Mekanisme Pasar dalam Perspektif Islam dan Konvensional serta Struktur Pasar

Wednesday, October 30, 2019 Add Comment

 
Sumber: economicdisasterarea.com
A.    MEKANISME PASAR
1.      Mekanisme Pasar Konvensional
Mekanisme pasar yaitu suatu proses penentuan tingkat harga berdasarkan dari permintaan dan penawaran. Sistem ekonomi konvensional memandang posisi pemerintah dalam mekanisme pasar terdapat perbedaan pendapat. Para ekonom membagi mekanisme pasar menjadi tiga yaitu :
a.       Sistem Ekonomi Pasar Bebas
  Pada sistem ekonomi ini seluruh kegiatan ekonomi diatur sepenuhnya oleh mekanisme pasar (invisible hand). Oprak produksi nasional ditentukan oleh interaksi antara penjual dan pembeli, dan sistem ekonomi pasar memiliki kelebihan dari sistem ekonomi yang lain karena adanya faktor-faktor produksi yang digunakan secara efisien. Pertumbuhan ekonomi akan berjalan dengan selaras jika adanya kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukai
b.      Sistem Perekonomian Perencanaan Pusat
Perencanaan pusat berarti seluruh kegiatan diatur oleh pusat, pemerintah yang mengatur dan menentukan kegiatan dan corak perekonomian. Namun dalam sistem ini kurang menguntungkan dan bukan pilihan yang baik untuk menggantikan sistem pasar. Dibuktikan dari kegagalan negara-negara komunis dalam membangun ekonominya yang diakhiri runtuhnya sistem tersebut pada akhir tahun 1980-an dan permualaan tahun 1990-an.
c.       Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran muncul disebabkan adanya kegagalan dalam mekanisme pasar, sehingga secara langsung maupun tidak langsung diperlukan campur tangan pemerintah untuk memperbaiki sistem ekonomi di negara tersebut.

Tujuan dari campur tangan pemerintah, yakni :
a.   Menghindari kerugian dan akibat buruk perekonomian dengan cara mengawasi setiap kegiatan ekonomi negara.
b.   Memberi jalan kemudahan masyarakat dalam memperoleh barang melalui penyediaan barang publik yang cukup dengan harga yang terjangkau.
c.   Melarang kegiatan monopoli dengan cara mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan besar dalam mempengaruhi pasar.
d.   Menjamin setiap kegiatan ekonomi terhindar dari penindasan dan ketidaksetaraan pada masyarakat.
e.      Memastikan pertumbuhan ekonomi dapat diwujudkan secara efisien.

Bentuk campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi, yaitu :
·         Membuat dan melasanakan peraturan dan undang-undang.
·         Melakukan kegiatan ekonomi secara langsung, seperti membuat perusahaan.
·         Melakukan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.
Sebenarnya dalam mekanisme pasar perlu dilengkapi dengan pengendalian, pengawasan, dan kerjasama yang baik.

2.      Mekanisme Pasar Islam
Dalam konsep Islam, mekanisme pasar yaitu penetuan harga yang dilakukan oleh kekuatan pasar, yaitu kekuatan permintaan dan penawaran. Penentuan permintaan dan penawaran haruslah terjadi secara sukarela, tidak ada pihak yang merasa terpaksa untuk melakukan transaksi pada suatu tingkat.
Penghargaan ajaran Islam terhadap mekanisme pasar berangkat dari ketentuan Allah bahwa perniagaan harus dilakukan secara baik dengan rasa suka sama suka agar mekanisme pasar dapat berjalan dengan baik dan memberikan mutual goodwill bagi para pelakunya.
Adapun larangan-larangan yang mengganggu mekanisme pasar yang Islam:
·         Tallaqi Rukban
·         Mengurangi timbangan
·      Menyembunyikan barang cacat karena penjual mendapatkan harga yang baik untuk kualitas barang yang buruk
·         Transaksi Najasy
·         Ikhtikar
·         Ghaban faa-hisyi (besar) dilarang, yaitu menjual diatas harga pasar,.
Dalam ekonomi Islam tidak dikenal sikap mendua, siapapun boleh berbisnis tanpa peduli apakah dia satu-satunya penjual (monopoli) atau ada penjual lain. Jadi monopoli sah-sah saja. Namun, siapapun yang melakukan monopoli psar tidak boleh ikhtikar, yaitu mengambil keuntungan diatas keuntungan normal dengan mnjual lebih sedikit barang untuk harga yang lebih tinggi (monopolistic rent).

B.     STRUKTUR PASAR
1.      Pasar Persaingan Sempurna
Merupakan struktur pasar atau industri yang terdiri dari banyak penjual dan pembeli., dan setiap penjual dan pembeli tidak dapat memengaruhi keadaan pasar. Dan pasar ini merupakan pasar yang ideal karena memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna:
·         Terdapat penjual dan pembeli
·         Pasar sebagai penetu harga (price taker)
·         Barang bersifat homogen
·         Setiap perusahaan bebas keluar dan masuk pasar (free entry and free exit)
·         Menghasilkan barang seupa
·         Terdapat banyak perusahaan di pasar
·         Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar
Contoh Pasar Persaingan Sempurna: Pasar Tradisional, Pasar Modal, Pasar Uang, dan Bursa Efek.

2.      Pasar Persaingan Tidak Sempurna
a.      Pasar Monopoli
Suatu bentuk pasar dimana pasar tersebut dikuasai oleh satu pihak yang memiliki kuasa lebih.
Ciri-ciri Pasar Monopoli:
·         Hanya terdapat satu penjual/ produsen dan banyak pembeli
·       Barang yang diperjualbelikan tidak memiliki substitusi (tidak ada barang pengganti)
·         Penentuan harga oleh produsen (price maker)
·         Promosi iklan kurang diperlukan
Kelebihan:
·        Biaya produksi yang lebih murah, sebab tingkat produksi yang besar
·  Mutu barang meningkat dan harga murah jika perusahaan selalu melakukan pegembangan dan inovasi
·    Kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan apabila monopoli menghasilkan barang yang lebih murah dan bermutu.
Kekurangan:
·         Hanya ada satu pihak yang diuntungkan
·         Produsen/ penjual bebas menentukan keuntungan yang besar
·         Konsumen tidak memiliki pilihan
Contoh Pasar Monopoli: Pertamina, PLN, PDAM, dll.

b.      Pasar Oligopoli
Pasar yang teridiri hanya ada beberapa perusahaan yang mempunyai ukuran dan modal yang relative besar, barang yang dihasilkan berbeda corak (seperti produsen mobil) atau barang seupa (seperti perusahaan perminyakan).
Ciri-ciri Pasar Oligopoli:
·         Terdapat beberapa produsen dan banyak penjual
·         Menghasilkan barang standar maupun berbeda corak
·         Adanya kesulitan keluar masuk pasar
·         Adanya persaingan ketat antar penjual
·         Penentuan harga ada kalanya lemah dan kuat
·         Adanya kompetisi non harga (iklan)
Kelebihan:
·         Pengembangan produk diimbangi oleh kemajuan iptek
·         Penjual leluasa menentukan harga
·         Bisa mendapatkan keuntungan lebih
Kekurangan:
·         Tingkat keefisiensi prodaknya rendah
·         Kemungkinan terjadinya eksploitasi
·         Adanya perang harga antar produsen
Contoh Pasar Oligopoli seperti pasar semen, pasar mobil, dan pasar conter.

c.       Pasar Monopolistik
Bentuk pasar yang mendekati pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli, dimana banyak terdapat penjual atau produsen dengan menjual suatu produk yang sama namun ada karakteristik yang berbeda.
Ciri-ciri Pasar Monopolistik:
·         Ada banyak penjual/ produsen di dalamnya
·         Adanya diferensiasi produk
·         Perusahaan memiliki sedikit kekuasaan mempengaruhi harga
·         Produsen bebas keluar masuk pasar
·         Perlunya suatu promosi
·         Barang yang diperjualbelikan bersifat heterogen
·         Persaingan mempromosikan penjualan sangat aktif
Kelebihan:
·         Menghasilkan barang yang berbeda corak
·         Distribusi pendapatan dalam masyarakat merata
Kekurangan:
·    Operasinya tidak seefisien pasar persaingan sempurna karena harga lebih tinggi, kuantitas produsi rendah, dan pada keseimbangan tidak tercapai efisiensi produktif dan efisiensi alokatif.
·         Perusahaan tidak mempunyao galakan untuk inovasi
Contoh Pasar Monopolistik: pasar handphone, pasar motor, dan pasar komputer.



Sumber:
Sukirno, Sadono. 2002. Pengantar Teori Ekonomi edisi ketiga. Jakarta: Rajawali Pers.
Sukirno, Sadono. 2013. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Rozalinda. 2016. Ekonomi Islam (Teori dan Aplikasinya pada Aktivitas Ekonomi). Jakarta: Rajawali Pers.

Diolah oleh Tim forshei materi

Konsep Produksi, Konsumsi, Permintaan dan Penawaran Menurut Islam dan Konvensional

Sunday, October 27, 2019 Add Comment

 
sumber: bisapinter.com
A.    TEORI PRODUKSI
1.      Teori Produksi Konvensional.
Produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) sesuatu barang atau jasa, untuk kegiatan mana dibutuhkan faktor-faktor produksi dalam ilmu ekonomi berupa tanah, tenaga kerja, dan skill (organization, managerial, dan skills). Tujuan produksi dalam konvensional adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya.
2.      Teori Produksi Islam
Produksi menurut Kahf dalam prespektif Islam sebagai usaha manusia untuk memperbaiki tidak hanya kondisi fisik materilnya, tetapi juga moralitasnya, sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup dalam agama Islam, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat. Perintah produksi dalam Islam terdapat dalam QS. Yasin ayat 33-35. Tujuan utama produksi dalam Islam adalah memaksimalkan maslahah. Produsen tidak hanya mengejar keuntungan maksimum saja, tetapi juga mengejar tujuan yang lebih luas yaitu falah dunia dan akhirat.

B.     TEORI KONSUMSI
1.      Teori Konsumsi Konvensional
Konsumsi adalah kegiatan manusia menggunakan atau memakai barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Mutu dan jumlah barang atau jasa dapat mencerminkan kemakmuran konsumen tersebut, semakin tinggi mutu dan jumlahnya berarti semakin tinggi pula tingkat kemakmurannya, dan sebaliknya. Tujuan konsumsi adalah untuk mencapai kepuasan maksimum dari kombinasi barang dan jasa yang digunakan.
2.      Teori Konsumsi Islam
Konsumsi dalam prespektif Islam, adalah pemenuhan kebutuhan barang dan jasa yang memberikan maslahah/ kebaikan dunia dan akhirat bagi konsumen itu sendri. Pola konsumsi dalam islam yaitu: mengutamakan akhirat dari pada dunia, konsisten dalam prioritas dan pemenuhannya, serta memperhatikan etika dan norma.
Prinsip-prinsip konsumsi dalam Islam yaitu:
1)      Prinsip Keadilan
2)      Prinsip Kebersihan
3)      Prinsip Kesederhanaan
4)      Prinsip Kemurahan Hati
5)      Prinsip Moralitas
Dalam berkonsumsi, Islam mengajarkan untuk memastikan barang atau jasa tersebut dijamin kehalalannya, toyyib yakni bermanfaat lebih dan terhindar dari kemudharatan, serta larangan berlebih-lebihan (israf) yang mengakibatkan mubadzir dan menghambur-hamburkan uang.

C.    TEORI PERMINTAAN (DEMAND)
1.      Teori Permintaan Konvensional
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Permintaan berkaitan dengan keinginan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderunngan permintaan konsumen akan barang dan jasa tak terbatas.
Hukum Permintaan: “Apabila harga naik jumlah barang/ jasa yang diminta menurun dan apabila harga rendah maka jumlah barang/ jasa yang diminta meningkat”.
Faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan (demand):
1)      Harga barang substitusi (pengganti)
2)      Harga barang komplementer (pelengkap)
3)      Jumlah pendapatan
4)      Selera konsumen
5)      Intensitas kebutuhan konsumen
6)      Perkiraan harga pada masa depan
7)      Jumlah penduduk
2.      Teori Permintaan Islam
Ibnu Taimiyah, permintaan adalah hasrat atau keinginan terhadap suatu barang (raghbah fi al-syai). Secara garis besar, pengertian permintaan Islam dan konvensional adalah sama, namun ada prinsip-prinsip dan batasan yang harus diperhatikan oleh individu muslim dalam keinginannya yang telah disebutkan diatas.
Ibnu Taimiyyah (1263-1328 M) dalam kitab Majmu’ Fatawa menjelaskan, bahwa hal-hal yang mempengaruhi terhadap permintaan suatu barang antara lain:
1)      Keinginan atau selera masyarakat (Raghbah) terhadap berbagai jenis barang yang berbeda dan selalu berubah-ubah.
2)      Jumlah para peminat (Tullab) terhadap suatu barang.
3)      Kualitas pembeli (Al-Mua’awid)
4)      Lemah atau kuatnya kebutuhan terhadap suatu barang.
5)      Cara pembayaran yang dilakukan, tunai atau angsuran.
6)      Besarnya biaya transaksi
Perbedaan yang perlu diperhatikan terutama pada permintaan dalam Islam adalah: Sumber hukum dan adanya batasan syari’ah, sudut pandang barangnya, motif dari permintaan dan tujuanya.

D.    TEORI PENAWARAN (SUPPLY)
1.      Teori Penawaran Konvensional
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu dan pada tingkat tertentu.
Hukum Penawaran: “Perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditentukan, yaitu apabila harga naik, maka penawaran akan meningkat, sebaliknya apabila harga turun penawaran akan turun”.
Faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran:
1)      Harga barang itu sendiri
2)      Harga barang pengganti
3)      Biaya produksi
4)      Kemajuan teknologi
5)      Pajak
6)      Perkiraan harga masa depan
2.      Teori Penawaran Islam
Teori penawaran Islam tidak terlepas dari kaidah dan ketentuan yang digaris oleh Allah kepada manusia dalam melakukan kegiatan produksi. Dalam melakukan kegiatan pengolahan alam manusia harus senantiasa menjaga kesinambungan kehidupan disekitarnya, dan jangan melakukan kerusakan.
Teori penawaran yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang dijual. Satu aspek penting yang memberikan suatu perbedaan dalam perseptif ini kemungkinan besar berasal dari landasan filosofi dan moralitas yang didasarkan pada premis nilai-nilai Islam.



Sumber:
Karim, Adiwarman A. 2002. Ekonomi Mikro Islam. Edisi ke III. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Karim, Adiwarman A. 2010. Ekonomi Mikro Islam. Edisi ke V. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Muhammad. 2014. Ekonomi Mikro dalam Prespektid Islam. Yogyakarta: BPFE

Diolah oleh Tim forshei materi