Konsep Dasar Ekonomi Makro dalam Islam, Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional

Friday, September 29, 2017 Add Comment

kelompok diskusi 2017
       Semarang, (28/09)-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (Forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan diskusi yang merupakan salah satu program kerja rutin bidang kajian dan penelitian. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam satu minggu. Diskusi kali ini dihadiri oleh kader 2015, 2016, dan 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih cara menyampaikan pendapat dalam sebuah forum tanpa merendahkan pendapat lain dan memberikan kepercayaan diri untuk tampil di depan umum, serta sebagai tempat berdialek dalam hal masalah tersebut. Sehingga dari diskusi kali ini membuat para kader bisa menghargai pendapat dan argumen yang lain.

           Diskusi ini dimulai pukul 16.00 WIB, bertempat di depan perpustakaan Universitas, kampus III UIN Walisongo Semarang. Diskusi diawali dengan bacaan al-Fathihah dan dilanjutkan pembahasan tema. Diskusi ini dibagi dua tema, untuk kader 2017, mengangkat tema “Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional”. Sedangkan kader 2015-2016  mengangkat tema “Pengertian dan Konsep Dasar Ekonomi Makro Islam”. Dalam diskusi kader 2017, mengetahui pengertian terlebih dahulu tentang ekonomi Islam itu sendiri, yaitu pola perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang sangat tidak terbatas dengan berbagai keterbatasan sarana pemenuhan kebutuhan yang berpedoman pada nilai-nilai Islam. Ekonomi Islam memiliki akar syariah yang menjadi sumber dan panduan setiap muslim dalam menjalankan setiap kehidupan. Prinsip yang dianut ekonomi Islam itu terdiri dari: Segala sesuatunya adalah milik Allah, Allah telah menetapkan batas-batas tertentu terhadap perilaku manusia dan setiap individu memiliki kesamaan dalam harga dirinya. Sedangkan, Ekonomi konvensional sendiri memiliki pengertian ekonomi yang berkaitan dengan studi atau ilmu yang membahas tentang upaya manusia dalam mengelola sumber daya yang ada. Ekonomi konvensional tidak memiliki prinsip yang sama dengan Islam, sehingga memiliki perbedaan antara lain: Jika ekonomi Islam pilihan alternatif kebutuhan dituntun dengan nilai Islam sedangkan ekonomi konvensional pilihan alternatif kebutuhan yang dituntut oleh kepentingan individu atau egois. Sistem pertukaran ekonomi Islam dituntut dengan etika Islam sedangkan ekonomi konvensional pertukaran dituntut oleh kekuatan pasar.


kelompok diskusi 2016/2015
Sedangkan untuk kader 2016 dan 2015 melakukan diskusi tentang Ekonomi Makro. Pengertian dari ekonomi makro tersebut adalah studi tentang ekonomi secara menyeluruh. Ekonomi makro menjelaskan perubahan ekonomi yang dipengaruhi oleh banyak masyarakat, perusahaan dan pasar. Ekonomi makro ini memengaruhi target kebijakan seperti: pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja, dan tercapainya keseimbangan neraca yang berkesinambungan. Ada tiga konsep makro ekonomi dasar yaitu keluaran, pengangguran dan inflasi. Dan permasalahan dalam ekonomi makro antara lain: kemiskinan dan pemerataan, krisis nilai tukar, hutang luar negeri, perbankan (kredit macet), inflasi, pertumbuhan ekonomi dan pengangguran. Ada dua model ekonomi makro yaitu: Model AD-AS, menunjukan indeks harga dan keluaran aktual dititik temu pada permintaan agregat dan penawaran agregat, kurva permintaan agregat melandai kebawah menandakan banyak keluaran yang diminta pada tingkat harga. Model IS-LM, ialah memunculkan titik ekuilibrium tentang suku bunga dan pengeluaran, pasar barang diwakilkan oleh ekuilitri antara investor dan saving (IS). Kurva IS termasuk oleh titik dimana investasi berdasarkan suku bunga tabungan berdasarkan keluaran, kurva IS melandai kebawah karena keluaran dengan suku bunga berbanding terbalik dengan pasar barang, sedangkan Kurva LM melandai keatas karena suku bunga dan keluaran memiliki relasi positif di pasar uang.

Waktu semakin petang dan diskusi semakin seru hingga tak terasa telah berlalu. Sesi tanya jawab yang berlangsung membuat suasana diskusi semakin menambah hidup, akhirnya waktu diskusi pun berakhir pada pukul 17.40 WIB. Kemudian dibacakan hasil diskusi oleh notulensi masing-masing kelompok kader. Diskusi ditutup dengan membaca Al-Hamdalah, sebelum meninggalkan tempat diskusi para kader melakukan tos bersama sebagai salam selesainya diskusi.

ForResearch : Pelatihan Penelitian Forshei

Tuesday, September 26, 2017 Add Comment

Semarang (24/9) - Semangat pagi terlihat dari raut wajah peserta pelatihan riset yang diadakan oleh Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) pada hari Minggu, 24 September 2017, yang bertempat di gedung L2 kampus III UIN Walisongo Semarang. Pelatihan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri peserta sebanyak 30 orang, yang merupakan kader forshei itu sendiri. Pelatihan yang bertemakan “For Research” merupakan sebuah pelatihan dalam hal penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah, yang materinya disampaikan oleh Ibu Heny Yuningrum, SE, M.Si dan saudari Millaturrofi’ah, S.H.

Pelatihan dimulai dengan sambutan pertama oleh saudara Baihaqi sebagai wakil ketua forshei dan kemudian dilanjutkan oleh saudara Chusni Mubarok selaku perwakilan dari Majelis Pertimbangan Forshei (MPF).

Materi pertama yaitu penjelasan tentang metodologi penelitian kuantitatif untuk segala jenis karya tulis ilmiah oleh Ibu Heny Yuningrum, SE, M.Si. Dalam materinya beliau menyampaikan bahwa, penelitian kuantitatif itu merupakan sebuah penelitian yang mengolah data dan penelitian. Metodologi kuantitatif adalah jenis penelitian yang paling mudah dan paling sering dilakukan di luar negeri, dikarenakan para peneliti hanya perlu melakukan observasi untuk memperoleh data dan selebihnya hanya melakukan analisa mendalam terhadap data yang diperoleh dalam observasi tersebut. Selain itu, metode kuantatif merupakan metode penelitian yang selalu berkembang sehingga hasil dari penelitiannya yang selalu terbaharukan.

Materi kedua yaitu penjelasan mengenai metodologi penelitian kualitatif untuk segala jenis karya tulis ilmiah oleh saudari Millaturrofi’ah, S.H. Menurut beliau, dalam menulis kita harus sering cari tahu “peka” terhadap isu–isu sosial yang sering muncul. Kita juga harus bersahabat dengan aktifitas membaca buku untuk meningkatkan perbendaharaan kata, dan poin terakhir yang penting dalam menulis menurut beliau adalah asal jadi, asal terbit, asal best seller dan ada tekad untuk belajar menulis.

Pelatihan ini merupakan wujud usaha forshei dalam meningkatatkan literasi dalam bidang penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah kepada mahasiswa khususnya kader-kader forshei. Diharapkan setelah adanya pelatihan ini, kader-kader forshei mampu mengimplementasikannya dalam sebuah bentuk  karya tulis ilmiah.

Mekanisme Pasar

Monday, September 25, 2017 Add Comment
Senin, 25/09 - Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang, mengadakan kegiatan rutin yaitu diskusi primer yang merupakan salah satu program kerja bidang kajian dan penelitian. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam seminggu, diskusi ini bertujuan berdialek atau saling tukar menukar pendapat dalam rangka pengambilan kesimpulan dan melatih keberanian mengeluarkan pendapat secara logis. Dari diskusi ini, para kader mampu menghargai pendapat orang lain, sehingga menambah perbendaharaan wawasan dalam berpikir.

Diskusi ini dimulai pukul 16.00 WIB, bertempat di depan perpustakaan Universitas, kampus III UIN Walisongo Semarang. Diskusi dihadiri oleh kader forshei 2015-2016 dengan membahas tema “Mekanisme Pasar dan Pasar Persaingan Sempurna”. Diskusi di mulai dengan membaca Surat Al-Fathihah, dalam sesi diskusi dijadikan dua kelompok. Kelompok pertama yaitu menerangkan mekanisme pasar, mekanisme pasar adalah kecenderungan dalam pasar bebas untuk terjadinya perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang (jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta). Mekanisme pasar juga dapat disebut sebagai proses penentuan tingkat harga berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran, artinya mekanisme pasar terbagi menjadi dua, yaitu permintaan dan penawaran. Hubungan permintaan dengan harga, bahwa jika harga suatu barang naik maka permintaan akan turun maupun sebaliknya, jika harga suatu barang turun permintaan akan naik. Perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu apabila harga naik maka penawaran akan meningkat, sebaliknya apabila harga turun penawaran akan turun.

Kelompok kedua yaitu menerangkan pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan sempurna merupakan pasar yang terdapat perusahaan dalam jumlah yang sangat banyak namun dianggap tidak bisa memengaruhi pasar dikarenakan kemampuan perusahaan yang sangat kecil. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna yaitu: terdiri atas banyak penjual dan pembeli; adanya kebebasan untuk membuka dan menutup perusahaan; barang yang diperjualbelikan bersift homogeni; penjual dan pembeli memiliki pengetahuan yang sempurna tentang pasar; dan mobilitas atau perpindahan sumber ekonomi cukup sempurna. Ada beberapa keunggulan pasar persaingan sempurna, yaitu: menggunakan sumber daya secara efisien; adanya kebebasan bertindak dan memilih. Adapun kelemahan pasar persaingan sempurna, yaitu: Kelemahan dalam asumsi; tidak mendorong adanya inovasi; membatasi pilihan konsumen; menimbulkan eksploitasi sumber daya dan ongkos sosial.

Walaupun hari semakin larut ditambah cuaca mulai mendung, tetapi diskusi dengan sistem presentasi ini membuat semakin menarik. Sesi tanya jawab berlangsung membuat suasana diskusi semakin hidup, waktu diskusi pun berakhir pukul 17.40 WIB kemudian dibacakan hasil diskusi oleh notulensi. Diskusi di tutup dengan membaca Al-Hamdalah. Sebelum meninggalkan tempat diskusi para kader melakukan tos bersama sebagai salam selesainya diskusi. 

Pengumuman Hasil Tes Wawancara ORAIN 2017

Saturday, September 23, 2017 Add Comment


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan hidayahnya kepada kita semua.
Berdasarkan hasil pertimbangan Tim Penguji dan Pengurus Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim kami mengumumkan nama-nama yang lolos tes wawancara sebagai berikut : 

No Nama Jurusan
1 Adetya Pramandira Hukum Ekonomi Syariah
2 Ahmad   Hukum Ekonomi Syariah
3 Ahmad Mu’tasim Hukum Ekonomi Syariah
4 Amri Mutohar Hukum Ekonomi Syariah
5 Bintang Mahardika P.B. Ekonomi Syariah
6 Delya Saski Ananda Ekonomi Syariah
7 Devi Nur H. Ekonomi Syariah
8 Dwi Eri Fitriyani Ekonomi Syariah
9 Dziana Naafi' F. S1 Perbankan Syariah
10 Edi Saefurrohman Hukum Ekonomi Syariah
11 Egita Dwi Lexmana Hukum Ekonomi Syariah
12 Eka Safitri D3 Perbankan Syariah
13 Fahrur Rozi Hukum Ekonomi Syariah
14 Falikhatul Abriza D3 Perbankan Syariah
15 Fanarati  Ardha Ekonomi Syariah
16 Fitriana Anindika D3 Perbankan Syariah
17 Hilda Yusri Abdha Hukum Ekonomi Syariah
18 Ilham Dwi Hastono Hukum Ekonomi Syariah
19 Itsna Tifani B.R. Ekonomi Syariah
20 Khoirul Anam Hukum Ekonomi Syariah
21 Lia Khusnita Akuntansi Syariah
22 M. Rafi Nasution Hukum Ekonomi Syariah
23 M. Ma'ruf Yanuar Hukum Ekonomi Syariah
24 Milhatun Nisa' Ekonomi Syariah
25 Mohammad Lizamudin Ekonomi Syariah
26 Mufrodah Ekonomi Syariah
27 Niko Bachtiar Hukum Ekonomi Syariah
28 Nisa'ul Hanik Ekonomi Syariah
29 Nur Laelatul Kholifah Akuntansi Syariah
30 Nur Ma’arif Hukum Keluarga Islam
31 Restika Susanti Hukum Ekonomi Syariah
32 Ridwan Sami'ul M. S1 Perbankan Syariah
33 Rifqana Ridha A Hukum Ekonomi Syariah
34 Rizka Amalia L. Ekonomi Syariah
35 Rizqika Anung A Hukum Ekonomi Syariah
36 Sabiqul Umam Hukum Ekonoi Syariah
37 Safina Dewi Ekonomi Syariah
38 Sahal Mubarok Pendidikan Bahasa Inggris
39 Sarirotul Fitri Ekonomi Syariah
40 Syamsudin Haris Ekonomi Syariah
41 Ulfi Zulfikar Hukum Ekonomi Syariah
42 Ulya Salsabila Ekonomi Syariah
43 Uswatun hasanah Hukum Ekonomi Syariah
44 Verry Bahal Khaqiki Akuntansi Syariah
45 Vevi Ariyanti Lubis Ekonomi Syariah
46 Wiwin Dwi Wahyudi Hukum Ekonomi Syariah
47 Wiwin Sri Wahyuni Hukum Ekonomi Syariah
48 Yusril Izza Hukum Ekonomi Syariah
49 Zulivia Rahmawati Akuntansi Syariah
NB : 
1. Seluruh kader yang telah dinyatakan lolos tes wawancara, wajib mengikuti Pra-Sharia Economist Training (Pra-SET) pada tanggal 14-15 Oktober 2017. Apabila tidak mengikuti Pra-SET, maka dianggap gugur.
2. Bagi peserta yang belum lolos, dipersilahkan mengikuti diskusi primer. Konfirmasi lebih lanjut hubungi Sdr. Baihaqi (0815-6783-8022) / Ilham Wahyudi (0856-0474-4281 )

Konsep Teori Permintaan dan Penawaran

Monday, September 18, 2017 Add Comment

Semarang 18/09-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (Forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan diskusi yang merupakan salah satu program kerja rutin bidang kajian dan penelitian. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam satu minggu. Kegiatan rutinan ini bertujuan untuk menambah wawasan dalam ilmu juga mengetahui  bagaimana cara menyampaikan pendapat dalam suatu forum tanpa menghiraukan pendapat lain.

Diskusi dimulai pukul 16.00 WIB, bertempat di taman kecil samping Auditorium II bagian timur, kampus III UIN Walisongo Semarang. Diskusi dihadiri oleh kader ForSHEI 2015-2016 dengan membahas tema “Permintaan dan Penawaran”. Diskusi di mulai dengan membaca Surat Al-Fathihah. Diskusi di buat semenarik mungkin yaitu dengan dibuatnya dua kelompok-kelompok kecil yang biasa disebut Forum Discussion Group, lalu dari kelompok kecil tersebut menyampaikan materi yang mereka dapat.

Kelompok pertama menjelaskan permintaan berdasarkan konvensional dan Islam. Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu. Hukum permintaan konvensional dan Islam adalah jika harga suatu barang naik maka permintaan barang tersebut akan turun, sebaliknya jika harga barang tersebut turun maka permintaan akan naik. Yang membedakan hukum permintaan konvensional dan Islam adalah faktor yang mempengaruhi permintaan. Menurut konvensional: Harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan rumah tangga, selera masyarakat, jumlah penduduk. Adapun menurut Ibnu Khaldun: Pendapatan, jumlah penududuk, kebiasaan dan adat istiadat, juga kemakmuran masyarakat secara umum. Menurut Ibnu Taimiyah: Selera, jumlah peminat, kualitas penduduk. Kurva permintaan dapat saja bergeser tergantung perubahan dari faktor permintaan.

Kelompok kedua menjelaskan penawaran berdasarkan konvensional dan islam. Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu dan pada tingkat harga tertentu. Hukum penawaran adalah perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu apabila harga naik maka penawaran akan meningkat, sebaliknya apabila harga turun penawaran akan turun. Namun yang membedakan hukum penawaran konvensional dan Islam adalah jika Islam mengedepankan kemaslahatan, melihat halal atau haram suatu barang. Faktor yang mempengaruhi penawaran yaitu: Biaya dan teknologi, jumlah penjual, dugaan masa depan, dan kondisi alam. Faktor yang mempengaruhi dalam penawaran Islam ditambahkan zakat.

Hari semakin larut dan presentasi tanya jawab semakin seru. Adanya kelompok  dalam diskusi ini membuat para kader bersemangat dan suasana tidak membosankan. Sebelum diskusi ditutup, notulensi membacakan kesimpulan dari hasil diskusi. Waktu diskusi berakhir pukul 17.30 WIB dan di tutup dengan membaca Al-hamdalah. Sebelum meninggalkan tempat para kader melakukan tos bersama.



Konsep Produksi dan Konsumsi Menurut Islam dan Konvensional

Thursday, September 14, 2017 Add Comment
Semarang, (14/09)-Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan diskusi primer yang merupakan salah satu program kerja (proker) bidang kajian dan penelitian, kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam satu minggu. Diskusi kali ini merupakan diskusi kedua setelah libur semester genap 2017 dengan mengusung tema ”Konsep Produksi dan Konsumsi Menurut Islam dan Konvensional”. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih cara menyampaikan pendapat dalam sebuah forum tanpa merendahkan pendapat lain dan memberikan wawasan.

Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB, bertempat di taman kecil samping Auditorium II kampus III UIN Walisongo Semarang. Diskusi kali ini dihadiri oleh kader forshei 2015-2016, diskusi dimulai dengan membaca surat Al-Fatihah. Dalam diskusi dibagi menjadi empat kelompok untuk mendiskusikan tema, setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusinya, dan dalam presentasi banyak perbedaaan pendapat atau saling tukar pikiran antara kelompok diskusi. Salah satunya Produksi dalam konvensional memiliki fakor antara lain: SDA, SDM, Teknologi dan Permodalan. Ada 2 teori produksi dalam konvensional yaitu, Isoquant dan Isocost. Produksi Islam mengharuskan adil dan ada kenyakinan bahwa Allah menciptkan SDA untuk dimanfaatkan dan dipergunakan sebaik-baiknya. Komsunsi konvensional memiliki prinsip semakin tinggi kuantitas barang, maka semakin besar manfaat barang tersebut. Sedangkan prinsip komsumsi islam untuk menunjang beribadah kepada Allah dan komsumsi harus sesuai pendapatan yang diperoleh. Waktu semakin larut dan debat terus berlanjut dan semakin menarik hingga kesepakatanpun terjadi antara kedua belah pihak.

Sehingga dapat di simpulkan bahwa produksi dalam islam maupun konvensional dapat diartikan kegiatan yang menghasilkan maupun menambah nilai manfaaat dari suatu barang ataupun jasa. Namun, ada perbedaan antara keduanya yaitu jika islam menganjurkan produksi yang sesuai syariat sedangkan konvensional membebaskan produksi yang dilakukan. Mengenai konsumsi, konsumsi islam lebih ditekankan pada kebutuhan bukan keinginan sehingga dianjurkan tidak melakukan keborosan. Konsumsi konvensional lebih cenderung  melakukann pemborosan sehingga tidak ada pembatasan dalam komsumsi.

Waktu diskusipun berakhir pukul 17.30 WIB dan ditutup dengan membaca hamdalah dan tos bersama-sama. wallahu a'lam bi al-shawab

Insklusi Pasar Modal Syariah 2017 “Wujudkan Impian Bersama Pasar Modal Syariah"

Thursday, September 14, 2017 Add Comment

     Semarang, 12/09 - Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) UIN Walisongo Semarang berkerjasama dengan Forum silahturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) mengadakan seminar Pasar Modal Syariah dengan tema “Wujudkan Impian Bersama Pasar Modal Syariah. Acara ini bertempat di Auditorium 1 lt. 2 kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Seminar kali ini diikuti oleh 200 peserta yang terbagi menjadi dua yaitu peserta reguler dan peserta investor. Pada acara seminar kali ini forshei mendatangkan tiga pembicara yaitu: bapak Derry Yustria perwakilan Bursa Efek Indonesia, Bapak M. Gunawan Yasni perwakilan dari DSN-MUI, Bapak Ahmad Fadly Ramadhan perwakilan dari BNI Sekuritas.     
Acara dimulai pada pukul 08.30 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh ketua umum forshei saudara Muhammad Firdaus, kemudian sambutan kedua oleh saudara Muhammad Haikal Kautsar selaku presidium FOSSEI Nasional, sambutan ketiga oleh Wakil Dekan III FEBI H. Khoirul Anwar, M.Ag dan sambutan terakhir disampaikan oleh Wakil Dekan III FSH Bapak Mohammad Arifin, S.Ag, M.Hum. Kemudian acara dibuka secara simbolis dengan memukul jidur sembilan kali oleh Bapak. Wakil Dekan III FEBI dan Wakil Dekan III FSH.  Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh 3 pembicara. Penyampaian materi pertama oleh Bapak Derry Yustria perwakilan Bursa Efek Indonesia. Beliau mengatakan bahwa “Ciri-ciri orang yang bisa mengatur keuangan adalah diawal dan diakhir bulan itu tidak ada ketimpangan. Nah jika ada sisa uang bisa untuk ditabung di dalam saham karena orang yang bisa membeli perusahaan bukan hanya orang yang kaya saja, seorang mahasiswa juga bisa membeli perusahaan. Karena harga saham itu bervariasi dan siapapun bisa membelinya.
Materi kedua oleh Bapak M. Gunawan Yasni perwakilan dari DSN-MUI, beliau mengatakan bahwa “Dasar diperbolehkannya transaksi jual-beli Efek secara Syariah yaitu berdasarkan Standard AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution) No. 21, Standard AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution) No. 21 (lanjutan) dan Fatwa No. 80/DSN-MUI/VI/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek”.
        Materi ketiga oleh, Bapak Ahmad Fadly Ramadhan perwakilan dari BNI Sekuritas. Beliau mengatakan jadikan investasi sebagai gaya hidup, namun juga sebagai seorang investor haruslah menjadi investor yang cerdas karena dengan begitu akan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia menjadi  lebih baik. Selanjutnya acara sesi tanya jawab peserta sangat antusias dalam menanyakan hal-hal yang bersangkut pautkan dengan pasar modal. Salah satunya pertanyaan dari peserta yaitu: “Bagaimana cara Menyeleksi Saham Syariah?” untuk menyeleksi saham syariah itu ada dua cara yaitu seleksi bisnis dan seleksi sistem. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang disediakan untuk 3 penanya terbaik. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pengisian formulir bagi peserta paket investor yang didampingi langsung oleh perwakilan BNI Sekuritas yang dibantu panitia untuk mengarahkan peserta dalam pengisian formulir. Acara ini selesai pukul. 13.00 dengan pengumpulan berkas formulir pendaftaran yang nantinya akan dikirim ke BNI sekuiritas, dan di tutup dengan foto bersama dan penyerahan plakat untuk para narasumber dan moderator.


Uyuna Sundari (kader forshei 2016)

Investasi Dana Haji

Monday, September 11, 2017 Add Comment
Semarang-Senin, 10 September 2017, Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan diskusi  yang merupakan salah satu program kerja rutin bidang kajian dan penelitian. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam satu minggu. Diskusi kali ini merupakan diskusi perdana setelah libur semester genap. Kegiatan rutinan ini bertujuan untuk menambah wawasan dalam ilmu juga mengetahui bagaimana cara menyampaikan pendapat dalam suatu forum tanpa merendahkan pendapat lain.

Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB, bertempat di taman kecil samping Auditorum II bagian timur, kampus III UIN Walisongo Semarang. Diskusi dihadiri oleh kader ForSHEI 2015-2016 dengan membahas tema masalah terkini yaitu “Investasi Dana Haji”.Diskusi dimulai dengan membaca Surat Al-Fathihah. “Ivestasi dana haji di cetuskan oleh Bapak Joko Widodo melalui menteri Perencanaan Pembangunan pada bulan Juni 2017”. Kelompok pro mengatakan bahwa investasi dana haji bertujuan untuk kemaslahatan bersama seperti pembangunan infrastruktur contohnya pembuatan jalan tol dan pelabuhan. Namun kelompok kontra menyanggah dengan mengatakan bahwa apakah bentuk dari investasi tersebut berbasis syari’ah. Dan di takutkan dana haji tidak dikelola dengan baik seperti pada masa menteri sebelumnya.  Adapun jawaban dari kelompok pro adalah investasi dana haji dalam bentuk SUKUK sehingga investasi ini masih berbasis syari’ah. Investasi ini akan mengadakan laporan berkala oleh Pemerintah 3 bulan atau 6 bulan sekali melalui media masa maupun media sosial.

Waktu semakin larut dan debat terus berlanjut sampai kedua kelompok menyepakati bahwa investasi dana haji diperbolehkan selama dikelola oleh lembaga dengan laporan yang baik dan benar karena ketika menabung di bank, akadnya adalah wadi’ah yad dhamanah atau barang titipan boleh dikeelola. Adanya debat dalam diskusi ini membuat para kader bersemangat. Waktu diskusi berakhir pukul 17.30 WIB dan ditutup dengan membaca hamdalah. Sebelum meninggalkan tempat para kader melakukan tos bersama.

Workshop Pasar Modal Syariah 2017

Monday, September 11, 2017 Add Comment


        
Semarang, 10/09 - Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (forshei) mengadakan acara  Workshop Pasar Modal Syariah (WPMS) dengan tema Mengenal Lebih Dekat Syariah Online Tranding System pada  tanggal 7 september 2017 di kantor Pusat Informasi Go Publik Jl. MH Thamrin No, 125 Semarang. Acara ini di ikuti oleh 35 peserta yang sebelumnya telah membuka akun saham pada acara Inklusi Pasar Modal Syariah jilid I, ketua umum forshei, MPF forshei, dan kepala PIGP Kota Semarang serta ketiga pemateri WPMS kali ini yaitu: Bapak Fanny Rifki El Fuadi, Bapak Fredi Serta Ibu Floren.
Acara dimulai pada pukul 09.00 diawali dengan sambutan oleh ketua umum forshei saudara Muhammad Firdaus dan sambutan kepala IDX kota semarang bapak Fanny Rifki El Fuadi. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh bapak Fanny mengenai strategi yang di gunakan nasabah pasar modal syariah dalam menganalisis perkembangan perusahaan serta bagaimana cara menjual dan membeli saham yang baik. Setelah selesai acara dilanjutan tanya jawab dan ishoma. Tepat pada pukul 13.00 materi kedua disampaikan yaitu mengenai syariah online tranding system. Para peserta diharapkan untuk menginstal aplikasi IPOTS yang dibantu oleh bapak Fredi dan ibu Floren. Setelah itu peserta diajari cara menggunakan aplikasi tersebut untuk membeli dan menjual saham serta menganalisis dan melihat passing great dari setiap perusahaan go publik. Acara ditutup pada pukul 15.00 dengan memberikan sertifikat kepada peserta dan pembicara dilanjutkan dengan sesi foto bersama.