatur keuangan dan kehidupan  para santri.

Dikalangan pesantren ini belum tentu pengasuh pesantren mau bekerja sama dengan pihak perbankan syariah untuk dapat membantu dalam pengelolaan LKM di kalangan para santri di tambah juga dalam pengelolaan uang di LKM ini para petugas masih menggunakan cara yang sangat tradisional semua uangnya masih dikelola oleh pihak pesantren itu sendiri, disamping ituketika para santri ingin menabung harus menunggu dengan sangat lama sehingga akan membuat para santri jenuh dan membuang-buang banyak waktunya. 

Pihak pemerintah atau perbankan syariah seharusnya mau mempromosikan produknya yaitu SIMPEL (simpanan pelajar) di setiap pesantren yang terdapat di Indonesia agar mau bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dikalangan pesantren, hal tersebut akan sangat menguntungkan bagi pihak perbankan dan juga perekonomian di Indonesia sendiri karena pihak perbankan akan mengelola kembali tambahan uang yang diterimanya untuk disebar luaskan ke masyarakat yang nantinya akan digunakan masyarakat sebagai tambahan modal dalam menjalankan bisnisnya atau dapat membantu masyarakat untuk kebutuhan yang lainnya, hal tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian di indonesia yang pada akhirnya akan menciptakan kemakmuran untuk rakyat Indonesia. 

Revolusi industri 4.0 sudah ada pada abad ke-21ketika terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik digital dan teknologi. Hal ini sangat mempengaruhi setiap negara begitu pun dengan Indonesia. Di Indonesia sendiri dalam menghadapi munculnya revolusi industri 4.0 seharusnya memiliki inisiatif untuk lebih memajukan perekonomian negara dengan memanfaatkan teknologi digital yaitu bisa mengkaitkan antara Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dikalangan pesantren dengan salah satu produk perbankan syariah yaitu tabungan SIMPEL (simpanan pelajar) yang apabila dikemas dalam bentuk e-banking yang berdasarkan sistem syariah dapat berupa sebuah aplikasi yang dengan mudah dapat dipasang disetiap gudget para walisantri yang secara langsung dapat mempermudah walisantri bisa mengawasi sistem keuangan putra putri mereka dengan mudah.

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di kalangan pesantren sendiri memiliki tujuan tertentu dalam mengatur keuangan para santri yaitu menerima tabungan dari santri, mengamankan uang santri, memberikan tabungan santri bila sewaktu-waktu santri mengambil, mengontrol penggunaan uang santri seperti setiap santri yang mengambil tabungannya mereka menulis kebutuhan atau penggunaan uang nya dikertas yang telah di sediakan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang tentunya hal itu akan dijadikan bukti kepada para wali santri, tabungan para santri tidak dipotong hanya saja setiap bulan nya dikenai administrasi sebesar Rp. 1000 dan apabila para santri mengambil tabungan dalam jumlah banyak maka mereka akan ditanyai para petugas (LKM).

LKM ini mempunyai kebijakan untuk para santri dalam menabung uangnya, agar para santri tidak terlalu sering mengambil uangnya yakni di setiap harinya di wajibkan menabung minimal Rp. 3000 tabungan itu di beri jangka waktu dalam pengambilan nya yaitu  bisa diambil dalam 3 bulan sekali dengan penetapan Rp. 270.000, jika ada santri yang mempunyai jumlah tabungan yang melebihi Rp. 270. 000 ke atas, santri tersebut akan diberikan reward dari Lembaga Keuangan Mikro itu yang sudah di sepakati antara pihak LKM dan pesantren. Dengan begitu, para santri akan lebih bersemangat dalam menabung disamping itu juga akan mendukung memajukan LKM di pesantren dan membumingkan LKM kalangan masyarakat.

Di era milenial ini sebaiknya Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dikalangan pesantren melibatkan salah satu perbankan syariah agar lebih mudah mengelola keuangan para santri, dari pihak perbankan syariah sendiri pun sudah memiliki beberapa produk unggulan yang dapat bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dikalangan pesantren. Salah satu produk itu biasanya disebut SIMPELsingkatan dari simpanan pelajar, yaitu tabungan yang diciptakan khusus untuk kalangan pelajar, seperti pondok pesantren yang ada di sidogiri, pondok tersebut telah bekerja sama dengan pihak perbankan syariah dan berhasil menerapkan SIMPEL dikalangan pesantren itu dan sangat bermanfaat bagi santri yang ada.

Tabungan diterbitkan secara nasional oleh bank-bank di Indonesia, dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik, dalam rangka edukasi dan untuk mendorong budaya menabung. Inklusi keuangan sendiri  adalah kemudahan akses untuk mendapatkan informasi mengenai keuangan.Tabungan pelajar SIMPEL dicetuskan oleh pemerintah dan dijalankan oleh OJK. Produk tabungan pelajar SIMPEL (simpanan pelajar) memiliki beragam manfaat untuk pelajar. Dengan membuka tabungan pelajar SIMPEL memberikan pengalaman belajar untuk membangun budaya gemar menabung dan melatih mengelola keuangan mereka sendiri.

SIMPEL (simpanan pelajar) memang di desain untuk pelajar sehingga memiliki fitur yang mengikuti kondisi pelajar di Indonesia pada umumnyayaitu Setoran awal yang ringan dan bebas biaya administrasi bulanan, Tabungan ini tidak akan mendapatkan penghasilan bunga, Nasabah siswa berhak mendapatkan rewards sesuai program yang diadakan oleh bank, Fitur sederhana namun menarik dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa,Simpanan Pelajar di desain untuk menampilkan nama siswa dalam buku tabungan untuk meningkatkan rasa kepemilikan. Hal ini sesuai dengan karakter yang ada dikalangan pesantren dengan menghindari tambahan dalam bertransaksi disamping itu juga tidak ada biaya administrasi di setiap bulannya. 
pengembangan usaha dan pemberdayaan santri diberikan suatu jasa baik melalui pengelolaan simpanan maupun pembiayaan dalam usaha skala mikro, dengan adanya SIMPEL (simpanan pelajar) ini santri lebih dapat efisien dalam mengatur keuangan dan para wali santri tentunya akan merasa lebih aman terhadap keuangan putra putri mereka. 

SIMPEL ini memiliki beberapa manfaat bagi para santrinya maupun untuk yayasan itu sendiri yaitu manfaat bagi santri edukasi keuangan bagi siswa, mendorong budaya gemar menabung, melatih pengelolaan keuangan sejak dini. Sedangkan manfaat untuk orang tua yaitu memberi edukasi tentang produk tabungan, mengajarkan kemandirian anak dalam mengelola keuangan, memudahkan orang tua untuk mengontrol pengeluaran anak manfaat untuk pihak sekolah sendiri yaitu sarana edukasi praktis keuangan dan perbankanbagi siswa dan guru, menumbuhkan budaya menabung di sekolah, sarana sistem pembayaran dan pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien di lingkungan sekolah.

Oleh : Mimud, Fia (Kader 2018)

HTS App : Media Halal Travel Semarang sebagai Wisata Berbasis Syariah

Saturday, December 15, 2018 Add Comment

Sumber gambar: internationalnews.com

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Islam terbanyak di dunia. Hal ini memungkinkan bagi Indonesia menjadi tujuan para wisatawan muslim. Berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Januari sampai akhir Juni tahun 2017, ada 1,14 juta kunjungan. Angka ini mengalami kenaikan menjadi 1,32 juta kunjungan pada tahun 2018 dengan pengunjung terbanyak berasal dari Malaysia dengan presentasi 13, 08% atau sebesar 7,5 juta kunjungan.

Pasar dunia telah memprediksi pada tahun 2019 sebesar 20 juta wisatawan dari negara ASEAN dan negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan berkunjung ke Indonesia. Hal ini tentu akan menjadi persaingan bagi daerah-daerah yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Jawa Tengah. Kementrian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan di Jawa Tengah sekitar 2 juta wisatawan. Sehinngga Jawa Tengah harus bisa meningkatkan fasilitas yang ada, seperti  menambah keunikan cinderamata dan menyediakan tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Hal ini tentu mendorong Jawa Tengah untuk dapat berkontribusi penuh menyambut wisatawan khususnya wisatawan asing dengan menyediakan sarana-prasarana yang berbasis syariah mengingat banyaknya wisatawan yang akan berkunjung mayoritas beragama Islam. hal ini didukung dengan banyaknya wisata syariah yang ada di Jawa Tengah. Seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Makam Sunan Kalijaga, Makam Sunan Kudus dan wisata syariah lainnya.

Setelah memborong penghargaan wisata halal dunia di ajang World Halal Tourism Awards (WHTA) tahun 2016, pemerintah Jawa Tengah terus menggenjot sejumlah daerah untuk mengembangkan wisata halal termasuk provinsi Jawa Tengah. Salah satunya adalah Semarang.

Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah yang memiliki banyak tempat wisata salah satunya wisata syariah. Tercatat pada bulan Juli 2018, puluhan wisatawan dari Malaysia menggelar gathering pelaku industri wisata di kota Semarang. Sehingga hal ini bisa menjadi peluang yang besar bagi kemajuan wisata  di Semarang.

Salah satu destinasi wisata syariah di Semarang adalah Kelenteng Sam Po Kong. Banyak orang menganggap bahwa Sam Po Kong merupakan petilasan dari orang yang beragama Tionghoa. Namun pada kenyataannya, Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong merupakan sebuah petilasan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Terletak di daerah Simongan, barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan adalah dengan ditemukannya tulisan yang berbunyi "Marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an". Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Hal ini membuat orang Indonesia keturunan Cina menganggap bangunan itu adalah sebuah kelenteng mengingat bentuknya yang memiliki arsitektur bangunan Cina sehingga mirip sebuah kelenteng.

Keunikan Sam Pong Kong bisa menjadikan daya tarik untuk wisatawan  mengunjunginya. Ditambah dengan banyaknya wisatawan asing yang akan mengujungi Jawa Tengah dimana  notaben mereka adalah warga  Negara dan OKI yang mayoritas beragama islam. Hal ini sangat cocok mengingat Sam Po Kong merupakan petilasan dari Laksamana Cheng Ho yang beragama islam. Sehingga banyak dari mereka yang pastinya akan berkunjuung dan tentunya akan membutuhkan akomodasi untuk menginap. Hal inilah yang perlu diperhatikan pula selain dari perhatian pada tempat wisata. 
Dari banyaknya wisatawan muslim yang berkunjung tentu mereka akan lebih selektif  dalam memilih akomodasi dikarenakan banyak akomodasi yang tidak sesuai dengan prinsip syariah seperti hotel konvensional yang kurang memerhatikan kebutuhan tamu yang beragama islam. 
Berdasarkan permasalahan diatas, penulis menawarkan solusi untuk membantu wisatawan muslim dalam memilih dan mengetahui wisata, akomodasi serta pelayanan yang sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini penulis tuangkan melalui aplikasi perjalanan yang halal di Semarang (Halal Travel Semarang App).

Halal Travel Semarang App (HTS App) merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengelola dan mengatur bisnis tour and travel. Software bisnis tour dan travel yang banyak digunakan di Indonesia adalah sistem aplikasi sistem informasi. Dengan menggunakan program sistem informasi, aturan atau manajemen dapat berlangsung secara cepat dan otomatis. Salah satu manajemen yang dilakukan adalah untuk mengelola kegiatan yang ada pada tour and travel yang sesuai dengan syariah atau di Indonesia dikenal dengan keputusan Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Berdasarkan keputusan DSN MUI No:108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah. bahwa Fatwa pariwisata syariah mengatur ketentuan akad, pelayanan, penggunaan, makanan, minuman, menempatkan dan menggunakan dana serta harus memiliki daftar akomodasi dan destinasi wisata yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Sehingga aplikasi ini bertujuan untuk merealisasikan keputusan dari DSN MUI tersebut melalui Halal Travel Semarang App.

Halal Travel Semarang App memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam mengunjugi wisata, budaya, dan kuliner yang ada di Semarang. Banyak fitur  yang disajikan dalam aplikasi ini, seperti wisata syariah, budaya, kuliner, serta akomodasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu,, dalam aplikasi ini para wisatawan dapat mengetahui bagaimana sejarah, keunikan dan peraturan dari setiap destinasi.

Halal Travel Semarang App masih dalam rencana penulis. Penulis berharap rencana ini dapat ditindaklanjuti secara nyata sehingga dapat membantu para wisatawan terutama dari negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti Malaysia, Brunei Darussalam, maupun negara OKI lainnya. Selain itu, melalui aplikasi ini penulis berharap bisa membantu menambah devisa negara dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).
Elemen penting dalam mewujudkan kesuksesan aplikasi Halal Travel Semarang  yakni dengan adanya peran pemerintah kota. Sebagai lembaga tertinggi dikota Semarang, berdasarkan Perda Nomor 10 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah, salah satu tugas pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Semarang (Disbudpar) yakni membantu perintisan daya tarik wisata, pemberian dukungan administrasi dan pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan kementerian Pariwisata. Dengan adanya peran pemerintah dalam mengenalkan aplikasi Halal Travel Semarang, maka wisatawan, baik lokal maupun domestik akan lebih tertarik untuk menggunakan aplikasi tersebut sebagai media penunjang dalam berpariwisata.

Software program aplikasi Halal Travel Semarang App
1. Aplikasi biaya tour & travel
2. Aplikasi penjualan tiket tour & travel
3. Aplikasi agen dan mitra tour & travel
4. Aplikasi data perjalanan tour & travel
5. Aplikasi sistem informasi tempat wisata

Pengelolaan data informasi pada Halal Travel Semarang App
1. Mengelola data konsumen atau pelanggan
2. Mengelola data tiket 
3. Mengelola data penjualan
4. Mengelola data penjadwalan
5. Mengelola data armada (bus dan mobil)
6. Mengelola penyewaan hotel syariah
Manfaat aplikasi sistem informasi tour & travel

Aplikasi yang digunakan untuk mengelola bisnis dan usaha penjualan tiket wisata dan juga perjalanan tour keluar kota ini membantu wisatawan dari dalam maupun mancanegara mengerjakan manajemen wisata agar lebih mudah, menghemat biaya serta efisiensi waktu. Penulis meningkatkan mutu dan pelayanan agar mampu bersaing dengan pebisnis tour dan travel lainnya, inilah saatnya penggunaan teknologi untuk menjalankann bisnis agar lebih maju. Serta memberikan edukasi seperti sejarah, budaya dan peninggalan tempat wisata syariah yang ada di Semarang. Terdapat pilihan bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Sehingga memudahkan bagi para wisatawan mancanegara.

Kelebihan aplikasi sistem informasi tour & travel
Cara mengelola penjualan tiket yang lebih modern adalah dengan menggunakan aplikasi sistem informasi. Inilah aplikasi yang penulis kembangkan untuk membantu memajukan edukasi syariah di Semarang. Software berbasis web online adalah aplikasi sistem informasi yang sekarang menjadi penunjang dan berperan penting dalam berbagai hal, salah satunya adalah bidang bisnis dan usaha. Kemajuan teknologi sistem informasi seakan mengharuskan penulis untuk mengikuti arus perkembangan teknologi ini atau software berbasis web online.


Oleh : Ilham, Tutut, Uli (Kader 2018)

Revolusi Industri 4.0

Thursday, December 13, 2018 Add Comment


Semarang – Kamis, (13/12/2018) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan diskusi primer penutup semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Diskusi bertempat di samping auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo dengan formasi melingkar memberikan kesan ukhuwah dan semangat untuk saling bertukar ilmu. Pada kesempatan kali ini, yang menjadi pemateri diskusi adalah salah satu Keluarga Alumni (KA) forshei yaitu Muhammad An’im Jalalluddin S.H dengan tema Revolusi Industri 4.0. Jumlah total kader forshei yang mengikuti diskusi penutup  sebanyak 25 orang yang terdiri dari kader 2018, 2017, 2016, MPF bahkan KA forshei.

Revolusi Industri 4.0 berasal dari kata revolusi (perubahan yang sangat cepat) dan industry (dalam hal produksi) sehingga revolusi industry 4.0 merupakan perubahan secara cepat dalam hal produksi. Revolusi industry 4.0 kini menjadi perbincangan menarik untuk mendorong seluruh sektor tata kehidupan manusia. Bahkan kini kementrerian Perindustrian telah menyiapkan strategi guna menyiapkan Indonesia untuk masuk ke dalam era Revolusi Industri keempat.  Pertama, Pemerintah akan terus mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus belajar dan meningkatkan keterampilannya untuk memahami penggunaan teknologi internet of things. kedua, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industry kecil dan menengah (IKM) sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui program e-amart IKM. ketiga, pihak kementerian perindustrian telah meminta kepada industry nasional dapat menggunakan teknologi digital seperti Big data, autonomous Robot.

Revolusi Industri kini telah merambah berbagai sektor termasuk dalam industry keuangan. bentuk teknologi dalam industry keuangan adalah dengan hadirnya financial technologi yang belakangan ini semakin popular dan kerap digunakan oleh kalangan penggiat teknologi dan media. meskipun belum memiliki makna yang baku, tetapi financial technologi kini hadir dalam upaya unutk memaksimalkan teknologi dalam mengubah, mempercepat atau mempertajam berbagai aspek dari layanan keuangan yang tersedia saat ini, mulai dari metode pembayaran, transfer dana, pinjaman, pengumpulan dana, hingga pengelolaan asset.

Kehadiran Revolusi industry 4.0 sudah jelas memberikan dampak positif dalam memudahkan urusan masyarakat di segala hal dengan bantuan teknologi yang semakin canggih sehingga akan berdampak pada meningkatnya pendapatan masyarakat sera negara. dampak positif pastinya selalu berdampingan dengan dampak negative, diantaranya adalah mengancam tenaga kerja yang dapat berimplikasi akan pengangguran akibat besarnya peran teknologi. Secara umum ada beberapa hasil dari pengaruh hadirnya revolusi industry yaitu, IOT (Internet Of Think), Humanis Machine (IOP: Internet Of Person), teknologi robotic dan sensor serta teknologi 3D.

Revolusi industry 4.0 memang akan menjadi tantangan bagi suatu negara dalam meningkatkan perekonomiannya. Stategi yang disiapkan haruslah menyesuaikan kondisi dari usatu negara tersebut dan sumber daya manusia juga memiliki peran penting, supaya bukan teknologi yang menguasai manusia, tetapi SDM lah nantinya yang akan menguasai teknologi. 

"Meneguhkan Kekeluargaan Mempertajam Wawasan" Sharia Ekonomist Training 1 (SET 1) forshei UIN walisongo Semarang 2018

Monday, December 10, 2018 Add Comment


Ungaran, 8-9/12 - Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan Sharia Economist Training 1. Untuk menjadi kader forshei, setiap anggota diwajibkan mengikuti kegiatan Sharia Economist Traning 1 (SET 1) 2018 dengan tema Meneguhkan Kekeluargaan Mempertajam Wawasan. SET 1 diikuti oleh 34 peserta. Tujuan diadakannya SET 1 yaitu untuk mempererat kekeluargaan antar kader dan memperbanyak wawasan. Untuk mengikuti SET 1 ini para anggota 2018 diwajibkan mendapatkan poin dari buku saku sebesar 85 poin yang diujikan dari mentor masing-masing.

Sebelum pemberangkatan telah diadakan TM (Technical Meeting) pada hari Jumat 07 Desember 2018. TM ini memberikan pengarahan terhadap para anggota 2018 dalam melaksanakan kegiatan SET 1. Seperti keperluan yang dibawa dan pembagian kelompok serta keterangan lain.
Pada hari pemberangkatan para anggota 2018 dan kader forshei yang lain berkumpul di sebelah audit 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang pukul 09.30 WIB, kemudian dilanjut perjalanan dan sampai pukul 12.30 WIB di lokasi Candi Gedong Songo Semarang. Pembukaan SET 1 dimulai dengan Basmallah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Fossei.

Dilanjutkan dengan sambutan - sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh ketua panitia Saudara Muhammad Lizamudin (kader 2017), sambutan yang kedua disampaikan oleh ketua forshei umum sudara Muhammad Ikhsanudin (kader 2016) dan sambutan yang terakhir disampaikan oleh MPF (Majelis Pertimbangan Forshei) oleh Saudara Muhammad Firdaus. Dilanjutkan dengan do'a bersama yang dipimpin oleh Saudara Sabiqul Umam (kader 2017) dan diakhiri foto bersama kader 2018.

Pada SET 1 kali ini kader forshei 2018 di bagi menjadi dua kelompok dan terdapat dua materi.  Materi pertama yaitu "Small Group Discussion" SGD dengan tema "Revolusi 4.0" oleh Saudara Muhammad Iqbal Haqiqi Maramis (kader 2016) selaku wakil ketua umum forshei dan materi Leadership oleh dua pemateri yaitu Saudara Ahmad Fauzi selaku Majelis Pertimbangan forshei menjelaskan perbedaan antara pemimpin, pimpinan, dan kepemimpinan. Bahwa pemimpin adalah orang yang memimpin, pimpinan adalah hasil dari pemimpin sedangkan kepemimpinan adalah sistemnya. Pemateri kedua oleh Saudara Husni Mubarok selaku Majelis Pertimbangan Forshei (MPF) bahwa beliau mengatakan bahwa gaya kepemimpinan ada 3 yaitu autocratic, otoriter, democratic, consultative, free-rein, participative. 

Kegiatan berikutnya adalah sarasehan dan pentas seni yang diikuti oleh Majelis Pertimbangan Forshei, kader-kader forshei dan dihadiri oleh Keluarga Alumni (KA) forshei. Pentas seni yang di tampilkan oleh kader forshei 2018 meliputi drama, musikalisasi puisi dan bernyanyi. Dan ada penampilan kolaborasi antara kader 2017 yaitu Saudara Nor Ma'arif (kader 2017) dan Saudari Eva Muzdalifah selaku Majelis Pertimbangan Forshei (MPF).

Pada keesokan harinya, kegiatan dibuka dengan senam bersama, fiking dan outbond. Kegiatan ini bertujuan agar para kader dapat menjaga kekompakan dalam berkompetisi dan dapat melatih manajemen sebuah tim. Pada pukul 11.00 WIB dilanjutkan materi terakhir yaitu oleh Saudara Abid selaku Keluarga Alumni forshei dengan tema "Personal Identity" menjelaskan tentang bagaimana memahami karakter dan ciri-ciri seseorang.

Dalam SET 1 diadakan sosialisasi kaos forshei yang di dampingi oleh Saudari Fitriana Anindhika (kader 2017) dan Saudari Ulul Fahmi (kader 2016) menyampaikan tentang kaos forshei yang akan dibuat. Agenda terakhir yaitu diskusi mengenai pemilihan ketua  panitia Mustata (Musyawarah Tengah Tahun). Calon tersebut diantaranya adalah Saudara Mudrik, Saudara Anwar dan Saudara Cak Nur (kader 2018). Dan kader terpilih menjadi ketua Mustata adalah Saudara Anwar.

Acara SET 1 berakhir pada pukul 14.00 WIB. dilanjutkan penutupan SET 1 dan diakhiri foto bersama semua kader forshei dan MPF. Setelah itu perjalanan menuju kampus tercinta UIN Walisongo Semarang. Semoga dengan diadakannya SET 1 ini kader-kader forshei bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang baru dan dapat mengimplementasikan serta mengamalkannya.


Rifqana Ridha A. (kader 2017)

Pemberdayaan Komunitas Melalui Program “Desa Cerdas”

Saturday, December 08, 2018 Add Comment
            

Sumber: www.kaskus.co.id
 
Laju urbanisasi kini kian meningkat kilat dengan adanya iming-iming kehidupan mewah diperkotaan. Masyarakat desa rela meninggalkan daerah asal demi mangadu nasib ke ibukota. Dibuktikan dengan jumlah penduduk di ibukota pada tahun 2013 sebesar 9,9 juta jiwa dan mengalami peningkatan yang signifikan ditahun 2016 sebesar 10,1 juta jiwa.

Dalam hal ini disetiap tahunnya sebesar ± 100 ribu pendatang (masyarakat desa) melakukan urbanisasi. Hal tersebut mengakibatkan berbagai macam masalah karena tidak ada pengendalian di dalamnya. Diantaranya menimbulkan kumuhnya daerah perkotaan, banyak pengangguran, tingkat krimilitas yang tinggi dan lain-lain.

Melalaui permasalahan tersebut penulis mencoba menganalisis permasalahan dari urbanisasi. Bahwasanya  urbanisasi memiliki dampak yang signifikan terhadap PDB di suatu negara. Tiongkok contohnya, setiap 1% masyarakat melakukan urbanisasi maka mendongkrak PDB sebesar 10%. Berbeda dengan Indonesia yang hanya mampu mendongkrak PDB sebesar 4% di setiap 1% melakukan urbanisasi.

Pada dasarnya, urbanisasi berdampak positif bagi suatu negara. Namun Indonesia belum bisa mewujudkan hal tersebut. Masyarakat desa yang melakukan urbanisasi cenderung tidak memiliki skill untuk bersaing di wilayah perkotaan. Perlu adanya pengoptimalan kebijakan demi mengatasi permasalahan urbanisasi.

Di desa, upah yang ditawarkan cenderung rendah. Menjadikan fasilitas pendidikan dan kesehatan tidak mampu berkembang karena keengganan guru dan dokter untuk bekerja di desa. Pemberdayaan serta pengelolaan desa akan sulit digalakkan karena pengetahuan masyarakat desa yang terbatas. Permasalahan lain yang ditimbulkan urbanisasi bagi desa yakni pembangunan infrastruktur dan fasilitas desa terhambat karena minimnya Sumber Daya Manusia (SDM)  yang berkualitas. Dengan demikian, perekonomian desa kian terpuruk.

Pada saat kota mendominasi segala fungsi sosial, ekonomi, pendidikan dan hirarki urban. Ledakan populasi penduduk kota tidak bisa dibendung. Kemacetan menjadi pemandangan yang wajar terjadi. Dampak negatif lain dari urbanisasi yang kian meningkat yakni mengenai lapangan pekerjaan. Mayoritas masyarakat yang datang ke kota tidak mempunyai skill khusus. Alasan mencari penghidupan yang layak di ibukota menjadi bumerang bagi mereka. Pengangguran semakin meningkat karena keterbatasan keahlihan dan minimnya lapangan pekerjaan.

Salah satu kebijakan pemerintah untuk menekan angka urbanisasi yang akan dicanangkan pada tahun 2019 adalah mengucurkan dana ke desa sebesar 1,4 miliar yang disebarkan pada ± 75.000 desa (kemenkeu, 2017). Alokasi dana tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya, peningkatannya sekitar 10%. Hal tersebut sudah semestinya memberikan dampak yang signifikan terhadap angka kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, pendapatan, dan ketimpangan desa. Bukti nyata dari pengoptimalan nominal yang mengalir ke desa masih belum tampak, mengapa?

Alasannya, karena tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah terhadap pengalokasian dana guna mencapai optimal, meski pemerintah sempat berkoar akan memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM), mulai dari perangkat desa terlebih dahulu. Namun dalam proses itu perangkat desa tidak langsung menggandeng masyarakat desa. Kebijakan ini akhirnya pun mandek.

Pandangan akan inovasi kebijakan guna pemerintah memberikan pendampingan secara nyata dengan turun tangan langsung ke masyarakat dan membaur bersama. Sosok pendamping merupakan akademisi dan praktisi utusan resmi pemerintah guna memantau sekaligus memberikan arahan yang tepat dan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh desa tersebut. Seperti halnya dalam  sektor pangan, pertanian, pariwisata, dan budaya atau pun lainnya. Adapun pola penerapan pendampingan desa sebagai berikut:

Pemerintah  membentuk sebuah komunitas desa melalui perangkat desa yang anggotanya terdiri dari 55% pemuda pemudi dan 45% masyarakat desa. Kemudian mengirim sosok pendamping yang berlatar belakang akademisi dan parktisi yang akan mendampingi komunitas tersebut.

Model pendampingan diawali dengan karantina anggota komunitas ± 1 bulan, kegiatan karantina ini sebagai wujud pelatihan awal pengenalan potensi desa yang akan dikembangkan. Akademisi berperan sebagai mentor, sedangkan praktisi bertugas sebagai pengarah dalam parktek lapangan komunitas “Desa Cerdas”. Hal yang menjadi bahan pembahasan adalah  konsep pembangunan desa cerdas wujud upaya mencapai kemajuan desa. Metodenya berupa penjelasan teori  kemudian praktek.

Setelah usai masa karantina, komunitas ini melebur dengan masyarakat desa mulai menjelaskan maksud tujuan dari desa cerdas. Langkah selanjutnya komunitas dan masyarakat desa yang tetap dibawah pengawasan pendamping memfokuskan potensi desa yang akan digarap dan dikembangkan seperti pertanian, perikanan, pariwisata, kerajinan, budaya dan lainnya.

Pemberdayaan potensi tersebut akan menghasilkan sebuah produk unggulan sebagai ciri khas dari desa. Target pemasarannya sendiri tidak hanya di wilayah perdesaan tetapi juga di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan integritas teknologi informasi dan komunikasi. Hal itu membuktikan bahwa daya saing perekonomian desa cukup kuat dibandingkan dengan perkotaan.

Maka dari itu desa cerdas berpengaruh terhadap peningkatan kualitas SDM. Dimana program ini menjadi bekal para pelaku urbanisasi yang tidak mempunyai skill dalam mengahadapi tantangan di era globalisasi untuk bersaing di wilayah perkotaan. Keterserapan tenaga kerja melalui program tersebut dapat mengendalikan dan memangkas angka urbanisasi yang menjadi beban pikul negara Indonesia selama ini. Wujud “Desa Cerdas” diharapkan menjadi indikasi kemajuan dan kesejahteraan desa.

Capaian dari inovasi kebijakan pemerintah diatas yakni pertama; meningkatnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan memberikan lapangan pekerjaan bagi para penduduk desa. Kedua; Menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang terwujudnya kemajuan desa, seperti halnya pelatihan, penyuluhan, dan pemberdayaan potensi desa.

Ketiga; menciptakan kesejahteraan, banyaknya lapangan pekerjaan berpengaruh terhadap tingginya penyerapan tenaga kerja dan mengakibatkan pemeratan pendapatan di perdesaan, hal itu membuat masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok, sandang dan pangan, sehingga terciptalah kesejahteraan.

Terakhir; kebijakan ini akan berdampak pada tingkat urbanisasi yang semakin rendah, dikarenakan desa telah menjadi desa yang mandiri; mampu mengelola kekayaan alam dan potensi desa, hal tersebut menjadi sebuah jaminan untuk keberlangsungan hidup.

Oleh: Milhatun Nisa’ dan Fitriana (Kader 2017)

Wakaf (UU No. 41 Tahun 2004: Tentang Wakaf) - Permintaan dan Penawaran dalam Islam dan Konvensional

Thursday, December 06, 2018 Add Comment


Diskusi 2017


            Wakaf di Indonesia tidak saja merupakan bagian dari kegiatan keagamaan muslim saja. Wakaf merupakan bagian resmi yang mendapat perlindungan hukum dari pemerintah.Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf sendiri disahkan oleh Presiden pada tanggal 27 Oktober 2004. Undang-undang ini merupakan tonggak sejarah baru bagi pengelolaan wakaf setelah wakaf diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 dan Kompilasi Hukum Islam. Sebagai hukum positif, aturan yang sudah ditetapkan bersifat memaksa dan harus dilaksanakan.21 Secara terperinci, objek wakaf yang menjadi induk dari wakaf.

            Wakaf benda bergerak berupa uang di atur secara khusus dalam Pasal 28 sampai dengan Pasal 31 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Pasal 22 sampai dengan Pasal 27 dan Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf.

            Bagian-bagian penting dari konsep pemberdayaan wakaf secara umun antara lain mengurai tentang pemahaman yang komprehensif dan pola manajemen modern pemberdayaan potensi wakaf yang ada. Untuk itu, kehadiran Peraturan Perundang Perwakafan ini cukup menggembirakan dalam rangka memberdayakan wakaf secara produktif. Dan diharapkan perhatian terhadap pemberdayaan wakaf lebih meningkat sesuai dengan harapan dan keinginan yang ingin dicapai. Wakaf sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, terdiri dari 11 bab 71 pasal.

            Selain benda tidak bergerak, uang juga mampu menjadi alat atau harta untuk di wakafkan. Uang adalah harta yang mempunyai potensi yang baik untuk mengentaskan kemiskinan melewati fungsinya sebagai harta wakaf. Wakaf uang yang mudah di lakukan, karena sifatnya yang pasif juga fleksibilitasnya, yang memungkinkan distribusi potensi wakaf bermanfaat bagi orang miskin di mana saja.

            Menurut Shafii Antonio, Pertama, wakaf tunai itu mudah dan tidak membutuhkan banyak kekayaan, dan, oleh karena itu, sangat cocok untuk orang miskin. Akibatnya, setiap orang dapat berkontribusi pada wakaf tunai. 

            Kedua, wakaf melalui uang tunai dapat menghasilkan lebih banyak dana, yang dapat digunakan untuk berkembang aset seperti tanah wakaf yang belum dikembangkan dan lahan terlantar lainnya untuk bisnis dan pertanian tujuan.
           
            Ketiga, uang tunai wakaf dapat membantu lembaga pendidikan yang memiliki masalah arus kas dengan membuat cadangan dana untuk mereka. Terakhir, wakaf uang tunai dapat mengurangi ketergantungan Lembaga-lembaga Islam di pemerintahan dan memungkinkan lembaga-lembaga ini berdiri sendiri mengimplementasikan dana wakaf tunai.

            Secara intinya, wakaf uang tunai memiliki berbagai manfaat karena fleksibilitasnya. Harga minimum yang ditawarkan bisa melibatkan banyak Muslim berkontribusi pada wakaf uang tunai. Dengan demikian, melalui dana wakaf tunai, yang ditinggalkan aset, yang kekurangan dukungan keuangan, dapat dikembangkan untuk kepentingan ekonomi Islam. 

            Dana wakaf tunai juga dapat mendukung sekolah agama Islam dan lembaga pendidikan yang mengalami masalah likuiditas serta mempertahankan aset Islam lainnya. Dana wakaf tunai yang besar memberikan banyak keuntungan dalam mengembangkan ekonomi Islam. Dana wakaf tunai juga dapat digunakan sebagai pinjaman dalam pembiayaan usaha industri kecil dan menengah. Sudah begitu terpapar bahwa dengan adanya wakaf tunai mampu mempermudah umat Muslim memberikan dana wakaf.


 Diskusi 2018

A. Permintaan
            Permintaan adalah jumlah barang yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga dan pada waktu tertentu. Faktor yang mempengaruhi permintaan adalah selera, pendapatan konsumen, harga barang/jasa pengganti, harga barang/jasa pelengkap, perkiraan harga dimasa datang, kebutuhan konsumen

            Hukum permintaan:
''Semakin turun nilai suatu harga ,maka semakin banyak jumlah barang yang diminta ,dan sebaliknya semakin tinggi nilai suatu harga, maka semakin sedikit jumlah barang yang diminta''.

            Permintaan dalam Islam harus memperhatikan syariat,kita tidak boleh mubadzir dan ishrof ,dan barangnya harus halalan thoyyiban.Yang membedakan permintaan Islam dan Konvensiaonal adalah bahwa dalam Islam kita harus memperhatikan syariat yang mengajarkan bahwa kita tidak boleh serakah dan mengeksploitasi sesuatu secara berlebihan , karena akan berdampak buruk kepada kita, dan Allah SWT pun senantiasa tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.

B. Penawaran
            Penawaran adalah jumlah barang yang akan dijual pada suatu pasar dan suatu saat tertentu dalam berbagai tingkat harga. Faktor yang mempengaruhi penawaran adalah: harga, biaya produksi, teknologi, jumlah produsen, bahan baku, dan pajak.

            Hukum penawaran:
''Jika harga suatu barang meningkat ,maka jumlah penawaran pada barang tersebut meningkat, begitu pun sebaliknya''.

            Penawaran dalam Islam itu barangnya harus halal dan spesifikasinya terperinci agar tidak merugikan pihak lain. Penawaran adalah barang atau jasa yang ditawarkan pada jumlah dan tingkat harga tertentu dan dalam kondisi tertentu. Ada hal yang membedakana penawaran Islam dengan penawaran konvensional, bahwa barang atau jasa yang ditawarkan harus transparan dan dirinci spesifikasinya, bagaimana keadaan barang tersebut, apa kelebihan dan kekurangan barang tersebut. Jangan sampai penawaran yang kita lakukan  merugikan pihak yang mengajukan permintaan.